Back

Guru Brainy Bunch Malaysia Pelajari Sistem Bahasa Terpadu Intra dan Ekstrakurikuler Gontor

Guru Brainy Bunch Malaysia mengikuti general lecture pembelajaran bahasa di Center for Foreign Language Studies and Development, Gedung Al-Azhar Gontor.

UNIDA Gontor — Rangkaian “Edutourism of Brainy Bunch International School Malaysia” di UNIDA Gontor berlanjut pada sesi pendalaman metodologi pengajaran bahasa yang menekankan integr asi pembelajaran intra dan ekstrakurikuler. Kegiatan yang difasilitasi Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PUSDIKLAT) ini mengajak para peserta meninjau langsung praktik pengembangan bahasa di Center for Foreign Language Studies and Development, Gedung Al-Azhar, Pondok Modern Darussalam Gontor.

General Lecture bertajuk “Pembelajaran Bahasa di Pondok Modern Darussalam Gontor” diselenggarakan pada Kamis, 11 Desember 2025, pukul 10.30–11.30 WIB. Sebanyak 20 guru dari Malaysia hadir untuk memetakan anatomi sistem pembelajaran Bahasa Arab dan Inggris yang telah menjadi ciri kuat pendidikan Gontor. Melalui forum ini, UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ekosistem pembelajaran yang disiplin, terukur, dan konsisten.

Guru Brainy Bunch Malaysia mengikuti general lecture pembelajaran bahasa di Center for Foreign Language Studies and Development, Gedung Al-Azhar Gontor.

Pemateri, Al-Ustadz Abdul Rasyid dan Al-Ustadz Andika Pratama Surya, mengawali paparan dengan menelusuri visi para pendiri pondok yang menempatkan penguasaan bahasa sebagai prioritas pembinaan santri. “Bahasa bukan sekadar mata pelajaran, tetapi kultur yang dibangun melalui keteladanan, pembiasaan, dan pengawalan,” disampaikan pemateri dalam pemaparannya. Keduanya kemudian menjelaskan struktur manajerial pengawalan disiplin bahasa yang berjalan hierarkis dan rapi, melibatkan sinergi antara guru senior (ustadz) sebagai pembimbing utama dan santri senior sebagai pengurus bagian bahasa di setiap asrama.

Poin yang paling menarik perhatian peserta adalah penerapan Direct Method (Thariqah Mubasyarah). Metode ini menekankan pembelajaran Bahasa Arab tanpa terjemahan bahasa ibu, sehingga peserta didik terdorong berpikir langsung dalam bahasa target. Pendekatan tersebut diperkuat melalui latihan percakapan, pengayaan kosakata kontekstual, koreksi berkelanjutan, serta pembiasaan penggunaan ungkapan-ungkapan fungsional dalam keseharian.

Di luar ruang kelas, peserta juga memperoleh gambaran program kebahasaan ekstrakurikuler yang disusun harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan untuk membangun language environment. Atmosfer ini menjadikan praktik berbahasa sebagai kebiasaan, bukan semata tuntutan evaluasi. Pola tersebut sejalan dengan spirit UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik dalam menyiapkan kader yang adaptif, komunikatif, dan siap berinteraksi di level global.

Sesi ditutup dengan diskusi interaktif dan foto bersama. Para guru Brainy Bunch International School (BBIS) tampak antusias mendokumentasikan poin-poin kunci sebagai bahan kajian, evaluasi, dan inovasi kurikulum di institusi mereka, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi pendidikan lintas negara.

Redaksi : Muhammad Hizqil Waffa

Editor  : Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit