Wisuda ke-34: Surat Cinta Bapak Rektor

Wisuda ke-34: Surat Cinta Bapak Rektor

UNIDA Gontor - Ahad, 23 Februari 2020
“Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Anak-anakku yang kami cintai, wisuda adalah momen yang
sangat penting dalam kehidupan seorang mahasisiwa, karena banyak teman-temanmu
yang satu marhalah yang berguguran, tidak sampai ke batas, dengan berbagai
sebab dan alasan, maka bersyukurlah kalian.
Bersyukur dalam hal ini harus diisi. Bukan dengan
hura-hura, tetapi dengan meningkatkan ibadah, meingkatkan belajar, dan meningkatkan
pengabdian kepada masyarakat, dan meningkatkan kedewasaan sikap, berfikir, dan
emosional.
Kedewasaan dalam bidang keilmuan, kalian akan diuji dalam
bidang akademis secara nyata. Yang sudah S-1, bisa meneruskan ke jenjang S-2,
dan yang S-2 bisa meneruskan ke jenjang S-3, yang S-3 bisa meniti karir sampai
tingkat guru besar.
Jadilah sarjana yang komit terhadap akidah dan syari’ah Islam.
Kebebasan akademis, bukan berarti bebas untuk menentang akidah dan syari’ah.
Arti “Udkhulu fi silmi kaaffah” bukan hanya terletak pada hati, perkataan, perbuatan, tetapi juga pikiran.
Apa artinya kalau ibadahnya bagus, perkataannya santun, tetapi pikirannya menjadi sekuler,
liberal yang anti syariah, dengan mengatasnamakan kebebasan akademik.

“Man izdada ‘ilman, walam yazdad hudan, lam yazdad minallah, illa bu’dan”.

Semoga anak-anakku tidak termasuk sarjana sesat yang
jahil, tetapi benar-benar sarjana yang soleh, secara akademis, pikiran,
perbuatan dan perkataan.
Selamat berjuang dalam kehidupan yang nyata di masyarakat.
Semoga kalian menjadi sarjana yang soleh dalam seluruh aspek kehidupan, Aamiin.
Wassalam”

Begitulah secarik harapan dan doa yang dituliskan oleh Rektor Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor), Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A kepada para wisudawan dan wisudawati ke-34 di UNIDA Gontor (23/02/2020).

Tentunya, hari Ahad, 23 Februari 2020 menjadi hari istimewa bagi para wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan tugas akhir mereka. Wisuda kali ini diselenggarakan di Hall Utama Lt. 4 UNIDA Gontor Kampus Pusat, Siman, Ponorogo dengan mengukuhkan 92 sarjana dan pasca sarjana dari berbagai jurusan. Diantaranya dari Fakultas Tarbiyah meluluskan 15 wisudawan/wati, Fakultas Ushuluddin 12 wisudawan/wati, Fakultas Syariah 1 wisudawan/wati, Fakultas Ekonomi dan manajemen 19 wisudawan/wati, Fakultas Humaniora 7 wisudawan, Fakultas Sains dan Teknologi 14 wisudawan, dan Fakultas Ilmu Kesehatan 23 wisudawan/wati, dan pascasarjana 1 wisudawan.

Acara ini dihadiri oleh seluruh civitas akademika Universitas Darussalam Gontor, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor beserta Kepala Lembaga-lembaga Pondok. Hadir pula Prof. Dr. R. Siti Zuhro, M.A. dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) sebagai orator ilmiah. Para wali wisudawan dan wisudawati juga turut mengikuti prosesi wisuda hingga akhir acara dengan hikmat.

Pesan Bapak Rektor

Dalam sambutannya, Bapak Rektor, Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. menyampaikan, bahwa beliau dan seluruh jajaran dosen sangat bersyukur dan berbangga hati dengan capaian dan kelulusan ini. Beliau menginginkan para sarjana tidak berhenti sampai disini. Namun, mampu memberi dampak yang positif bagi masyarakat untuk masa yang akan datang. Karena menurut beliau, capaian mereka adalah capaian yang berharga dan hanya diperoleh oleh orang-orang yang berharga pula. “Kalian adalah orang yang berharga, oleh karena itu hargailah diri kalian. Tapi, jangan minta dihargai. Hargailah diri kalian dan tempatkan diri di tempat yang berharga”, pesan beliau.

Selain itu, beliau juga berpesan agar berhati-hati dengan gonjang-ganjing arus sekularisme, materialisme, dan liberalisme. Dimana hal tersebut dapat menyebabkan integritas dan identitas bangsa kian menurun drastis. Untuk itu, beliau mewanti-wanti kepada para wisudawan dan wisudawati untuk tetap berpegang teguh kepada iman dan Islam. Supaya betul-betul mempunyai integritas dan identitas Islam yang kuat. Tentunya, hal tersebut dilakukan dengan mengaplikasikan nilai-nilai worldview Islam, yang selama ini diajarkan dan dipelajari di Universitas Darussalam Gontor.

Wisuda Bukanlah Akhir

Suasana sedih karena sebentar lagi meninggalkan kampus tercinta, haru dan bangga karena telah berhasil menyelesaikan amanah kyai dan para dosen dengan baik. Sungguh begitu terlihat nyata dari raut wajah para wisudan/wati dengan mata yang terus berkaca-kaca. Tentunya, rasa bangga dengan hasil yang diraih bukan hanya dirasakan oleh para wisudawan/wati ke-34 saja. Namun, hal tersebut juga dirasakan oleh guru dan dosen yang turut serta merasakan perjuangan mereka di universitas nan damai “Darussalam”. Tentunya, hal ini juga menjadi kado terindah bagi orang tua beserta keluarga yang dalam hari-harinya berdoa meminta kebaikan untuk anak-anaknya.

Memperoleh gelar dan wisuda bukanlah akhir perjuangan dalam mengarungi ilmu yang luas. Keberhasilan menyelesaikan tugas akhir dan mendapat ijazah juga bukan alasan untuk berdiam diri dan merasa puas dengan tantangan. Tantangan akan terus ada di kemudian hari, ilmu-ilmu baru akan terus bermunculan. Ia menjadi kekuatan untuk terus berjuang mendapatkannya tanpa kepuasan. Tentu tanpa melupakan nilai-nilai keislaman dan petuah kyai serta para dosen yang selama ini mereka dapatkan dan rasakan.

Kelulusan selalu dielu-elukan oleh seluruh masyarakat. Kontribusi, upaya dan pengaruh mereka sangat diharapkan oleh umat sebagai tabuh pemantik perubahan yang baik di kemudian hari.

[Ragil Tri Sambodo/Ed:Muhamad Fikrul Umam]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *