Back

CIOS UNIDA Gontor Gelar Seminar Islam dan Bedah Buku Nasihat di Istanbul Hall

Prof. Dr. KH. Hamid Fahmi Zarkasyi menyampaikan materi pada Seminar Nasional CIOS di Istanbul Hall UNIDA Gontor Kelas C.

UNIDA Gontor — Center for Islamic and Occidental Studies (CIOS) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor menyelenggarakan Seminar Nasional “Membangun Kembali Peradaban Islam” sekaligus bedah buku “Nasihat-Nasihat Peradaban” pada Rabu, 21 Januari 2026, bertempat di Istanbul Hall UNIDA Gontor Kelas C. Kegiatan ini menghadirkan Al-Ustadz Prof. Dr. KH. Hamid Fahmi Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. sebagai narasumber utama, sebagai upaya intelektual untuk memperkuat pemahaman mengenai hakikat peradaban Islam serta merespons tantangan pemikiran modern yang dinilai berpotensi melemahkan identitas keilmuan dan nilai-nilai adab dalam pendidikan dan kehidupan umat.

Dalam pengantarnya, panitia menegaskan bahwa forum ilmiah ini dirancang untuk menghadirkan dialog akademik yang beradab, kritis, dan solutif. Sebagai Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor menempatkan penguatan tradisi ilmu dan adab sebagai landasan strategis dalam membangun ketahanan intelektual umat, khususnya di tengah arus pemikiran yang kerap mengaburkan kerangka epistemologis Islam.

Prof. Dr. KH. Hamid Fahmi Zarkasyi menyampaikan materi pada Seminar Nasional CIOS di Istanbul Hall UNIDA Gontor Kelas C.

Pada sesi pemaparan, Prof. Hamid menjelaskan latar berdirinya CIOS pada tahun 2006 sebagai respons terhadap maraknya paham pluralisme dan liberalisme yang, dalam banyak kasus, mereduksi ajaran Islam melalui penafsiran yang lepas dari kerangka keilmuan khas Islam. Beliau menegaskan bahwa peradaban Islam tidak semata dimaknai sebagai kemajuan material, melainkan realitas yang bersifat abstrak dan lebih tepat dipahami sebagai tamaddun—berakar dari kata madinah dan terkait erat dengan konsep dīn. Dengan demikian, peradaban merupakan manifestasi kehidupan beragama yang menyeluruh, meliputi akidah, syariat, dan akhlak.

Narasumber juga menekankan bahwa adab adalah fondasi utama peradaban. Pengamalan syariat secara konsisten akan menguatkan akidah dan melahirkan akhlak hasanah, sebagaimana ditegaskan melalui rujukan QS. al-Hujurāt ayat 14 terkait perbedaan derajat keislaman ketika nilai iman belum tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Pembahasan berlanjut pada dinamika historis tradisi ilmu yang menjadi pilar kejayaan Islam, termasuk contoh Ashḥabus Ṣuffah sebagai representasi tradisi keilmuan yang autentik. Prof. Hamid menuturkan bahwa pada masa keemasan abad ke-8 hingga ke-14 M, tradisi ilmu Islam berkembang pesat dan memberi pengaruh besar bagi peradaban dunia, meski kontribusi tersebut kerap tidak diakui secara eksplisit dalam historiografi modern.

Prof. Dr. KH. Hamid Fahmi Zarkasyi menyampaikan materi pada Seminar Nasional CIOS di Istanbul Hall UNIDA Gontor Kelas C.

Pada bagian penutup, beliau menegaskan pentingnya kembali kepada Al-Qur’an melalui pemahaman dan pengamalan yang komprehensif, serta melakukan penyaringan ilmu dari Barat melalui kerangka islamisasi ilmu pengetahuan. Nilai-nilai Islam, menurut beliau, bukan pembatas, melainkan landasan etis dan spiritual yang mengarahkan ilmu pada kemaslahatan umat manusia.

Melalui seminar ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai peradaban Islam sebagai peradaban beradab yang bertumpu pada ilmu, adab, dan orientasi akhirat. Sebagai Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor berharap kegiatan ini menumbuhkan semangat intelektual, menghidupkan kembali tradisi keilmuan Islam, serta memperkuat peran CIOS sebagai pusat kajian strategis dalam membangun peradaban Islam yang berkelanjutan dan berkeadaban.

Redaksi : Zakiyah Badres dan Kayla Nalifa

Editor  : Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit