UNIDA Gontor — Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor bekerja sama dengan Sayader Turkiye menyelenggarakan sarasehan bertema “Urgensi Kesehatan Komunitas” yang dirangkaikan dengan sosialisasi Fakultas Kedokteran serta penyampaian visi dan misi oleh tim FK UNIDA Gontor. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2026, di Pondok Modern Darussalam Gontor ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan 100 Tahun Gontor. Agenda tersebut dirancang untuk memperkuat kontribusi pesantren dalam pembangunan sistem kesehatan masyarakat yang berkelanjutan, sejalan dengan komitmen UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik dalam integrasi ilmu pengetahuan dan nilai keislaman.
Acara berlangsung dengan khidmat sejak awal. Kegiatan dibuka melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, lagu kebangsaan Turkiye, serta Hymne Oh Pondokku. Suasana akademik yang sarat nilai kebangsaan dan ukhuwah internasional semakin terasa dengan hadirnya berbagai tokoh pendidikan dan kesehatan yang memberikan dukungan terhadap penguatan ekosistem kesehatan berbasis pesantren.
Pembukaan resmi dilakukan oleh Ketua Panitia 100 Tahun Gontor, Prof. Dr. K.H. Husnan Bey Fananie, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara lembaga pendidikan, institusi kesehatan, dan masyarakat pesantren. Menurut beliau, pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pembinaan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam keilmuan agama, tetapi juga memiliki kapasitas dalam pelayanan kesehatan komunitas.

Selanjutnya, sesi sosialisasi Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor disampaikan oleh dr. Dede Iskandar. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan arah pengembangan Fakultas Kedokteran sebagai institusi pendidikan yang mengintegrasikan kompetensi medis dengan nilai-nilai kepesantrenan. Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor diharapkan mampu mencetak dokter yang profesional, berintegritas, serta memiliki komitmen pengabdian kepada umat.
Kuliah umum pada kegiatan ini disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Kazim Karaaslan, yang menyoroti urgensi kesehatan komunitas sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang sehat dan produktif. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan sistem kesehatan tidak hanya bergantung pada rumah sakit atau tenaga medis semata, tetapi juga pada sinergi antara institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan komunitas lokal, termasuk pesantren.
Dalam kesempatan yang sama, tim Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor turut mempresentasikan Rancangan Sistem Kesehatan Pesantren sebagai bagian dari Legacy 100 Tahun Gontor. Program strategis ini dikembangkan melalui sinergi antara Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor, RS Yasyfin, dan Pondok Modern Gontor. Rancangan tersebut bertujuan membangun sistem kesehatan pesantren yang terstruktur, adaptif, dan berkelanjutan untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan di lingkungan pesantren.
Salah satu gagasan utama yang diusung adalah pembentukan Ekosistem Kaderisasi Dokter Pesantren. Konsep ini berfokus pada pembinaan santri sejak dini agar memiliki kesiapan menempuh pendidikan kedokteran, melanjutkan pendidikan profesi, dan pada akhirnya kembali mengabdi di lingkungan pesantren. Dengan model ini, pesantren diharapkan dapat memiliki tenaga kesehatan yang memahami kultur, kebutuhan, dan karakter masyarakat pesantren secara mendalam.

Program tersebut juga mencakup penguatan pada empat pilar utama, yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kerja sama dengan pesantren mitra yang difungsikan sebagai living laboratory. Pendekatan ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan inovasi berbasis kebutuhan riil masyarakat sekaligus memperkuat implementasi tridharma perguruan tinggi.
Sebagai institusi yang terus berkembang menuju standar global, UNIDA Gontor menegaskan perannya sebagai Universitas Islam Terbaik yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga aktif menghadirkan solusi nyata bagi persoalan umat. Melalui kolaborasi internasional bersama Sayader Turkiye, FK UNIDA Gontor menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi dokter pesantren yang visioner dan berdaya saing.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis serta interaktif. Para peserta antusias menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait implementasi sistem kesehatan pesantren di masa depan. Acara kemudian diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Dr. H. Mukhlisin Saad, sebagai penutup rangkaian sarasehan yang sarat makna dan manfaat bagi pengembangan kesehatan komunitas pesantren.
Penulis: Ary Kurniawati
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor