UNIDA Gontor Perkuat Generasi Qur’ani melalui Haflatul Tilawatil Al-Qur’an di Poso

UNIDA Gontor Perkuat Generasi Qur’ani melalui Haflatul Tilawatil Al-Qur’an di Poso

4 Oktober 2026

UNIDA Gontor — Upaya memperkuat kemampuan generasi muda dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an terus dilakukan melalui berbagai kegiatan pembinaan keagamaan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Generasi Qur’ani melalui Kegiatan Haflatul Tilawatil Al-Qur’an di Gontor Kampus 11” yang dilaksanakan pada Jumat–Sabtu, 24–25 Oktober 2025, bertempat di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 11, Poso, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini melibatkan Hafizh Raafi, mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor), serta santri TPA, TPQ, dan MI se-Kabupaten Poso.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan Al-Qur’an. Melalui program ini, peserta tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga didorong untuk memahami serta menghayati nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang berupaya mengintegrasikan pendidikan, pembinaan karakter, dan nilai-nilai keislaman dalam berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang menempatkan masyarakat sebagai bagian aktif dalam keseluruhan proses kegiatan. Peserta, ustadz dan ustadzah, panitia, orang tua, serta tokoh agama dan masyarakat turut berperan sejak tahap identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Pendekatan tersebut memungkinkan kegiatan disusun berdasarkan kebutuhan nyata peserta dan lingkungan pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Poso.

UNIDA Gontor memperkuat generasi Qur’ani melalui Haflatul Tilawatil Al-Qur’an di Poso

Rangkaian kegiatan diawali dengan observasi serta identifikasi kebutuhan masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan rencana kegiatan secara partisipatif. Tahapan berikutnya meliputi sosialisasi, technical meeting, pembukaan, pembinaan, perlombaan, penilaian, penyerahan hadiah, serta evaluasi. Sebelum mengikuti perlombaan, peserta memperoleh pembinaan yang mencakup materi tajwid, tahsin, dan tahfidz sebagai bagian dari penguatan kemampuan dasar dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an.

Haflatul Tilawatil Al-Qur’an tersebut menghadirkan enam cabang kegiatan, yaitu Tilawatil Qur’an, Hifdzul Qur’an, Cerdas Cermat Al-Qur’an, Tilawah, Pidato Anak-Anak Islami (PIDACIL), dan Kaligrafi Kontemporer. Keberagaman cabang kegiatan memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan sesuai dengan potensi masing-masing, baik dalam aspek membaca dan menghafal Al-Qur’an maupun dalam keterampilan berbicara, berpikir, dan berkarya secara kreatif.

Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan perkembangan positif pada kemampuan dan partisipasi peserta. Salah satu capaian yang teridentifikasi adalah peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, terutama dalam aspek kelancaran dan penerapan dasar-dasar tajwid. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan, persentase peserta yang belum lancar membaca Al-Qur’an sesuai dengan dasar tajwid mengalami penurunan dari 42 persen sebelum kegiatan menjadi 18 persen setelah memperoleh pembinaan.

Selain peningkatan kemampuan membaca, kegiatan juga memberikan dampak terhadap hafalan Al-Qur’an, keberanian peserta untuk tampil di hadapan publik, serta motivasi untuk mengikuti pembinaan Al-Qur’an secara berkelanjutan. Interaksi selama proses pembinaan dan perlombaan memberikan pengalaman belajar yang mendorong peserta untuk saling menyimak, belajar dari kemampuan peserta lain, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

UNIDA Gontor memperkuat generasi Qur’ani melalui Haflatul Tilawatil Al-Qur’an di Poso

Dari aspek kelembagaan, kegiatan ini turut memperkuat keterlibatan para ustadz dan ustadzah serta membangun sinergi antara lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran Al-Qur’an secara berkesinambungan. Dengan demikian, kegiatan HTQ tidak hanya diposisikan sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai media pembelajaran, pembinaan, apresiasi, dan pembentukan karakter generasi muda.

Melalui kegiatan ini, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan semakin dekat dengan kehidupan peserta dan masyarakat. Pengalaman mengikuti pembinaan, tampil dalam perlombaan, memperoleh apresiasi, serta berinteraksi dengan peserta lainnya dapat menjadi bekal dalam membangun rasa percaya diri sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Keberlanjutan program menjadi bagian penting dalam menjaga dampak kegiatan. Pembinaan tajwid, tahsin, dan tahfidz secara terstruktur, dukungan fasilitas pembelajaran yang memadai, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat diharapkan dapat terus dikembangkan di Kabupaten Poso. Upaya tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi Universitas Islam Terbaik dalam mendukung penguatan pendidikan Islam dan pembentukan generasi Qur’ani yang berkarakter, percaya diri, dan memiliki semangat belajar sepanjang hayat.

Penulis: Hafizh Raafi
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor

Related