Ada berbagai cara menghafal al-Quran yang dapat digunakan oleh seorang Muslim dalam usahanya untuk menghafal kitab suci ini. Kali ini kita akan membahas Metode 3T+1M yang digunakan di Universitas Darussalam Gontor

Metode ini tergolong mudah dan efektif. Namun tentunya diperlukan ketekunan untuk dapat berhasil.

Fadilah Menghafal Al-Quran


Sebelum masuk ke dalam metode, sangatlah penting untuk mengetahui keutamaan dari menghafal al-Quran. Berikut di antaranya.

Al-Quran menjadi syafaat di hari kiamat

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ِاقْرَأُوْا القُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِيْ يَوْمَ القِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِه

Bacalah Al Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi shahibul Qur’an” (HR. Muslim  804)

Mendapatkan pertolongan Allah

Allah menegaskan bahwa siapa yang menolong Allah, maka Allah akan menolongya. (Q.S. Muhammad: 7). Menghafal Al-Quran adalah salah satu bentuk menolong Allah; yaitu memperjuangankan agama Islam.

Menambah kenikmatan dalam Shalat

Seorang hafidz akan menikmati shalat yang ia lakukan, baik ia sebagai imam maupun ma’mum.

Menjadikan gaya hidup lebih Islami

Seorang hafidz selalu berinteraksi dengan al-Quran, memperbanyak shalat sunnah (terutama shalat malam) untuk mengulangi bacaan. Dengan demikian, saat ia mulai menghafal al-Quran, maka sejatinya gaya hidupnya juga telah berubah menjadi lebih Islami.

Menghafal Al-Quran itu Mudah

Yang perlu diyakini juga, sebelum memulai menghafal, bahwa menghafal al-Quran itu mudah.

Allah SWT berfirman:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” QS Al-Qamar: 17

Kata “liddzikri” dalam ayat diatas, selain dtafsirkan ‘untuk peringatan’, dapat juga ditafsirkan ‘untuk diingat’.

Hal yang perlu diperhatikan dalam menghafal al-Quran


Menata Niat

Niat yang tepat sangatlah penting. Adalah sebuah bencana jika kita telah menghabiskan waktu dan tenaga untuk menghafalkan al-quran, namun ternyata usaha tersebut sia-sia karena niat kita salah.

Niat yang tepat tentunya adalah ibadah lillahi taala. Jangan sampai niat kita terkotori dengan noda seperti keinginan untuk dipuji, untuk dikenal, untuk mendapat dunia dll.

Menjauhi Maksiat

Imam Syafii pernah bercerita kepada gurunya tentang susahnya menghafal. Lalu gurunya menasehatinya untuk menjauhi maksiat. Karena ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang bermaksiat.

Membangun Lingkungan Kondusif

Akan jauh lebih mudah dalam menghafal jika anda berada di lingkungan yang mendukung. Jika anda tidak memiliki, buatlah.

Bagaimana caranya?

Ajak beberapa teman anda yang sama-sama memiliki niat kuat untuk menghafal Al-Quran untuk saling mengingatkan serta saling membantu.

Dengan memahami cara menghafal al-Quran yang tepat, insyaAllah proses menghafal al-Quran akan lebih mudah

Cara Menghafal Al-Quran dengan Metode 3T+1M


Talqin atau Tasmi’

Talqin berarti seorang Ustadz membacakan al-Quran untuk kemudian diikuti oleh para muridnya.

Jika anda tidak memiliki Ustadz yang dapat membacakan kepada Anda, mendengarkan bacaan al-Quran dari rekaman juga dapat menjadi salah satu alternatif.

Meskipun alternatif tersebut tidak sebagai sebaik jika anda berhadapan dengan ustadz secara langsung. Karena jika anda berhadapan langsung dengan Ustadz, maka bacaan anda yang salah saat mengikuti bacaan, dapat langsung dikoreksi.

Adapun tasmi’ berarti seorang murid membaca al-Quran untuk didengarkan oleh ustadz.

Tafahhum

Arti dari tafahhum adalah memahami arti dari bacaan Al-Quran yang akan dihafal. Tentunya tidak semua orang harus melalui tahapan ini dalam menghafal. Yang dianjurkan untuk memahami al-Quran saat menghafal adalah mereka yang berusia remaja serta dewasa.

Tikrar

Tikrar berarti mengulang-ulangi bacaaan hingga hafal.

Caranya?

  1. Baca ayat pertama hingga 10-20 kali hingga hafal
  2. Lalu baca ayat kedua sebanyak 10-20 kali hingga hafal
  3. Baca ayat pertama + kedua sebanyak 10-20 kali hingga hafal
  4. Lalu baca ayat ketiga sebanyak 10-20 kali hingga hafal
  5. Kembali baca ayat pertama + kedua + ketiga sebanyak 10-20 kali hingga hafal
  6. Dan seterusnya

Muraja’ah

Setelah hafal, ulangi kembali bacaan tersebut. Inilah yang dimaksud dengan muraja’ah.

Muraja’ah sangat penting karena muraja’ah inilah yang akan melekatkan hafalan secara lebih kuat ke dalam benak kita.

Muraja’ah adalah sebuah kenikmatan bagi seorang hafidz karena dia akan banyak berinteraksi dengan al-Quran

Tips dalam menghafal al-Quran


Menggunakan 1 mushaf

Sangat dianjurkan untuk menggunakan 1 Mushaf yang sama selama proses menghafalkan Al-Quran. Hal ini akan sangat memudahkan dalam proses menghafal.

Mendengarkan Bacaan Qari

Membiasakan diri mendengarkan bacaan dari seorang qari dapat membantu kita dalam menambah ataupun mengulangi hafalan.

Anda dapat mendengarkan bacaan para Imam di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dapat membantu kita memiliki makharijul huruf yang tepat. Plus, kita juga dapat membiasakan diri untuk berhenti (waqf) di titik yang tepat.

Selain itu, anda juga dapat mendengarkan qari lain yang anda sukai. Untuk memudahkan dalam hafalan, usahakan mendengarkan bacaan murattal, bukan mujawwad.

Salah satu qiraah murattal yang dapat anda dengarkan dapat ditemukan di sini

Teknologi, sarana memaksimalkan cara menghafal al-quran

Berada dalam perjalanan namun tidak membawa mushaf? Pastikan anda sudah menginstall aplikasi Al-Quran di HP. Sehingga kemanapun anda pergi, anda dapat selalu membaca ataupun mendengarkan al-Quran.

Frequently Asked Questions (FAQ)


Kapankah waktu yang terbaik untuk menambah hafalan dan murajaah?

Waktu terbaik untuk menambah hafalan adalah pada sepertiga malam terakhir dan dilanjutkan setelah shubuh hingga terbitnya matahari.
Waktu terbaik untuk murajaah adalah pada saat shalat sunnah serta setelah shalat fardhu.

Bolehkah seorang wanita yang sedang haid mengulangi hafalan?

Para ulama berbeda pendapat dalam hal seorang wanita haid membaca al-Quran ataupun mengulangi hafalan (muraja’ah) tanpa menyentuh mushaf. Sebagian ulama membolehkan, sebagian lagi tidak membolehkan. Kedua pendapat ini dapat digunakan karena keduanya memiliki dalil dan hujjahnya.

Adapun pendapat yang digunakan oleh Markaz Al-Quran UNIDA Gontor adalah Fatwa dari Markaz Al-Fatwa Qatar yang membolehkan. Wallahu a’lam bishshawaab.

Berapa halaman tambahan yang saya hafalkan setiap hari?

Tergantung dari kemampuan masing-masing. Namun yang disarankan sekitar 1/4 atau 1/3 hingga 1/2 halaman perhari untuk pemula. Adapun bagi yang sudah terbiasa, bisa 1 halaman perhari ataupun lebih.

Memulai lebih baik juz depan atau juz belakang (surat surat pendek)?

Mungkin tidak menggunakan istilah “lebih baik” mana? Tapi “lebih cocok” mana?

1. Jika anda sudah memulai menghafalkan satu surat, maka selesaikan satu surat itu. Tidak perlu dipotong.
Misal: anda sedang menghafalkan surat al-Baqarah sudah sampai di juz 2. Maka lanjut saja hafalannya sampai tuntas surat alBaqarah. Atau jika anda sedang menghafal surat al-Mulk, lanjutkan saja sampai selesai surah al-Mulk. Dst.

2. Jika anda belum memulai menghafal, maka memang menurut beberapa Hafidz lebih cocok hafalan mulai dari surat-surat pendek, yang sering didengar dan digunakan untuk shalat. Yaitu Qishar asSuar (Surat-surat pendek) dari Juz 30, 29, 28, 27 atau (30 saja). Kemudian bisa dilanjutkan dari juz 1-26. Hal ini dikarenakan:
a. Lebih sering digunakan dalam imamah shalat. Supaya hafalannya bisa dimanfaatkan untuk imamah atau untuk mengislah kalau ada imam yang salah.
b. Karena menghafalkan dengan cerita/pembahasan yang pendek akan lebih memudahkan. Daripada pembahasan yang panjang.
c. Tidak membuat bosan (tapi memang bosan menghafal itu paling utama disebebkan karena niat yang salah), tapi kadang juga karena materi (surat/cerita) yang panjang itu bisa menjadi sebab bosan bagi sebagian orang.

3. Kalau melihat dari sisi umur. Memang lebih cocok anak-anak kecil itu menghafalkan ayat-ayat yang pendek. Karena mereka baru bisa menirukan. Belum bisa memahami. Namun kalau dewasa (apalagi memahami bahasa Arab), sebenarnya tidak terlalu kendala mau mulai dari surat yang pendek atau surat yang panjang. Karena hafalan dia sudah dibarengi dengan pemahaman, buka sekedar menirukan pelafalan.

Wa Allahu A’lam. (Dijawab oleh Al-Ustadz M. Shohibul Mujtaba)

Penutup


Semoga ulasan ringkas ini dapat membantu pembaca sekalian dalam memahami cara menghafal al-Quran dengan tepat.

Metode ini adalah metode yang dipraktekkan di Universitas Darussalam Gontor. Di Unida Gontor, mahasiswa dapat mengikuti Zona Tahfidz yang memberikan lingkungan untuk memudahkan dalam menghafal al-Quran.

Bagi para orang tua, mari ciptakan rumah kita sebagai tempat pertama untuk belajar al-Quran serta menghafalkannya.

Semoga kita semua diberi kemudahan dan keistiqamahan dalam menghafal al-Quran.

Ada pertanyaan? Silakan tuliskan di kolom komentar.

Materi ini disampaikan oleh Ustadz M. Shohibul Mujtaba, M.Ag. pada kajian Indah, Kampung Ramadhan UNIDA Gontor, dirangkum oleh Taufiq Affandi

Video kajian tentang motivasi dan cara menghafal al-Quran dapat dilihat di sini:

25 Responses

  1. JOM BACA & HAFAL AL-QUR’AN

    Daripada Ibnu Mas’ud r.a., Rasulullah s.a.w bersabda: “Barangsiapa yang membaca satu huruf daripada Al-Quran maka baginya satu kebaikan, satu kebaikan menyamai dengan sepuluh pahala, aku tidak bermaksud: Alif, Lam, Mim ialah satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (Hadith Ibnu Mas’ud ini direkodkan oleh Ad-Darimi Tirmizi dalam Sunan Tirmizi, Kitab Abwab Fadhail Al-Quran, No hadith 2910, status hadith ini hasan sahih)

    https://www.facebook.com/jombacadanhafalalquran/?tn-str=k*F

    1. Dalam menghafal pasti akan menghadapi banyak cobaan dan godaan. Hal ini karena menghafal adalah sebuah amal sholih dan setan tentunya tidak rela jika seorang hamba berbuat amal sholih.

      Untuk menguatkan kembali semangat, jernihkan kembali niat, perbanyak ibadah, dan perbanyak memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT.

      Selain itu, carilah teman ataupun guru yang dapat selalu membimbing, mengingatkan, serta membantu dalam proses menghafal.

    1. Mungkin tidak menggunakan istilah “lebih baik” mana? Tapi “lebih cocok” mana?

      1. Jika anda sudah memulai menghafalkan satu surat, maka selesaikan satu surat itu. Tidak perlu dipotong.
      Misal: anda sedang menghafalkan surat al-Baqarah sudah sampai di juz 2. Maka lanjut saja hafalannya sampai tuntas surat alBaqarah. Atau jika anda sedang menghafal surat al-Mulk, lanjutkan saja sampai selesai surah al-Mulk. Dst.

      2. Jika anda belum memulai menghafal, maka memang menurut beberapa Hafidz lebih cocok hafalan mulai dari surat-surat pendek, yang sering didengar dan digunakan untuk shalat. Yaitu Qishar asSuar (Surat-surat pendek) dari Juz 30, 29, 28, 27 atau (30 saja). Kemudian bisa dilanjutkan dari juz 1-26. Hal ini dikarenakan:
      a. Lebih sering digunakan dalam imamah shalat. Supaya hafalannya bisa dimanfaatkan untuk imamah atau untuk mengislah kalau ada imam yang salah.
      b. Karena menghafalkan dengan cerita/pembahasan yang pendek akan lebih memudahkan. Daripada pembahasan yang panjang.
      c. Tidak membuat bosan (tapi memang bosan menghafal itu paling utama disebebkan karena niat yang salah), tapi kadang juga karena materi (surat/cerita) yang panjang itu bisa menjadi sebab bosan bagi sebagian orang.

      3. Kalau melihat dari sisi umur. Memang lebih cocok anak-anak kecil itu menghafalkan ayat-ayat yang pendek. Karena mereka baru bisa menirukan. Belum bisa memahami. Namun kalau dewasa (apalagi memahami bahasa Arab), sebenarnya tidak terlalu kendala mau mulai dari surat yang pendek atau surat yang panjang. Karena hafalan dia sudah dibarengi dengan pemahaman, buka sekedar menirukan pelafalan.

      Wa Allahu A’lam. (dijawab oleh Ust M. Shohibul Mujtaba)

  2. Saya sudah memiliki umur yang dewasa, namun belum memiliki hafalan. Dan saat ini sedang melaksanakan perkuliahan, dan di asramakan oleh kampus. Saya berniat untuk mulai tahfidz, namun hal apa yang perlu saya lakukan pertama kali untuk mengajak teman teman saya? Dan program seperti apa yang cocok saya pakai di tengah kondisi perkuliahan saya yang padat oleh kegiatan dari kampusnya?

    1. Baaraka Allah fiikum.

      1. Kuatkan niat (‘azm) untuk menghafalkan alQuran liLlaahi ta’aala, tulus karena ingin mendapatkan Ridha Allah Swt. Yakini bahwa Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.
      ولقد يسرنا القرآن للذكر فهل من مدكر
      2. Minta pertolongan pada Allah. Karena sejatinya hanya Allah yang bisa menjadikan kita hafal alQuran, bukan semata-mata karena usaha kita.
      من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين. متفق عليه.

      3. Jika bacaan anda kurang baik. Maka ikut program Tahsin Qiraah alQuran (Tajwid, makhraj, dls). Karena dikhawatirkan anda malah akan menghafalkan alQuran dengan banyak kesalahan bacaan. Maka, cari guru/teman yang itu baik bacaan alQuran-nya. Setelah itu ajak teman-teman anda ikut program ini.

      4. Beberapa ulama menyebutkan suatu kaidah penting bagi siapa saja yang dalam kehidupannya memilki banyak program/tugas/pekerjaan, yaitu:
      ما لا يدرك كله لا يترك جله
      (Apa yang tidak bisa dilakukan semua, jangan ditinggalkan sebagian besarnya). Karenanya, hafalkan AlQuran sesuai dengan yang anda bisa hafalkan! Sesuai kemampuan anda dan sesuai dengan arahan dari guru alQuran anda, meskipun itu sedikit-dikit.

      5. Siapkan program baru dalam hidup anda. Program itu tentunya, secara otomatis akan mengubah pola hidup anda. Misalkan:
      a. Jika anda selama ini setelah shalat langsung mengerjakan aktifitas A. Maka setelah anda memiliki program Tahfidz dalam hidup anda, anda harus meluangkan setengah atau seperempat jam untuk menghafalkan alQuran.
      b. Jika anda selama ini sebelum tidur nonton tv atau chatting-an. Maka setelah anda memiliki program Tahfidz dalam hidup anda, anda harus mengganti aktivitas tersebut dengan muraja’ah apa yang anda telah hafalkan.
      c. Jika anda selama ini saat shalat Sunnah membaca QS. Al-Kautsar dan Al-Ikhlas, maka setelah anda memiliki program Tahfidz dalam hidup anda, anda perlu menggunakan ayat-ayat lain yang sedang anda hafalkan (alBaqarah, Ali ‘Imran, dst). Ini merupakan salah satu yang kami fahami dari upaya mengamalkan ayat alQuran berikut:

      إن الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم.

      6. Konsisten lakukan.

      إِنَّ أَحَبَّ الْعَمَلِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ. رواه أبو داود

      Semoga Allah memberikan kemudahan bagi anda dan teman-teman anda. Aamiin

      (Dijawab oleh Ust M. Shohibul Mujtaba, M.Ag.)

    1. Secara umum bisa, tapi tidak perlu mendalam. Cukup pakai terjemah.

      (Dijawab oleh Ustadz M. Shohibul Mujtaba, M.Ag.)

  3. assalamu’alaikum waroh matullahi wabaarokatu.. afwan sebelumnya ustadz, bagaimana cara kita menghafal Al-Qur’an dengan cepat bagi para pemula? dan mohon tipsnya agar Al-Qur’an yang kita hafal tidak mudah lupa.. syukron..

    1. Caranya adalah sebagaimana yang ada di judul web ini, yakni 3T 1M. Adapun supaya tidak mudah lupa, maka perkuat di 1M, yaitu Muraja’ah. Pertama, Usahakan ayat/surat yang anda hafalkan selalu anda gunakan dalam shalat. Khususnya shalat Sunnat, akan lebih bagus lagi shalat tahajjud. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallaa Allahu ‘Alaihi wa Sallam:

      عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ((إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ الْقُرْآنِ كَمَثَلِ الإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ. وَإِذَا قَامَ صَاحِبُ الْقُرْآنِ فَقَرَأَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ذَكَرَهُ وَإِذَا لَمْ يَقُمْ بِهِ نَسِيَهُ)). رواه مسلم

      Sesungguhnya penghafal alQuran itu seperti penggembala unta yang terikat. Jika ia konsisten mengikatnya, maka unta tersebut akan tetap di tempatnya. Namun jika ia lepas talinya, maka unta tersebut akan pergi/hilang. Karenanya, jika penghafal alQuran konsisten mengulang-ulang hafalannya di setiap shalat pada waktu siang dan petang, maka hafalannya akan tetap melekat. Namun jika tidak diulang-ulang di setiap shalatnya pada waktu siang dan petang. Maka hafalannya akan hilang.

      Kedua, coba baca 10 ayat di bawah ini sebelum tidur, sebagaimana saran shabat Nabi yang bernama al-Mughirah Ra.,

      عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ سُبَيْعٍ – وَكَانَ من أَصْحَابِ عَبْدِ اللَّهِ – قَالَ: ” مَنْ قَرَأَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنَ الْبَقَرَةِ عِنْدَ مَنَامِهِ، لَمْ يَنْسَ الْقُرْآنَ: أَرْبَعُ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِهَا، وَآيَةُ الْكُرْسِيِّ، وَآيَتَانِ بَعْدَهَا، وَثَلَاثٌ مِنْ آخِرِهَا ” قَالَ إِسْحَاقُ: «لَمْ يَنْسَ مَا قَدْ حَفِظَه» . قَالَ أَبُو مُحَمَّد: ” مِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ: الْمُغِيرَةُ بْنُ سُمَيْعٍ ” رواه الدارمي صححه الداراني.

      Siapa yang membaca 10 ayat dalam surat al-Baqarah ketika akan tidur, maka ia tidak akan lupa al-Quran, 4 ayat di awal, ayat Kursi, 2 ayat setelahnya, dan 3 ayat terakhir (surat al-Baqarah), Ishaq mengatakan, maksudnya adalah “Tidak akan lupa apa yang telah ia hafalkan”

      Wa’alaikumussalaam warahmatuLlaahi wabarakaatuh

      الله المستعان

      (Dijawab oleh Al-Ustadz M. Shohibul Mujtaba, M.Ag)

  4. sebagai seorang wanita tentunya ada haid setiap bulannya. kalau sedang haid tidak menghafal jadinya banyak yang lupa..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *