Back

KKN Tematik 38 UNIDA Gontor Selenggarakan Workshop Pencegahan Stunting Bersama RS Yasyfin di Desa Duri

Mahasiswa KKN Tematik 38 UNIDA Gontor bersama tim RS Yasyfin memberikan edukasi pencegahan stunting kepada warga di Balai Desa Duri, Ponorogo.

UNIDA Gontor — Mahasiswa KKN Tematik Angkatan ke-38 Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor kembali menunjukkan komitmen pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi kesehatan yang menyentuh kebutuhan dasar warga. Bekerja sama dengan Rumah Sakit Yasyfin, tim KKN menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Workshop Stunting: Upaya Pencegahan dan Peningkatan Gizi Masyarakat” di Balai Desa Duri, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.

Kegiatan ini difokuskan pada isu kesehatan ibu dan anak, khususnya pencegahan stunting yang hingga kini masih menjadi perhatian di berbagai wilayah. Melalui program ini, mahasiswa KKN tidak hanya menjalankan tugas akademik lapangan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat desa. Langkah tersebut sejalan dengan semangat UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang mengintegrasikan ilmu, pengabdian, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap programnya.

Mahasiswa KKN Tematik 38 UNIDA Gontor bersama tim RS Yasyfin memberikan edukasi pencegahan stunting kepada warga di Balai Desa Duri, Ponorogo.

Workshop menghadirkan narasumber dari RS Yasyfin, Ardhiani Ayu Puspitarani, S.Gz., RD., yang memberikan penjelasan mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa stunting tidak cukup dicegah hanya dengan pemberian makanan tambahan, tetapi juga harus didukung pola asuh yang tepat, kebersihan lingkungan, serta sanitasi yang memadai. Materi yang disampaikan mendapat respons positif karena mudah dipahami dan relevan dengan kondisi masyarakat setempat.

Peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga dan kader kesehatan tampak aktif mengikuti sesi tanya jawab. Mereka berdiskusi tentang pengolahan bahan pangan lokal menjadi menu bergizi, pola makan anak, hingga cara memantau pertumbuhan balita secara berkala. Mahasiswa KKN Tematik 38 turut membantu jalannya kegiatan dengan mendampingi diskusi dan memberikan simulasi sederhana terkait pemantauan tumbuh kembang anak.

Mahasiswa KKN Tematik 38 UNIDA Gontor bersama tim RS Yasyfin memberikan edukasi pencegahan stunting kepada warga di Balai Desa Duri, Ponorogo.

Selain di Desa Duri, rangkaian kegiatan serupa juga dilaksanakan di Desa Senepo dan Desa Tugurejo. Di lokasi tersebut, mahasiswa memfasilitasi penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk pengecekan gula darah, asam urat, dan kolesterol. Upaya ini diharapkan dapat membantu warga mendeteksi risiko penyakit sejak awal agar penanganannya lebih cepat dan tepat.

Pemerintah Desa Duri menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN UNIDA Gontor dan kolaborasi dengan RS Yasyfin. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi keluarga serta menekan risiko stunting secara bertahap. Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada narasumber dan foto bersama sebagai simbol kebersamaan antara warga, tim medis, dan mahasiswa. Program ini menjadi bukti bahwa peran mahasiswa sebagai agen perubahan tetap relevan, terutama ketika dijalankan dengan semangat pelayanan dan visi Universitas Islam Terbaik.

Redaksi : Panitia KKN Tematik 38

Editor  : Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit