Back

Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor Gelar Kuliah Pakar Pemikiran Islam Kontemporer

Kuliah Pakar Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor bersama Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi.

UNIDA Gontor — Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Kelas C menyelenggarakan Kuliah Pakar bertajuk “Tantangan Pemikiran Islam Kontemporer” pada Kamis, 3 Sya’ban 1447 H/22 Januari 2026. Kegiatan akademik ini dilaksanakan di Aula Istanbul Lantai 3 UNIDA Gontor Kelas C dan diikuti oleh seluruh mahasiswi Fakultas Ushuluddin dengan penuh antusias.

Kuliah Pakar ini menghadirkan Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., sebagai narasumber utama. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Prof. Dr. Nur Hadi Ihsan, MIRKH, yang menegaskan bahwa Fakultas Ushuluddin memiliki peran strategis sebagai pusat penguatan aqidah, epistemologi, dan pandangan hidup Islam. Menurutnya, Ushuluddin merupakan jantung peradaban Islam yang bertanggung jawab menjaga kemurnian dan kedalaman pemikiran Islam di tengah arus pemikiran global yang semakin kompleks.

Kuliah Pakar Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor bersama Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi.

Kuliah Pakar dipandu oleh moderator Ustadz Fahmi Akhyar Al Farabi, M.Ag., yang dalam pengantarnya menyoroti pentingnya pemikiran Islam yang utuh dan mendalam. Ia menekankan bahwa tantangan keilmuan dewasa ini tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari otoritas keagamaan yang dibangun atas popularitas serta pemahaman dalil yang parsial dan tidak komprehensif.

Dalam pemaparannya, Prof. Hamid menjelaskan bahwa tantangan terbesar umat Islam saat ini bersifat epistemologis. Modernisme, postmodernisme, liberalisme, dan sekularisme, menurut beliau, sering hadir secara halus melalui bahasa akademik, kurikulum pendidikan, serta konsep-konsep ilmiah yang perlahan menggeser wahyu dari posisi sentral dalam kehidupan. Ia juga menyoroti pemikiran postmodern yang melahirkan relativisme kebenaran dan krisis makna, sehingga kebenaran agama kerap direduksi menjadi perspektif subjektif semata.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Hamid menekankan pentingnya sikap kritis terhadap istilah-istilah populer seperti kebenaran, toleransi, moderasi, dan kebebasan yang kerap digunakan tanpa kerangka worldview Islam. Islamisasi ilmu, menurutnya, tidak cukup dilakukan secara simbolik, melainkan harus menyentuh asumsi dasar, cara berpikir, dan tujuan pendidikan itu sendiri.

Kuliah Pakar Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor bersama Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi.

Pada sesi diskusi, mahasiswi Fakultas Ushuluddin menunjukkan partisipasi aktif dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait postmodernisme, pluralisme agama, moderasi beragama, Islamisasi kurikulum, hingga relasi antara iman, ilmu, dan moralitas. Sebagai penutup, Prof. Hamid berpesan bahwa tradisi diskusi dan penulisan ilmiah merupakan latihan intelektual yang sangat penting bagi mahasiswi Ushuluddin dalam membangun ketajaman analisis dan kedalaman berpikir.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor menegaskan komitmennya dalam mencetak sarjana Islam yang berwawasan luas, kritis, dan berakhlak mulia. Hal ini sejalan dengan visi UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang berupaya mengintegrasikan iman, ilmu, dan adab dalam seluruh aktivitas akademik. Kuliah Pakar ini juga diharapkan semakin mengukuhkan peran UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik dalam menjawab tantangan pemikiran Islam kontemporer secara ilmiah dan beradab.

Redaksi : Nindhya Ayomi Delahara

Editor  : Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit