UNIDA Gontor — Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang digagas oleh tim Pascasarjana Universitas Darussalam Gontor menghadirkan pendekatan baru dalam pembelajaran doa harian bagi anak-anak di TPA Baitul Haq Sambirejo, Ngawi. Kegiatan yang berlangsung selama Februari hingga Maret 2026 ini berupaya mentransformasi metode pembelajaran konvensional menjadi lebih interaktif, menyenangkan, dan efektif melalui konsep play-based learning. Inisiatif ini sekaligus mencerminkan komitmen sebagai bagian dari Universitas Islam Terbaik dalam menghadirkan inovasi pendidikan berbasis kebutuhan masyarakat.
Program ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam seluruh proses pembelajaran. Tim yang dipimpin oleh Dr. Rahmat Hidayat, Lc., M.A., bersama mahasiswa Pascasarjana, melibatkan sekitar 40 santri berusia 5 hingga 12 tahun. Keterlibatan mereka tidak hanya sebatas sebagai peserta, tetapi juga sebagai subjek yang berkontribusi dalam proses identifikasi kebutuhan hingga implementasi pembelajaran.

Dua metode utama menjadi inti inovasi ini, yaitu Charades dan Level Up Kids. Pada metode Charades, santri diajak memahami doa melalui gerakan tubuh yang merepresentasikan makna, sehingga proses menghafal tidak lagi bersifat verbal semata, melainkan juga kontekstual. Sementara itu, Level Up Kids menghadirkan sistem pembelajaran berbasis gim, di mana setiap capaian hafalan diberikan penghargaan berupa bintang dan peningkatan level, sehingga memicu semangat belajar secara berkelanjutan.
Di samping pendekatan tersebut, penataan ruang belajar turut diubah menjadi formasi melingkar untuk menciptakan suasana yang lebih inklusif dan partisipatif. Perubahan ini terbukti mampu meningkatkan fokus dan keterlibatan santri secara signifikan dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional. Dampaknya terlihat pada peningkatan kemampuan hafalan, khususnya pada kelompok usia dini, serta lonjakan pemahaman makna doa yang sebelumnya terbatas menjadi jauh lebih optimal.

Sebagai hasil dari program ini, tim juga menghasilkan buku saku berjudul “Do’a Harian: Aku Pintar Berdoa, Belajar Mengaji Jadi Lebih Asyik!” yang kini digunakan sebagai panduan pembelajaran di TPA tersebut. Lebih dari itu, perubahan yang paling menonjol adalah munculnya motivasi intrinsik pada santri dalam mempelajari doa, yang kini dilakukan dengan penuh antusiasme.
Keberhasilan program ini menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan berbasis inovasi. Sebagai representasi dari Universitas Islam Terbaik, Pascasarjana UNIDA Gontor terus berupaya menghadirkan solusi edukatif yang relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Redaksi : Fasya Asy Shyifaauzzahra
Editor : Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit






