UNIDA Gontor — Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melalui program pengabdian masyarakat Kampus Kelas C melaksanakan pendampingan UMKM Desa Sambirejo pada 8 Desember 2025. Kegiatan ini berfokus pada penguatan ekonomi warga melalui pembinaan kewirausahaan, pengelolaan usaha bersama, serta skema bantuan modal bergulir tanpa bunga. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari komitmen UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Program pendampingan digagas oleh dosen UNIDA Gontor, Andi Triyawan, Ph.D, yang mengadaptasi pemikiran Prof. Muhammad Yunus, peraih Nobel Perdamaian, tentang pemberdayaan ekonomi melalui akses permodalan yang adil. Gagasan itu disampaikan kepada Lurah Sambirejo, Bapak Sumarno, M.Pd., dan ditindaklanjuti melalui pertemuan rutin bulanan anggota UMKM di Balai Desa Sambirejo. Setiap pertemuan tidak hanya membahas manajemen usaha, tetapi juga diisi pembinaan nilai keislaman, seperti belajar mengaji, untuk menjaga etos kerja dan integritas pelaku usaha.
Pada tahap awal, tim pendamping membangun skema dana bergulir sebesar Rp2.500.000 yang bersumber dari dukungan Bapak Lurah sebesar Rp1.500.000 dan sisanya dari pendiri program. Dana tersebut digunakan untuk memberikan pinjaman modal tanpa bunga kepada 5 pelaku UMKM, masing-masing Rp500.000. Setiap penerima manfaat mengangsur Rp100.000 per bulan, sehingga pada bulan berikutnya terkumpul Rp500.000 untuk diberikan kepada penerima berikutnya. Pola ini terus berputar secara disiplin, transparan, dan tanpa praktik bunga.

Memasuki momentum Ramadan, pendampingan diperkuat melalui pembukaan Bazar Ta’jil di depan Balai Desa Sambirejo setelah rencana kampung Ramadan di sekitar masjid belum memperoleh dukungan penuh. Pengelolaan bazar dikoordinasikan oleh salah satu anggota, Mbak Martini, dengan melibatkan puluhan ibu-ibu penyetor makanan. Konsistensi berjualan selama Ramadan menghasilkan omzet yang menggembirakan dan memantik semangat untuk melanjutkan usaha bersama setelah Idulfitri. Jam operasional bazar pun berkembang secara bertahap hingga semakin pagi, seiring bertambahnya pelaku UMKM dan kebutuhan pasar.
Hingga tutup buku Desember 2025, omzet bulanan dilaporkan meningkat signifikan, dan total akumulasi omzet selama 10 bulan mencapai Rp497.000.000. Selain itu, dana bergulir telah menjangkau 31 penerima manfaat, memperlihatkan dampak program yang inklusif dan berkelanjutan. Ke depan, tim pendamping mendorong penguatan tata kelola, pencatatan keuangan, standar mutu produk, serta replikasi model bazar berbasis komunitas ke desa-desa lain.
Melalui pendampingan ini, UNIDA Gontor kembali menegaskan perannya sebagai Universitas Islam Terbaik yang tidak hanya mengembangkan ilmu di ruang akademik, tetapi juga menggerakkan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara terarah, amanah, dan berdampak.
Redaksi : Andi Triyawan
Editor : Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit






