Universitas Darussalam Gontor

Zona Al-Qur’an: Ladang Mencetak Generasi Ulama yang Intelek

alquran quran zona alquran universitas pesantren unida gontor universitas islam terbaik indonesia ngaji tahfidz

UNIDA Gontor – Sebagai lembaga pendidikan universitas Pesantren yang ingin melahirkan generasi ulama yang intelek, UNIDA Gontor terus memberikan khidmah terbaiknya guna menggali bakat dan potensi seluruh mahasiswanya, baik olah pikir, olah zikir, olah rasa dan olah raga, salah satu aksi nyata dalam pengembangan olah zikir mahasiswa ialah dengan adanya Zona Al-Qur’an yang dirintis sejak tahun 2015 oleh Pusat Al-Qur’an Al-Karim UNIDA Gontor.

Pada tahun 2020 Zona Al-Qur’an mendapatkan asrama khusus di Zubair Bin Awwam, seleksi peserta dilaksanakan secara ketat serta ujian untuk menguji kesungguhan seluruh peserta dan setelah diadakah ujian terpilihlah 113 mahasiswa yang terdiri dari 90 mahasiswa baru lintas prodi dan 23 mahasiswa semester III-VII sekaligus sebagai mudabbir asrama Zona Al-Qur’an.

Mendekati jadwal Ujian Akhir Semester (UAS) Gasal, Zona al-Qur’an mengadakan Family Gathering sesi ke-IV dengan tema “Al-Qur’an sebagai bekal Berprestasi”, sebagai pembicara al-Ustadz Muhammad Wahyudi, M.Pd (Ka.Prodi PBA UNIDA Gontor). Acara yang dimoderatori langsung oleh Wakil Direktur Pusat Al-Qur’an al-Ustadz. M. Shohibul Mujtaba, M.Ag yang membuka dengan menceritakan sejarah singkat berdirinya Zona Al-Qur’an, sebagai pelaku sejarah beliau menyampaikan bahwa harapan besar Zona Al-Qur’an adalah mampu mencetak Alumni S1 UNIDA Gontor yang hafal 30 juz dan lulus ujian sekali duduk dari pagi-malam atau lebih.

ulama yang intelek, tahfidz unida gontor, family gathering

Beberapa poin intisari dari tema Famget sesi ke-IV Zona Al-Qur’an ialah:

  1. Ukuran kesuksesan dalam al-Qur’an disebut dalam surah Maryam: 15 yang mencangkup 3 dimensi alam yang berbeda yaitu dunia, alam kubur dan hari dibangkitkan (akhirat). Kesuksesan di dunia harus bisa menjadi bekal kesuksesan di dua alam selanjutnya, yakni kesuksesan di alam barzakh dan alam setelah dibangkitkan dari kubur. Karenanya kesuksesan ini tidak hanya bersifat materi-duniawi, namun juga mesti memiliki sisi spiritual-ukhrawi.
  2. Imam Syafi’i menyebutkan dalam salah satu hikmahnya, bahwa jika ingin sukses dunia kita perlu ilmu, ingin sukses akhirat juga dengan ilmu, dan jika ingin sukses keduanya juga dengan ilmu, dan sumber segala ilmu adalah Al-Qur’an Al-Karim yang kita baca dan hafalkan setiap hari.
  3. Ilmu itu diraih dengan belajar, tapi keberkahan ilmu diraih dengan khidmah. (al-Ilmu bitta’allum wal barakah bil khidmah). Jika kita ingin mendapatkan keberkahan al-Qur’an kita harus bisa mengaktualisasikan dan mengaplikasikan ayat-ayat yang telah kita baca dan hafalkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika nilai-nilai al-Qur’an telah ter-install dalam sanubari kita, maka kesuksesan di tiga dimensi di atas bukan hal yang mustahil.
  4. Kunci keberhasilan itu bukan hanya kecerdasan dan lingkungan yang baik, tapi yang lebih utama adalah kesungguhan dan istiqomah.

Di akhir sesi Famget, dibacakan pencapaian hafalan selama 2 pekan terakhir dan penyerahan sertifikat untuk anggota teladan serta kamar terbersih.

Dalam hal menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS), peserta Zona Al-Qur’an diingatkan bahwa target minimal keluarga besar Zona Al-Qur’an ada 4 hal: 1) IPK: 3.3, 2) IPKS: 330, 3) Nilai Tahfidz: A+, dan 4) Tidak ada yang menunggak pembayaran administrasi.

Adapun terkait pencapaian hafalan, peserta Zona Al-Qur’an dibagi menjadi 2, yakni kelompok yang sudah memiliki hafalan Al-Qur’an sebanyak 5 juz (khusus) sebelum masuk UNIDA Gontor, dan kelompok yang baru memulai menghafalkan Al-Qur’an atau di bawah 5 juz (umum). Bagi peserta khusus, selama 1 semester ini rata-rata sudah mencapai 5 juz, adapun yang paling banyak Alhamdulillah sudah mencapai 20 Juz. Untuk peserta umum, rata-rata mencapai satu setengah juz, adapun yang paling banyak Alhamdulillah sudah mencapai 3 juz.

Akhirnya, semoga cita-cita besar UNIDA Gontor untuk Zona Al-Qur’an dapat terwujud sebagai wujud nyata Universitas Pesantren yang akan melahirkan alumni-alumni yang berkaliber ulama yang intelek, bukan sekedar intelek yang tahu agama; ulama intelek yang bermutu dan berarti di manapun lapangan perjuangan mereka nantinya.

(Muhammad Wahyudi, M.Pd – M. Shohibul Mujtaba, M.Ag / Ed. M. Taufiq Affandi)

Berita ini diolah oleh Prodi Pendidikan Bahasa Arab, UNIDA Gontor

Baca Juga:

Taufiq Affandi

Taufiq Affandi

Leave a Replay