Back

Prodi HI UNIDA Gontor Perkuat Wawasan Kerja Sama Global di Pemkot Surabaya

Mahasiswi Prodi HI UNIDA Gontor kunjungan akademik ke Pemkot Surabaya bersama pendamping dan tim kerja sama.

UNIDA Gontor — Dalam rangka memperkuat kompetensi praktis dan memperluas wawasan tentang implementasi kebijakan luar negeri di tingkat sub-nasional, Program Studi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Humaniora Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melaksanakan Kunjungan Akademik ke Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh 19 mahasiswi HI Semester VI dan didampingi Al-Ustadzah Ida Susilowati, M.A. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar akademik untuk menghadirkan pengalaman empiris mengenai tata kelola pemerintahan daerah serta peran strategisnya dalam kerja sama internasional, sekaligus memperkuat positioning UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang konsisten mengembangkan kapasitas mahasiswa secara integral.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan resmi, kemudian dilanjutkan pemaparan materi oleh Bapak Djoenedie Dodiek S, S.H., selaku Ketua Tim Bagian Kerja Sama Pemkot Surabaya. Materi menitikberatkan pada peran dan fungsi Pemkot Surabaya dalam memfasilitasi kerja sama luar negeri, termasuk landasan hukum yang mengatur relasi kelembagaan daerah. Dalam pemaparan disampaikan bahwa Pemkot Surabaya memiliki intensitas kerja sama global yang kuat, yang tercermin dari jalinan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah kota di negara-negara maju seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Turki. Kerja sama tersebut mencakup sektor strategis, antara lain pembangunan kota, pendidikan, dan kesehatan.

Narasumber juga menjelaskan struktur kerja yang memisahkan tim kerja sama domestik dan internasional, dengan tugas operasional meliputi koordinasi mitra, administrasi fasilitasi, pengurusan izin Perjalanan Dinas Luar Negeri (PDLN), serta monitoring reguler. Kerangka hukum yang digunakan merujuk pada regulasi pemerintah pusat, termasuk Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2020. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung dinamis, menunjukkan antusiasme tinggi dari mahasiswi, khususnya terkait limitasi kewenangan pemerintah daerah dalam menangani isu-isu tertentu, misalnya polusi yang tidak sepenuhnya berada dalam otoritas emisi karbon.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata dan foto dokumentasi bersama. Melalui kunjungan ini, mahasiswi HI UNIDA Gontor diharapkan semakin siap menjadi “diplomat daerah” yang cakap, berwawasan global, serta mampu menjembatani kepentingan lokal dengan peluang internasional demi kemaslahatan umat—sejalan dengan komitmen UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik dalam membina generasi unggul dan berdaya saing.

Redaksi : Puput Wahyu Nurmasanti

Editor  : Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit