UNIDA Gontor— Ribuan alumni lintas generasi dari Perguruan Tinggi Darussalam (PTD), Institut Pendidikan Darussalam (IPD), Institut Studi Islam Darussalam (ISID), dan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor menghadiri Reuni Akbar Alumni yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor pada Ahad, 12 Juli 2026, sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-63 Universitas Darussalam Gontor dan Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah alumni, memperkuat kontribusi lulusan, serta meneguhkan komitmen bersama dalam melanjutkan perjuangan pendidikan, dakwah, dan pembangunan peradaban Islam.
Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A., Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor sekaligus Presiden Universitas Darussalam Gontor Al-Ustadz K.H. Hasan Abdullah Sahal dan Al-Ustadz Drs. K.H. Muhammad Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., Ketua LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., Rektor Universitas Darussalam Gontor Al-Ustadz Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., anggota Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor, para pimpinan lembaga, sivitas akademika, serta alumni dari berbagai wilayah Indonesia dan mancanegara.

Sejak pagi, suasana kebersamaan dan penghormatan kepada para alumni telah terasa di lingkungan Pondok Modern Darussalam Gontor. Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor turut berperan dalam menyambut para tamu dengan membentuk barisan penghormatan menuju auditorium Balai Pertemuan Pondok Modern. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan basmalah dan tilawah Al-Qur’an yang menghadirkan suasana religius serta mencerminkan perpaduan antara tradisi pesantren, budaya akademik, dan semangat persaudaraan yang menjadi ciri khas Gontor.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Darussalam Gontor Al-Ustadz Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., menyampaikan perkembangan signifikan UNIDA Gontor sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren yang terus berkembang dengan tetap mempertahankan nilai-nilai dasar Pondok Modern Darussalam Gontor. Beliau menjelaskan bahwa hingga Tahun Akademik 2026/2027, UNIDA Gontor telah memiliki 9 fakultas dengan 28 program studi, serta 15 program studi yang telah memperoleh akreditasi unggul. Saat ini, UNIDA Gontor mendidik 6.577 mahasiswa dan mahasiswi, termasuk mahasiswa asing sebagai langkah awal menuju internasionalisasi universitas.

Menurut beliau, perkembangan tersebut merupakan hasil sinergi antara peningkatan kualitas akademik, pembinaan karakter, dan penguatan budaya pengabdian. UNIDA Gontor terus berkomitmen menjadi Universitas Islam Terbaik yang tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Pondok ini harus menjadi universitas yang bermutu dan berarti; bermutu dalam kualitas akademiknya, serta berarti karena mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap beliau.
Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang Gontor, UNIDA Gontor meluncurkan sejumlah Legacy 100 Tahun Gontor yang menjadi tonggak strategis menuju abad kedua. Legacy tersebut meliputi penerbitan 100 Buku Sistem dan Nilai Gontor, 100 Buku Ajar UNIDA Gontor, 100 Buku Pemikiran Islam Kontemporer karya Program Kaderisasi Ulama (PKU), pendirian Fakultas Kedokteran, serta Program 100 Doktor. Berbagai program tersebut menunjukkan keseriusan UNIDA Gontor dalam membangun tradisi keilmuan, memperkuat sumber daya manusia, dan menyiapkan generasi akademisi yang mampu menjawab tantangan masa depan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., dalam pidatonya memberikan apresiasi terhadap kontribusi Pondok Modern Darussalam Gontor dalam membangun pendidikan yang berlandaskan ilmu, integritas, dan akhlak. Beliau menilai bahwa kemajuan bangsa membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kecerdasan intelektual sekaligus karakter yang kuat. Menurut beliau, pengembangan pendidikan tinggi pesantren seperti UNIDA Gontor menjadi bagian penting dalam mencetak generasi yang mampu mengintegrasikan sains, teknologi, moral, dan nilai-nilai keislaman.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan Legacy 100 Doktor Universitas Darussalam Gontor yang dipimpin oleh Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Institusi Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Setiawan bin Lahuri, Lc., M.A. Prosesi tersebut menjadi simbol penguatan kaderisasi akademisi yang akan melanjutkan perjuangan universitas melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.

Perwakilan alumni dari berbagai generasi turut menyampaikan refleksi dan harapan terhadap masa depan Gontor. Alumni IPD Dr. K.H. Lalu Zulkifli Muhadli, S.H., M.M., alumni ISID Dr. Munif Attamimi, S.Th.I., M.Phil., serta alumni UNIDA Gontor Achmad Farid, S.Ag., M.SM., menegaskan bahwa kekuatan Gontor terletak pada nilai, budaya, sistem pendidikan, dan keteladanan yang diwariskan secara berkesinambungan.
Reuni Akbar Alumni PTD–IPD–ISID–UNIDA Gontor ditutup dengan doa yang dipimpin oleh K.H. Muhammad Nasir Zein, Lc., M.A., dan sesi foto bersama alumni lintas generasi. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perjalanan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan pijakan menuju masa depan yang lebih luas. Dengan penguatan jejaring alumni, pengembangan berbagai legacy strategis, serta peningkatan kualitas akademik, Universitas Darussalam Gontor terus meneguhkan perannya sebagai Universitas Islam Terbaik yang berkhidmat untuk umat, bangsa, dan peradaban dunia.
Penulis: Muhammad Fauzan Al Muhajir
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor