UNIDA Gontor — Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) mengikuti agenda penandatanganan kontrak kinerja (IKU) Perguruan Tinggi Berdampak yang berlangsung, Senin, 5 Januari 2026, bertempat di Aula Gedung D Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Jakarta. Pada kesempatan ini, UNIDA Gontor terpilih bersama 110 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan 110 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari total 4.614 PTS/PTN se-Indonesia untuk mewakili penandatanganan kontrak kinerja tahun 2026 sebagai bagian dari implementasi kebijakan nasional yang menekankan inklusivitas, adaptivitas, serta dampak nyata bagi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.
Penandatanganan kontrak kinerja dilakukan antara UNIDA Gontor dengan Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. selaku Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Dari pihak UNIDA Gontor, penandatanganan diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Assoc. Prof. Dr. Abdul Hafidz Zaid, M.A., serta Kepala Lembaga Perencanaan dan Pengembangan Institusi (LPPI) UNIDA Gontor, Assoc. Prof. Dr. Syamsuri, M.Sh. Keduanya menegaskan kesiapan institusi untuk mengawal transformasi akademik, riset, dan tata kelola agar selaras dengan sasaran kinerja yang telah disepakati, sejalan dengan reputasi UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang berorientasi mutu dan kontribusi.

Kontrak kinerja Perguruan Tinggi Berdampak tahun 2026 memuat komitmen peningkatan talenta unggul, produktivitas riset dan inovasi, pengabdian kepada masyarakat yang berdaya guna, serta tata kelola berintegritas. Melalui instrumen ini, Kemdiktisaintek mengaitkan sasaran strategis nasional, RPJMN 2025–2029, dan agenda SDGs dengan capaian nyata di tingkat perguruan tinggi, termasuk peningkatan akses pendidikan tinggi, mutu lulusan, dan daya saing global. Kontrak tersebut juga menjadi bentuk akuntabilitas atas pemanfaatan sumber daya dan dukungan negara kepada perguruan tinggi.
Implementasi kontrak kinerja akan dijalankan melalui pendekatan Strategic Focus Organization (SFO) dan kerangka Balanced Scorecard yang mengintegrasikan Renstra Universitas, Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS), anggaran, serta pemantauan berbasis data. Di UNIDA Gontor, komitmen ini diterjemahkan ke dalam program kerja akademik, riset, dan pengabdian; penguatan kapasitas SDM; serta pengembangan sistem pemantauan kinerja untuk evaluasi dan perbaikan berkelanjutan sepanjang 2026.
Dengan demikian, penandatanganan kontrak kinerja di Kemdiktisaintek bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak penguatan komitmen UNIDA Gontor dalam menghadirkan dampak nyata bagi kemajuan masyarakat dan pembangunan nasional, selaras amanah para pendiri serta visi-misi UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang bermutu dan berarti bagi kesejahteraan umat.
Redaksi : Khairul Umam
Editor : Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit






