UNIDA Gontor Kukuhkan Empat Guru Besar, Perkuat Tradisi Akademik dan Kepakaran

UNIDA Gontor Kukuhkan Empat Guru Besar, Perkuat Tradisi Akademik dan Kepakaran

27 September 2026

UNIDA Gontor —Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) menyelenggarakan Rapat Terbuka Senat dalam rangka Pengukuhan Guru Besar di Hall Lantai 4 Gedung Terpadu UNIDA Gontor, pada Ahad, 15 Rabiul Akhir 1448 H/27 September 2026 M, pukul 08.00 hingga 12.08 WIB. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Senat UNIDA Gontor, Ketua YPTD, Rektor, para Wakil Rektor, para Dekan, dosen, pimpinan lembaga Pondok, serta tamu undangan.

Rangkaian acara diawali dengan penyambutan Ketua Senat, Ketua YPTD, Rektor, para Wakil Rektor, dan empat Guru Besar menuju panggung utama. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh mahasiswa UNIDA Gontor, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Oh Pondokku, serta pembukaan Rapat Terbuka Senat oleh Ketua Senat UNIDA Gontor, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. K.H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, Lc., M.A., yang ditandai dengan ketukan palu.

Pengukuhan empat Guru Besar UNIDA Gontor dalam Rapat Terbuka Senat
Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.

Selanjutnya, Surat Keputusan pengangkatan empat Guru Besar dari Kemendiktisaintek dibacakan oleh Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Abdul Hafidz bin Zaid, Lc., M.A., selaku Wakil Rektor I UNIDA Gontor. Keempat Guru Besar yang dikukuhkan berasal dari bidang keilmuan yang berbeda, yakni Prof. Dr. Drs. H. Sujiat Zubaidi, M.Ag., dalam bidang Ulumul Qur’an, Prof. Dr. Drs. H. Nur Hadi Ihsan, MIRKH., dalam bidang Ilmu Tasawuf, Prof. Dr. H. Syamsuddin Arif, B.Sc., M.A., dalam bidang Filsafat Islam Abad Pertengahan, serta Prof. Dr. H. Akhmad Affandi Mahfudz, B.Ec., M.Ec., dalam bidang Ekonomi dan Keuangan Islam.

Prosesi pengukuhan dilanjutkan dengan pembacaan riwayat hidup masing-masing Guru Besar yang mencakup latar belakang pendidikan, bidang kepakaran, kontribusi akademik, serta karya ilmiah yang telah dihasilkan. Riwayat hidup tersebut disampaikan oleh Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Setiawan bin Lahuri, Lc., M.A. Setelah itu, para Guru Besar menyaksikan video profil dan testimoni sebelum menyampaikan pidato pengukuhan sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.

Pengukuhan empat Guru Besar UNIDA Gontor dalam Rapat Terbuka Senat
Prof. Dr. Mohammad Muslih, M.Ag.

Usai penyampaian setiap pidato pengukuhan, Rektor UNIDA Gontor mengukuhkan Guru Besar secara resmi yang ditandai dengan pengalungan gordon. Rangkaian prosesi kemudian dilengkapi dengan penyampaian ringkasan feskrip kepada para Guru Besar yang telah dikukuhkan oleh Al-Ustadz Prof. Dr. Mohammad Muslih, M.Ag.

Dalam sambutannya, Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., menyampaikan rasa syukur atas pengukuhan empat Guru Besar tersebut. Menurut beliau, momentum ini merupakan bagian dari ikhtiar UNIDA Gontor dalam menjalankan amanat para pendiri Gontor untuk membangun perguruan tinggi yang “bermutu dan berarti”. Pengukuhan tersebut juga menjadi bagian dari target pengembangan jumlah Guru Besar di UNIDA Gontor sebagai persembahan akademik dalam menyongsong 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.

Pengukuhan empat Guru Besar UNIDA Gontor dalam Rapat Terbuka Senat
Prof. Dr. Drs. H. Sujiat Zubaidi, M.Ag.

Prof. Hamid menegaskan bahwa seorang Guru Besar tidak cukup hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi harus memiliki kepakaran yang kuat dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan. “Siapa Guru Besar itu, dia harus pakar, bukan diperoleh dari dokumen saja,” tegas beliau.

Pengukuhan empat Guru Besar UNIDA Gontor dalam Rapat Terbuka Senat
Prof. Dr. Drs. H. Nur Hadi Ihsan, MIRKH.

Lebih lanjut, para dosen didorong untuk memperkuat budaya penelitian dan penulisan ilmiah, termasuk menghasilkan makalah serta buku yang memiliki reputasi internasional. Rekognisi akademik juga perlu dibangun secara konsisten sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Selain mengembangkan kapasitas keilmuan, dosen diharapkan mampu menjadi pendidik yang memberikan keteladanan serta berkontribusi dalam pembentukan karakter, mental, dan moral mahasiswa.

Pengukuhan empat Guru Besar UNIDA Gontor dalam Rapat Terbuka Senat
Prof. Dr. H. Syamsuddin Arif, B.Sc., M.A.

Dalam konteks tersebut, UNIDA Gontor terus memperkuat posisinya sebagai Universitas Islam Terbaik yang mengintegrasikan pengembangan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan. Prof. Hamid juga menekankan pentingnya nilai ihsan dalam menjalankan aktivitas akademik, sehingga proses belajar, bekerja, meneliti, menulis, dan mengabdi senantiasa dilakukan dengan kesadaran bahwa setiap amal berada dalam pengawasan Allah SWT.

Pengukuhan empat Guru Besar UNIDA Gontor dalam Rapat Terbuka Senat
Prof. Dr. H. Akhmad Affandi Mahfudz, B.Ec., M.Ec.

Kepada para dosen muda, Prof. Hamid berpesan agar terus melanjutkan pendidikan, menentukan bidang kepakaran secara serius, serta membangun tradisi akademik melalui penelitian dan publikasi. Semangat tersebut dirangkum dalam pesan yang kembali beliau tekankan, “Menulis, menulis, menulis.”

Rapat Terbuka Senat kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Mulyono Jamal, M.A., dan penutupan resmi oleh Ketua Senat UNIDA Gontor. Setelah prosesi penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan ucapan selamat kepada para Guru Besar, sesi foto bersama, dan ramah tamah.

Pengukuhan empat Guru Besar UNIDA Gontor dalam Rapat Terbuka Senat

Pengukuhan empat Guru Besar tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan tradisi akademik UNIDA Gontor. Melalui peningkatan kepakaran, penelitian, publikasi, pengabdian, serta pengamalan ilmu, UNIDA Gontor terus berupaya menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang berlandaskan nilai keilmuan, kepesantrenan, dan pengabdian. Upaya tersebut sekaligus memperkuat komitmen UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang terus mengembangkan kualitas sumber daya akademiknya secara berkelanjutan.

Penulis: Muhammad Fauzan Al Muhajir
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor

Related