UNIDA Gontor — Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor secara resmi melepas delegasi International Mobility Program (INCRIC) 2026 dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Ruang Rapat Rektorat, Gedung Terpadu UNIDA Gontor lantai 1. Pelepasan dilaksanakan pada Rabu dan dipimpin langsung oleh Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., sebagai bentuk dukungan penuh universitas terhadap penguatan jejaring akademik internasional.
Program INCRIC 2026 akan dilaksanakan di Istanbul, Turki, selama periode 1 hingga 12 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan implementasi kerja sama antara UNIDA Gontor dan Istanbul Foundation for Science and Culture (IFSC). Melalui program tersebut, peserta diharapkan memperoleh pengalaman akademik global, memperdalam kajian pemikiran Badiuzzaman Said Nursi, serta memahami sejarah dan peradaban Islam secara langsung dari pusat-pusat peradaban dunia Islam.
Delegasi UNIDA Gontor terdiri atas empat dosen dan sepuluh mahasiswa terpilih. Empat dosen yang mengikuti program ini adalah Dr. Moh. Isom Mudin, Dr. Achmad Reza Hutama, Dr. Nabila Huringiin, dan Dr. Firda Inayah. Sementara itu, mahasiswa peserta program meliputi Sheila Putri Amalia (AFI 2), Mafaza Salmi Anggraeni (PAI 4), Eliza Amalia Damayanti (AFI 8), Andi Aisyah Septiani Putri E (EI 2), Baraj Cahya Persada K. (AFI 2), Farrel Fathi Kennito (AFI 2), Faaza Maulana Azka (SAA 2), Nabila Mahmud (SAA 8), Ata Alya Zahra Krisnamusi (SAA 2), dan Aqaillah Nazhira Syifa (SAA 2).

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNIDA Gontor memberikan pembekalan akademik dan moral kepada seluruh delegasi. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor II Assoc. Prof. Dr. Setiawan bin Lahuri, Lc., M.A., Wakil Rektor III Assoc. Prof. Dr. Khoirul Umam, M.Ec., serta Kepala Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI) UNIDA Gontor, Eko Nur Cahyo, S.Th.I., M.A., Ph.D. Rektor menegaskan bahwa partisipasi dalam program ini merupakan amanah ilmiah yang menuntut tanggung jawab, kedisiplinan, serta sikap akademik yang matang.
Rektor juga mendorong mahasiswa untuk aktif bertanya, berdiskusi, dan menuliskan hasil pemikiran selama mengikuti program. Menurutnya, tradisi intelektual hanya dapat tumbuh melalui kebiasaan membaca, berdialog, dan menulis secara berkelanjutan. Istanbul dipandang sebagai ruang belajar strategis yang memungkinkan mahasiswa menghubungkan teori dengan realitas sejarah dan pemikiran Islam secara komprehensif.
Sebagai salah satu representasi Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor berharap program ini dapat memperkuat kapasitas akademik dan karakter global mahasiswa. Keikutsertaan delegasi INCRIC 2026 juga menjadi wujud komitmen UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik dalam menyiapkan generasi intelektual Muslim yang berwawasan internasional, berakhlak, dan berdaya saing global.
Editor : Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit






