UNIDA Gontor — Delegasi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Darussalam Gontor mengikuti Sekolah Tafsir dan Seminar Tafsir Nasional yang diselenggarakan Universitas Abdul Chalim (UAC) Mojokerto bekerja sama dengan Forum Komunitas Mahasiswa Tafsir Hadis Indonesia (FKMTHI) Jawa Timur pada Jumat–Ahad (24–26 April 2026) di Aula Gedung Pascasarjana UAC Mojokerto. Kegiatan akademik ini menjadi ruang penguatan keilmuan tafsir di tingkat nasional, sekaligus mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia, termasuk UNIDA Gontor yang berkomitmen pada pengembangan keilmuan di lingkungan Universitas Islam Terbaik.
Delegasi IQT UNIDA Gontor terdiri dari delapan mahasiswi semester tiga, yakni Aisyah, Maryam Al-Qonita, Aisyah Nur Mufidah, Rayhana Izza Lathifah, Atta Dzakia Ramadhani, Meidatul Tri Masruro, Herfina Rizky Heriyanti, dan Husnul Khotimah. Mereka mewakili Himpunan Mahasiswa Program Studi IQT dalam forum ilmiah berskala nasional tersebut. Kegiatan ini diikuti pula oleh berbagai perguruan tinggi seperti UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Ponorogo, Universitas Yudharta Pasuruan, serta sejumlah kampus lain dengan latar belakang keilmuan Al-Qur’an dan Tafsir, Pendidikan Agama Islam, hingga Manajemen Pendidikan Islam.

Secara substansi, kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa terkait perkembangan tafsir Nusantara, metodologi penafsiran Al-Qur’an, serta penguatan tradisi riset ilmiah di kalangan akademisi muda. Seminar nasional mengangkat tema “Dinamika Tafsir Nusantara: Sejarah, Metodologi, dan Kontribusi,” dengan menghadirkan narasumber utama Dr. KH. A. Musta’in Syafi’ie, M.Ag., yang memaparkan sejarah perkembangan tafsir di Nusantara serta kontribusi ulama dalam khazanah keilmuan Islam Indonesia.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi Sekolah Tafsir yang membahas sejarah kajian Al-Qur’an di Nusantara, termasuk peran dua poros besar yakni Hijaz dan Mesir dalam perkembangan tradisi tafsir. Peserta juga mempelajari manuskrip klasik serta perkembangan awal tafsir di Indonesia. Selain itu, dibahas pula karakteristik tafsir seperti Al-Ibriz serta tokoh-tokoh mufassir dari masa klasik hingga kontemporer. Pada malam hari, peserta mengikuti Forum Group Discussion (FGD) yang menekankan penguatan kemampuan analisis, komunikasi ilmiah, dan public speaking melalui diskusi kelompok yang aktif dan interaktif.

Hari terakhir diisi workshop penulisan ilmiah bertema “Menyampaikan Kajian Tafsir dalam Penulisan Ilmiah,” di mana peserta menyusun dan mempresentasikan makalah tentang tokoh mufassir Nusantara seperti Hasbi Ash-Shiddiqy, Buya Hamka, dan M. Quraish Shihab. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan foto kolektif seluruh peserta. Partisipasi delegasi IQT UNIDA Gontor diharapkan memperkuat jejaring akademik serta meningkatkan kapasitas intelektual mahasiswa. Keterlibatan ini juga menjadi wujud kontribusi nyata dalam pengembangan studi Al-Qur’an dan Tafsir di Indonesia, khususnya dalam memperkuat posisi Universitas Islam Terbaik sebagai pusat lahirnya generasi mufassir muda yang kritis dan berintegritas.
Penulis: Herfina Rizky dan Fahmi Akhyar Al Farabi
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor






