Back

Communication Festival 6.0 UNIDA Gontor Angkat Peluang dan Tantangan Kreatif Era AI

Seminar Communication Festival 6.0 di Hall Lantai 4 Gedung Terpadu UNIDA Gontor, peserta menyimak pemaparan narasumber bertema aksi mahasiswa di era AI.

UNIDA Gontor — Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor kembali menghadirkan atmosfer akademik yang semarak melalui Communication Festival 6.0. Kegiatan yang digelar pada 5 Januari 2025 ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa, tidak hanya dari Program Studi Ilmu Komunikasi UNIDA Gontor, tetapi juga peserta dari berbagai universitas lain serta siswa SMAN 2 Ponorogo. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari, ketika audiens mulai memadati Hall Lantai 4 Gedung Terpadu untuk mengikuti seminar bertema “Aksi Mahasiswa di Era AI: Antara Peluang Digital dan Tantangan Kreatif.” Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mendorong literasi digital dan kesiapan generasi muda menghadapi perubahan teknologi.

Acara dibuka oleh Ustadz Shofi Mubarok, Lc., M.A. selaku Dekan Program Studi Ilmu Komunikasi. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya penguatan kapasitas mahasiswa agar mampu merespons perkembangan kecerdasan buatan secara bijak, kreatif, dan beretika. Seminar kemudian dipandu oleh moderator Zarofi Hawari dan menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Muhammad Syafei, BBA., M.Kom. dan Irfan Tajuddin, S.Ikom.

Seminar Communication Festival 6.0 di Hall Lantai 4 Gedung Terpadu UNIDA Gontor, peserta menyimak pemaparan narasumber bertema aksi mahasiswa di era AI.

Narasumber pertama, Muhammad Syafei yang saat ini bertugas sebagai Digital Transformation Site Leader di PT Mattel Indonesia, memaparkan dinamika transformasi digital serta tantangan baru di era AI. Dengan pengalaman panjang di bidang transformasi digital, beliau menekankan bahwa kemampuan beradaptasi menjadi kunci. “AI tidak akan menggantikan kita, tetapi akan menggantikan mereka yang tidak menggunakan AI,” pesannya, sekaligus mendorong peserta untuk menumbuhkan literasi AI sebagai bekal kompetitif di masa depan. Pada sesi akhir, panitia menyerahkan cendera mata sebagai bentuk apresiasi.

Sesi berikutnya diisi Irfan Tajuddin, S.Ikom., seorang sinematografer yang berkiprah di perusahaan Paragon. Ia berbagi perjalanan kariernya sejak menjadi santri hingga menekuni dunia kamera secara profesional. Peserta juga diajak menelaah karya filmnya, termasuk “Lara Bisu”, untuk memahami tahapan produksi, riset konsep, dan penyusunan pesan dalam karya visual. Irfan menyoroti bahwa film merupakan media komunikasi yang kaya simbol, sehingga pemahaman semiotika penting untuk membaca makna di balik detail yang kerap luput dari perhatian penonton.

Rangkaian acara ditutup dengan pengumuman dan pembagian hadiah lomba Communication Festival yang berlangsung meriah, lalu doa penutup oleh Ustadz Tubagus. Kegiatan ini memperkuat iklim akademik dan kreativitas mahasiswa, sekaligus menegaskan posisi UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang terus menghadirkan ruang belajar relevan di era teknologi. Melalui forum ini, UNIDA Gontor kembali menunjukkan perannya sebagai Universitas Islam Terbaik dalam menyiapkan generasi muda yang adaptif, kritis, dan produktif di tengah perkembangan AI.

Redaksi : Najib Haidar

Editor  : Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit