Mahasiswa PMH UNIDA Gontor Presentasikan Perspektif Politik Islam di Forum Internasional

Mahasiswa PMH UNIDA Gontor Presentasikan Perspektif Politik Islam di Forum Internasional

24 June 2026

UNIDA Gontor — Mahasiswa Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum (PMH) Universitas Darussalam Gontor kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional melalui partisipasi aktif dalam forum akademik bergengsi. Muhammad Azrul Amirullah tampil sebagai pemakalah sekaligus presenter pada 1st International Conference on Sharia Economics and Sustainable Development (ICSESD 2026) yang diselenggarakan secara hybrid (online dan offline), pada 24 Juni 2026, dengan rangkaian kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Kehadiran mahasiswa dalam forum ini menjadi bukti nyata kualitas akademik yang terus berkembang di lingkungan kampus yang dikenal sebagai Universitas Islam Terbaik.

Konferensi internasional tersebut diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Cabang Jawa Timur bekerja sama dengan berbagai institusi nasional dan internasional, antara lain Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Asosiasi Pengelola Jurnal Indonesia (APJI), Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia (APDESY), Lembaga Pengembangan Keuangan Daerah (LPKD), serta Universiti Sains Islam Malaysia. Selain menghadirkan diskusi ilmiah, forum ini juga menjadi momentum pembentukan Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia. Konferensi ini turut menghadirkan narasumber internasional dan diikuti oleh akademisi dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Bangladesh, dan Korea Selatan.

Pada sesi panel yang dimulai pukul 13.00 WIB, Muhammad Azrul Amirullah mempresentasikan makalah berjudul An Islamic Review of the Ineffectiveness of Western Politics in Supporting the Social Order of Society. Dalam paparannya, ia mengulas berbagai kelemahan sistem politik Barat yang dinilai belum mampu menopang tatanan sosial masyarakat secara optimal. Menurut kajian tersebut, praktik politik dinasti serta dominasi kelompok elite dalam struktur pemerintahan telah melahirkan berbagai persoalan serius, seperti sentralisasi kekuasaan, kecenderungan otoritarianisme, nepotisme dalam distribusi jabatan publik, hingga penyalahgunaan wewenang.

Mahasiswa PMH UNIDA Gontor mempresentasikan paper di konferensi internasional

Kondisi tersebut pada akhirnya memperlebar ketimpangan sosial antara penguasa dan masyarakat. Ketidakmerataan akses terhadap sumber daya dan kesempatan dinilai menjadi faktor yang melemahkan keadilan sosial serta menghambat terciptanya kesejahteraan kolektif. Dalam konteks ini, Muhammad Azrul menegaskan perlunya paradigma alternatif yang tidak hanya berorientasi pada aspek administratif, tetapi juga memperhatikan fondasi moral dan etika dalam tata kelola pemerintahan.

Sebagai solusi normatif, penelitian ini menawarkan perspektif hukum dan politik Islam sebagai kerangka yang lebih komprehensif. Sistem politik Islam dipandang mengintegrasikan nilai-nilai tauhid, keadilan (al-‘adl), kemaslahatan (malaah), serta tanggung jawab kepemimpinan (al-mas’ūliyyah). Berbeda dengan pendekatan politik Barat yang cenderung pragmatis dan teknokratis, Islam menempatkan kekuasaan sebagai amanah yang wajib dipertanggungjawabkan, baik di hadapan manusia maupun di hadapan Allah SWT.

Dalam paparannya, Muhammad Azrul menjelaskan bahwa instrumen ekonomi Islam seperti zakat, sedekah, wakaf, dan infak memiliki peran strategis dalam mengurangi kesenjangan sosial dan memperkuat stabilitas masyarakat. Ia juga menyoroti teladan Rasulullah SAW dalam membangun peradaban melalui Piagam Madinah serta rekonsiliasi sosial antara kaum Muhajirin dan Ansar sebagai model nyata integrasi antara hukum, etika, dan politik.

Mahasiswa PMH UNIDA Gontor mempresentasikan paper di konferensi internasional

Presentasi tersebut mendapat apresiasi positif dari peserta konferensi. Temuan yang disampaikan menunjukkan bahwa konsep politik Islam mampu menciptakan stabilitas kehidupan masyarakat sipil melalui penguatan ikatan persaudaraan, penerapan keadilan hukum, serta penguatan sistem ekonomi berbasis distribusi kesejahteraan. Penelitian ini juga merupakan hasil kolaborasi Muhammad Azrul Amirullah dengan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bengkulu, di bawah bimbingan Al-Ustadz Saipul Nasution, M.A., Ph.D.

Konferensi ini menghadirkan sekitar 41 makalah dari berbagai negara yang dibagi ke dalam tiga klaster diskusi dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Partisipasi aktif mahasiswa PMH dalam forum internasional ini semakin menegaskan daya saing akademik mahasiswa UNIDA Gontor di tingkat global. Prestasi tersebut sekaligus memperkuat reputasi UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang konsisten melahirkan generasi intelektual muslim unggul, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat berkelanjutan.

Penulis: Muhammad Azrul Amirullah
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor

Related