Back

Program Studi Manajemen UNIDA Gontor Berpartisipasi pada International Webinar East West University

Pemateri dan peserta mengikuti International Webinar UNIDA Gontor–East West University Bangladesh via Google Meet.

UNIDA Gontor — Program Studi Manajemen Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor kembali memperkuat kiprah akademik internasional melalui partisipasi dalam International Webinar yang diselenggarakan Department of Business Administration, East West University, Bangladesh. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026 melalui platform Google Meet dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar akademik lintas negara.

Webinar menghadirkan Yayan Firmansah, Ph.D. sebagai narasumber utama dengan tema “Compensation: The Case of Indonesia.” Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa kompensasi di Indonesia tidak semata dipahami sebagai aspek ekonomi, melainkan juga berkaitan erat dengan strategi organisasi, dimensi etika, serta realitas sosial yang melekat pada dunia kerja. Penjelasan ini memberikan perspektif komprehensif bagi peserta untuk memahami kebijakan pengelolaan sumber daya manusia dalam konteks negara berkembang.

Narasumber juga menguraikan kerangka regulasi nasional yang menjadi rujukan penting dalam sistem pengupahan, termasuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja serta Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Regulasi tersebut menegaskan upaya menyeimbangkan keberlanjutan usaha dengan perlindungan hak pekerja, di antaranya melalui pengaturan upah minimum, penyusunan struktur dan skala upah, hingga mekanisme perlindungan ketenagakerjaan.

Pemateri dan peserta mengikuti International Webinar UNIDA Gontor–East West University Bangladesh via Google Meet.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa penetapan standar minimum dipengaruhi oleh faktor ekonomi seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan perbedaan biaya hidup antarwilayah. Meski demikian, persepsi keadilan kompensasi dapat berbeda-beda, terutama karena Indonesia memiliki keberagaman sosial, budaya, dan religius yang turut membentuk ekspektasi pekerja terhadap penghargaan dan tujuan kerja. Karena itu, pendekatan kompensasi yang efektif perlu mempertimbangkan dimensi kultural selain aspek material.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog ilmiah yang mempertemukan gagasan, praktik, dan pengalaman lintas negara, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi UNIDA Gontor. Partisipasi tersebut mempertegas kontribusi kampus dalam diskursus manajemen global, sejalan dengan visi sebagai Universitas Islam Terbaik yang berdaya saing internasional. Ke depan, forum semacam ini diharapkan membuka peluang kerja sama berkelanjutan dalam pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat, sekaligus menguatkan peran Universitas Islam Terbaik dalam pengembangan ilmu manajemen berbasis nilai.

Redaksi : Aris Ashar

Editor  : Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit