UNIDA Gontor— Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor menyelenggarakan Rapat Terbuka Senat Universitas Darussalam Gontor dalam rangka Wisuda ke-46 yang menjadi salah satu momentum bersejarah bagi perjalanan perguruan tinggi dan Pondok Modern Darussalam Gontor. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juli 2026, bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor (BPPM), dengan mengukuhkan sebanyak 1.203 wisudawan dan wisudawati dari delapan fakultas di lingkungan UNIDA Gontor.
Prosesi wisuda tahun ini memiliki makna istimewa karena bertepatan dengan satu abad perjalanan Pondok Modern Darussalam Gontor serta memasuki usia ke-63 Universitas Darussalam Gontor. Tidak hanya menjadi agenda akademik tahunan, Wisuda ke-46 menjadi simbol penutup perjalanan abad pertama Gontor sekaligus awal langkah menuju abad kedua dengan membawa semangat pengembangan ilmu, pengabdian, dan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.

Sejak pagi hari, suasana Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor dipenuhi oleh para wisudawan, keluarga, serta tamu undangan yang hadir menyaksikan momen penting tersebut. Nuansa khidmat semakin terasa melalui rangkaian prosesi yang menampilkan identitas khas Gontor, mulai dari iringan karya Gontor, tata panggung bernuansa islami, hingga kehadiran simbol-simbol kebangsaan dan kepesantrenan yang memperkuat nilai perjuangan pendidikan.
Rapat Terbuka Senat dimulai dengan prosesi masuknya pimpinan pondok, jajaran senat universitas, rektorat, guru besar, para dekan fakultas, serta tamu kehormatan. Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Oh Pondokku, kemudian pembukaan resmi oleh Ketua Senat Universitas Darussalam Gontor, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A.

Dalam laporan akademiknya, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Abdul Hafidz bin Zaid, Lc., M.A., menyampaikan perkembangan universitas serta laporan pelaksanaan wisuda tahun akademik tersebut. Selanjutnya, prosesi pengukuhan wisudawan berlangsung dengan pemberian penghargaan kepada lulusan terbaik dan pemanggilan para wisudawan yang telah menyelesaikan perjalanan akademiknya.
Sebanyak 1.203 lulusan berasal dari berbagai fakultas, yaitu Fakultas Ushuluddin, Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Humaniora, Fakultas Ilmu Kesehatan, serta Fakultas Kedokteran. Pada kesempatan tersebut, universitas juga memberikan apresiasi kepada lulusan dengan capaian akademik istimewa, di antaranya Sayyid Wildan Jannatan dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab sebagai sarjana termuda, Joko Santoso dari Program Studi Studi Agama-Agama sebagai sarjana tertua, serta Ruway Abyan Afifah dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sebagai lulusan dengan masa studi tercepat.

Rektor Universitas Darussalam Gontor, Al-Ustadz Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmi Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., menyampaikan bahwa Wisuda ke-46 memiliki lima keistimewaan yang membedakannya dari pelaksanaan wisuda sebelumnya. Keistimewaan tersebut meliputi jumlah lulusan terbanyak sepanjang sejarah UNIDA Gontor, pelaksanaan pada momentum 100 tahun Gontor, berlangsung pada usia ke-63 UNIDA Gontor, menjadi angkatan pertama yang menggunakan BPPM sebagai lokasi wisuda, serta mencatat jumlah lulusan doktor terbanyak dengan 12 orang.
Sebagai salah satu Universitas Islam Terbaik yang terus mengembangkan pendidikan berbasis nilai keislaman, keilmuan, dan kepemimpinan, UNIDA Gontor berkomitmen melahirkan generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan dunia. Para lulusan diharapkan tidak hanya membawa gelar akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama masa pendidikan.

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Al-Ustadz K.H. Hasan Abdullah Sahal, dalam nasihatnya mengingatkan para lulusan agar memiliki wawasan luas serta tidak menilai kehidupan hanya dari satu sudut pandang. Beliau juga menyampaikan harapan agar cita-cita besar menjadikan Universitas Darussalam Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik dan berkelas dunia dapat terus diwujudkan melalui kebersamaan, kerja keras, dan pengabdian.
Wisuda ke-46 UNIDA Gontor akhirnya ditutup dengan doa bersama dan penutupan resmi oleh Ketua Senat Universitas Darussalam Gontor. Momentum bersejarah ini menjadi tanda lahirnya generasi baru yang siap meneruskan estafet perjuangan Gontor menuju abad kedua dengan membawa nilai ilmu, iman, karakter, dan pengabdian kepada masyarakat luas.
Penulis: Muhammad Rayyan Asy’ary
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor