Mahasiswa PAI Lakukan SPL ke Beberapa Lembaga Pendidikan di Jawa Timur

Mahasiswa PAI Lakukan SPL ke Beberapa Lembaga Pendidikan di Jawa Timur

Domain pendidikan terdiri dari 3 yaitu Ranah Kognitif, Ranah Psikomotorik Dan Ranah Afektif. Aspek kognitif berfokus kepada prestasi akademik seseorang sedangkan psikomotor pada bidang praktik atau kegiatan pengaplikasian dari teori-teori dan afektif menekankan kepada pembentukan sikap anak didik dalam menjalani pendidikannya. Ketiganya mempunyai manfaat masing-masing dan memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam pembentukan karakter peserta didik.

Studi Pengayaan Lapangan (SPL) adalah salah satu usaha dari lembaga pendidikan untuk memberikan pendidikan dari domain pendidikan tersebut. SPL adalah kegiatan kunjungan ke suatu lembaga pendidikan untuk saling berbagi pengalaman dalam mendidik peserta didik yang ada disuatu daerah tertentu. Studi ini bertujuan untuk memperluas cakrawala pengetahuan mahasiswa tentang sistem pendidikan yang dilaksanakan di suatu lembaga tertentu. Selain itu, mahasiswa supaya mempunyai pengalaman yang banyak dalam mengetahui berbagai macam sistem pendidikan sehingga pada akhirnya akan mencetak mahasiswa yang kreatif dalam membentuk suatu sistem yang ideal setelah menjadi pendidik.

Kegiatan Studi Pengayaan Lapangan Prodi PAI dilaksanakan pada tanggal 14-16 Maret 2017 yang diikuti oleh 105 orang mahasiswa meliputi 70 orang semester 2 dan 35 semester 4 serta ditemani oleh 4 Pembimbing. Objek yang dikunjungi terdiri dari empat objek yaitu Pondok Pesantren Al-Multazam di mojokerto, SMA Trensains Tebuireng di Jombang, SD Islam Sabilillah dan Tazkia International Islamic Boarding school di Malang. Keempat objek memiliki sistem pendidikan berbeda-beda dan menjadi lembaga pendidikan terbaik didaerahnya masing-masing.

Pondok Pesantren Al-Multazam terletak di desa Kepuhanyar, Mojosari, Mojokerto Jawa Timur. Ponpes ini menggunakan sistem gabungan antara sistem salaf dan modern. Sistem salaf dilaksanakan dengan menggunakan metode sorogan dan Ngelogat atau mengartikan dengan bahasa Jawa plus dengan hukum-hukum huruf, kalimat dan ism nya dalam membaca kitab kuning. Selain itu kebiasaan para salaf menggunakan kitab kuning yang legendaris masih dilestarikan seperti Safinatunnaja, Alfiah, Fathul Qorib, dll. Dan ponpes ini masih mempertahankan tradisi yang baik yaitu sanad keguruan yang dipunyai oleh para pengajar untuk menjamin kualitas ilmu yang disampaikannya.

SMA Trensains adalah SMA Pesantren Sains yang terletak di kecamatan Jombok, Jombang Jawa Timur. SMA ini menggunakan tiga kurikulum yaitu Kurikulum dari Pemerintah yaitu kurikulum K-13, Kurikulum Cambridge dan Kurikulum dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Mereka menamakan Kurikulum ini dengan Kurikulum SEMESTA dengan merujuk kepada buku yang berjudul “Ayat-ayat Semesta”. Lembaga ini melakukan islamisasi dalam pembelajarannya dengan cara mengkritisi materi Sains yang ada di Sekolah-Sekolah umum dengan berlandaskan Epistemologi Al-Qur’an.

SD Islam Sabilillah adalah SD yang menerapkan Full day School yang terletak di kota malang. SD ini adalah SD terfavorit di malang dan pilihan para orang tua untuk mendidik anaknya disekolah. Program pendididkan Karakter yang diberikan yaitu konsep cinta 360 derajat terdiri dari cinta Allah dan Rasul, Cinta Orang tua dan Guru, Cinta Sesama, Cinta Keunggulan, Cinta diri sendiri, Cinta IPTEK, Cinta Alam Sekitar, Cinta bangsa dan Negara. Selain itu, anak-anak SD ini juga dibiasakan berbahasa Arab dan Inggris pada waktu tertentu untuk mencapai Visinya yaitu “Terwujudnya sekolah Unggulan dan rujukan dalam pembentukkan karakter keislaman, kebangsaan dan kecendekiaan siswa bertaraf internasional.

Tazkia IIBS adalah sekolah Boarding School yang terletak di kota Malang. Lembaga ini setara dengan Sekolah menengah pertama. Disana kita bisa melihat kebiasaan sehari-hari dalam berbahasa Arab dan Inggris untuk menuju internasional, suasana belajar yang efektif dan menyenangkan menjadi prioritas untuk membuat kebiasaan-kebiasaan baik anak didik disana. Lembaga ini didirikan oleh alumni NU dan alumni Muhammadiyah bersatu untuk menciptakan generasi yang lebih baik lagi.

Semua lembaga diatas memberikan pengalaman bagi mahasiswa bahwa pendidikan bukan hanya bagaimana mengajar dan mentransfer ilmu, tapi lebih kepada pembentukan karakter anak yang berprestasi baik dalam hal akademik maupun non akademik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *