Back

Dosen UNIDA Gontor Raih Hibah SSEAC 2026 untuk Riset AI dan Pendidikan Demokrasi

Dr. Ahmad Saifulloh bersama tim peneliti internasional SSEAC 2026 di bidang AI dan pendidikan demokrasi

UNIDA Gontor — Kabar membanggakan datang dari Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Dr. Ahmad Saifulloh, dosen Program Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI), berhasil menjadi bagian dari tim riset internasional yang memperoleh pendanaan prestisius dari University of Sydney melalui skema Sydney Southeast Asia Centre (SSEAC) Incubator Grant Scheme 2026. Proyek riset ini bertajuk “AI, Education and Democratic Citizenship: Teacher Education for Democratic Futures in Southeast Asia” dan dipimpin oleh Dr. Jia Ying Neoh (School of Education and Social Work, University of Sydney). Anggota tim peneliti terdiri dari:
• Assoc Prof. Thomas Wilkins (Department of Government and International Relations, University of Sydney)
• Dr. Louisa Shen (School of Art, Communication and English, University of Sydney)
• Dr. Ahmad Saifulloh (Department of Islamic Education, Universitas Darussalam Gontor)
• Dr. Irena Maureen Yolanita (Educational Technology Department, Universitas Negeri Surabaya)
• Dr. Rojil Nugroho (Pancasila and Civics Education Department, Universitas Ciputra Surabaya)

Hibah ini memungkinkan tim riset melaksanakan penelitian selama periode Juni 2026 hingga Juni 2027 di Australia dan Indonesia. Fokus penelitian menempatkan Indonesia sebagai studi kasus utama dalam konteks Asia Tenggara. Sebagai negara demokrasi terbesar di ASEAN dengan keragaman tinggi, Indonesia menghadapi tantangan signifikan di era digital, terutama terkait penggunaan Artificial Intelligence (AI) di kalangan pelajar. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana AI memengaruhi partisipasi demokratis, termasuk dampak misinformasi berbasis AI pada siklus pemilu, sehingga pendidikan guru menjadi titik strategis dalam membentuk warga negara yang kritis dan bertanggung jawab.

Keterlibatan Dr. Ahmad Saifulloh menegaskan peran aktif UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang berkontribusi dalam jaringan riset global. Penelitian ini akan melibatkan 10–15 focus group discussions (FGD) dengan calon guru di UNESA, UNIDA Gontor, dan Universitas Ciputra, serta survei lanjutan terhadap 150–200 responden untuk mengidentifikasi pola penggunaan AI dan hubungannya dengan penalaran kewargaan dan penilaian pedagogis. Hasil penelitian diharapkan memberikan temuan kontekstual berbasis Indonesia dan memperkuat kemampuan perbandingan lintas negara, sekaligus menyempurnakan instrumen penelitian pendidikan guru.

Keberhasilan ini semakin menegaskan posisi Universitas Darussalam Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang berpengaruh, aktif, dan mampu menghadirkan solusi bagi isu-isu global di bidang pendidikan, teknologi, dan demokrasi. Informasi resmi terkait SSEAC Incubator Grant Scheme 2026 dapat diakses melalui laman University of Sydney.

Redaksi : Ahmad Saifulloh

Editor  : Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit