Universitas Darussalam Gontor

Workshop Publikasi Karya Ilmiah di Jurnal Bereputasi Tinggi

UNIDA Gontor – Senin, 1 Sya’ban 1442/15 Maret 2021. Di Aula Ruang Multimedia lantai 3. Dibuka dengan sambutan dari ust Mohammad Ismail, M.Pd selaku ketua bagian penerbitan di UNIDA Gontor Press. Yakni, tentang penulisan jurnal sebagai salah satu kewajiban dosen. Karena, publikasi dari tulisan jurnal akan menjadi poin dalam kepangkatan dan lainnya. Apalagi jurnal yang bereputasi. Bersama kita saat ini, adalah ustadz Dr Akhmad Affandi Mahfudz, B.Ec., M.Ec salah satu dosen di Pascasarjana UNIDA Gontor. Yang kali ini akan mengisi acara ini.

Beliau sendiri, memiliki berbagai publikasi di jurnal internasional bereputasi. Sekaligus menjadi reviewer dalam beberapa jurnal internasional pula. Selain akademisi, beliau juga praktisi. Karena bekerja sebagai konsultan bagi beberapa perusahaan di luar negeri. Khususnya yang tertarik untuk investasi di Indonesia bidang industry halal hingga pariwisata dan lainnya. pekerjaan ini akan memberikan rekomendasi tentang prospek, dasar, serta pertimbangan untuk invenstasi. Termasuk saat ini mengerjakan beberapa proyek pemerintah seperti membuat master plan pembangunan ekonomi Islam dan lainnya.

Dr Akhmad Afandi Mahfudz, M.Ec memulai dengan pendahuluan tentang memanfaatkan waktu saat di kelas. Karena waktu dan tempat yang terbaik dan efektif adalah di kelas. Termasuk untuk mengerjakan tugas kuliah dan tugas lainnya. Apalagi jika sudah berkeluarga.

Sedikit pengalaman kuliah juga diceritakan. Karena kuliah di luar negeri, maka perlu kesungguhan. Apalagi saingannya adalah orang asing yang memahami bahasa mereka dengan baik, dan kita masih perlu memahami bahasa asing tersebut. Ini tentu perlu memanfaatkan waktu yang ada di kelas dengan baik. Karena pada waktu itu adalah waktu efektif bersama dosen.

Materi kali ini akan fokus ke: 1) writing skill dan 2) publikasi. Meski kedua hal ini adalah berbeda, namun bisa dijadikan satu fokus pada sesi sehari ini. Yang pertama, kita perlu mengenal dahulu tentang jurnal dan karakternya. Dan strategi lainnya tentang publikasi dan teknik menulis. Sehingga, pelatihan ini kita beri nama: ‘A Smart Way to Publish in High Impact Journal’. Di slide awal, beliau membuat desain presentasi judul acara ini dengan format abstrak. Dan kita diberi kesempatan untuk menilai abstraknya.

Dalam penulisan abstrak, perlu strategi khusus. Karena editor jurnal internasional terkadang hanya melihat abstrak saja saat menyeleksi artikel. Sehingga, penulisan abstrak harus dilakukan dengan tertib dan memiliki detail tertentu dan menggambarkan isi artikel dengan baik. Saat melihat daftar nama editorial board di jurnal, bisa mengontak person tersebut dari segi publikasi. Agar bisa disampaikan bahwa: “saya memiliki topic publikasi yang mirip dengan topik anda. Saya ingin join publikasi dengan anda”. Strategi ini akan memudahkan dalam mendapatkan beasiswa, tugas akhir, juga publikasi jurnal. Karena penentuan tersebut dari dosen.

Ada tiga jenis tugas akademik. Di antaranya: 1) academic worker. 2) academic scholar. 3) professional scholar. Yang pertama, hanya sekedar mengajar dan kerja. Tanpa publikasi dan lainnya. Yang kedua, bukan hanya sekedar mengajar. Tetapi juga membuat publikasi. Yang ketiga, adalah bukan hanya sekedar nomor 2; tetapi juga melakukan bisnis dari pekerjaan tersebut. Termasuk membuat seminar, kuliah online, dan lainnya.

Pertanyaannya, mengapa publikasi di Scopus itu sulit? Karena memang proses seleksi yang ketat. Termasuk kriteria dalam indeksasi judul, tema, dan topic penelitian. Sehingga, penelitian bidang Sains dan Teknologi selalu mudah terindeks. Mestinya, ini disubmit ke indexing yang lebih tinggi selain Scopus.

Beberapa kekeliruan dalam publikasi, di antarnya adalah: 1) Poor Quality of Paper (biasanya karena soal terjemahan bahasa. Karena, publikasi bahasa Inggris bukan sekedar bahasa percakapan biasa. Demikian pula jurnal, memiliki kekhasan gaya tulisan); 2) Kurangnya Literasi tentang Scopus. (karena yang jadi masalah, kadangkala ada tulisan yang bagus; namun mempublikasi di jurnal yang indeksnya kurang bagus. Ini juga menjadi masalah. Karena ibarat menjual barang bagus, tetapi pasarannya jelek; tetap akan tidak laku.); 3) Problem of Intention. (mempublikasi jurnal, apakah merupakan kebutuhan atau keinginan? Ini soal niat. Karena kedewasan akademik biasanya dimulai dari S-2); 4) Problem of Funding; 5) Lacking of Network (untuk membuat ini, perlu mengikuti seminar dan bertemu dengan orang lain); 6) Poor Teamwork (tidak memiliki tim dalam bekerja).

Dalam karir awal menulis jurnal, sebaiknya jangan mengerjakan proses penerbitan sendirian. Karena, banyak hal yang harus dilakukan. Diantaranya adalah soal kebaruan penelitian (novelty) yang dilihat dari segi kajian literature terdahulu. Ini soal metodologi, hasil, dan lainnya. Dalam publikasi interasional, menekankan beberapa hal: 1) kualitas riset. 2) jika merupakan seminar internasional, korespondensi dengan editor akan sangat diperlukan.

Beberapa indeks jurnal yang bereputasi tinggi dan berfaktor dampak: ISI-WoS, Scopus, ISI-WoK, dan ERA. ISI adalah The Institute for Scientific Information. Ini termasuk indeks yang tertinggi. Hanya ada dua: Scopus dan Clarivate Analytics Web of Science (SCIE & SSCI). Nilai kum jurnal tersebut akan berbeda. termasuk juga jika dibandingkan dengan nilai jurnal terindeks Nasional.

Dalam jurnal ilmiah, akan ada beberapa standar mutu. Dari segi kelengkapan administrative misalnya ISSN, ditulis dengan bahasa PBB, melakukan review akademik online (khusus jurnal online). Selain itu, jurnal internasional juga diukur dari segi faktor berdampaknya (impact factor). Dan juga, bukan merupakan jurnal predatory. Informasi tersebut bisa dilihat di https://www.omicsonline.org/ dan http://jifactor.org/. Untuk kepentingan publikasi internsional, perlu mengetahui seluk beluk jurnal dan impact factornya.

Untuk mencari jurnal terindeks Scopus dan WoS, bisa melalui alternative Scimago. Dalam mengecek kualitas jurnal di Scopus, perlu melihat author search dan lainnya. Termasuk juga, bisa melihat faktor dampak jurnal tersebut. Ini kita perlu menuju jurnal dengan impact factor yang tinggi. Karena, tujuan kita menulis untuk dibaca orang. Dalam konteks ini, agar dibaca gratis.

Apa maksud dari h-indeks? Sejarahnya, ada fisikawan bernama Hirsch (Jorge Eduardo Hirsch) yang membuat suatu indeks per sepuluh tahun. Tentang jumlah artikel dibanding sitasinya. Ini juga akan dijadikan syarat untuk kecakapan akademik. Di antaranya syarat minimal h-indeks adalah 2.

Memahami editor in chief jurnal juga penting. Khususnya dari segi spesialisasi keilmuannya. Karena, chief editor jurnal bisa membantu penentuan penerbitan jurnal. Selera editor in chief akan perlu kita fahami untuk membantu publikasi kita. Meski nanti dalam sistem penerbitan jurnal mereka, sudah ada jadwalnya. Namun akan beruntung jika artikel kita diterima. Ustadz Affandi mencontohkan bahwa beliau menulis artikel tentang pemikiran Ibnu Khaldun yang dijabarkan dalam konsep diagram dan angka, lalu diterapkan sebagai analisa ekonomi. Sang editor yang berlatar belakang matematika sangat senang dengan ini dan menerima artikelnya.

Dalam jurnal internasional, ada beberapa macam paper: 1) full article; 2) letters or short communications (ini tentang mempertanyakan kebijakan yang keliru dari editorial board); dan 3) review papers (dalam tulisan ini hanya berisi 3 atau 4 halaman. Namun merupakan review dari berbagai artikel tematik).

Beberapa karakter artikel yang kurang baik baik: 1) tidak memiliki referensi yang up to date antara 5 tahun ke belakang. 2) penulisan kesimpulan yang keliru (incorrect conclusion); 3) publikasi yang duplikat. Lalu apa yang membuat suatu artikel menjadi baik: 1) memberikan pesan yang berarti dan berguna. 2) memiliki data yang optimal. 3) penulisan abstrak dan kesimpulan yang tepat.

Dr Akhmad Affandi Mahfudz, B.Ec., M.Ec

Selain itu, pemilihan judul juga perlu diposisikan sebaik mungkin. Khususnya, untuk penelitian yang memiliki kebaruan. Nilai kebaruan inilah yang harus diungkap dalam judul. Sehingga, akan menarik pembaca. Judul yang efektif adalah: 1) attract readers attention, 2) contain fewest possible words, 3) adequately describe content, 4) are informative but concise, 5) identify the main issue, 6) do not use technical jargon and rarely used.

Dari segi kata kunci, perlu dibuat spesifik. Termasuk untuk indeksasi, dan merupakan tematik khusus dari disiplin ilmu ini. Kata kunci juga merepresentasikan variable permasalahan yang diteliti. Dan masuk di semua pembahasan: pendahuluan, metode, pembahasan dan kesimpulan.

Soal abstrak, ada dua jenis. 1) pure; 2) extended abstract; 3) structure abstract. Yang kedua adalah abstrak yang merupakan ringkasan dari disertasi dari segi pendahuluan hingga kesimpulan. Yang nomor tiga, adalah abstrak yang dibuat paragrafis secara berurutan. Untuk memperjelas isi abstraknya. Nomor 2 dan 3 adalah kekhasan dan standar jurnal. Sehingga, saat kita mengirim ke jurnal, harus disesuaikan standarnya.
Kita bisa mencari jurnal berdasarkan judulnya. Fasilitas ini dilayani dalam website journalfinder di web penerbit internasional seperti Elsevier, Willey, dan lainnya. Dalam hasil pencarian jurnal itu, bisa kita temukan info terkait citescore, impact factor, prospek penerimaan (acceptance rate), hingga penentuan pertama (first decision) dan embargo period.

Dalam menulis jurnal, perlu ada kajian tentang implikasinya. Termasuk juga orisinilitas, metodologi, data, kesimpulan, kajian literature, dan teknik penulisan (gaya komunikasi). Misalnya, ‘suatu metode yang digunakan’ : ‘employs’; meningkatkan (improve) ‘ameliority’; walaupun: ‘albeit’, dan masih banyak kosa kata lainnya yang perlu didalami dalam menyesuaikan gaya selingkung jurnal internasional tersebut.

Di akhir acara, Dr Affandi mengharap agar kita semua memahami fungsi ini dari publikasi. Yakni agar karya kita dapat dibaca. Sehingga, berujung pada amal jariyah untuk semua. Oleh karena itu, sangat penting dalam mengolah karya dan mencari media publikasi yang memiliki dampak kepada pembaca di komunitas ilmiah. [Au. Muhammad Taqiyuddin, M.Ag.]

Ahmad Kali Akbar

Ahmad Kali Akbar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *