Universitas Darussalam Gontor

Rektor UNIDA Gontor: Milikilah Ilmu Sebelum Ia Hilang

Assoc. Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A., M.Phil berpesan kepada mahasiswa UNIDA Gontor untuk memiliki ilmu dan mendalaminya sedalam mungkin, sebelum ilmu diangkat oleh Allah SWT. Hal ini disampaikan dalam Mimbar Rektor di Masjid Jami Unida Gontor, Jumat 15 Januari 2021.

Mimbar Rektor merupakan program rutin yang dilaksanakan sekali dalam sepekan, tepatnya pada hari Jum’at selapas sholat berjamaah. Dalam mimbar ini rektor menyampaikan hal-hal penting untuk kemaslahatan seluruh civitas akademika UNIDA Gontor.

Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan akhir-akhir ini berita wafatnya Ulama di Indonesia begitu banyak, sebagai contoh adalah wafatnya Syekh Ali Jaber, oleh karena itu kita harus bermuhasabah dari berbagai macam kejadian yang menimpa para ulama kita dan menyadari begitu besarnya tantangan kita sebagai para calon ulama dimasa yang akan datang.

عن عبدالله بن عمرو بن العاص – رضي الله عنهما – قال: قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم -: ((إن الله لا يقبض العلم انتزاعًا ينتزعه من العباد، ولكن يقبض العلم بقبض العلماء حتى إذا لم يُبْقِ عالمًا اتَّخذ الناس رؤوسًا جهالاً، فسُئِلوا فأفتوا بغير علم؛ فضلوا وأضلوا))؛ متفق عليه.

“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya, akan tetapi Allah mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. mereka sesat dan menyesatkan.“ (muttafaqun alaihi)

Nasehat beliau adalah di masa  ini adalah masa akhir zaman, banyak orang-orang yang tidak alim dijadikan Ulama dan mereka membuat fatwa, fatwa yang menyesatkan. menjadikan yang benar dianggap salah, maupun sebaliknya. Oleh karena ini salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mempersiapkan diri untuk menjadi ulama yang akan datang. “UNIDA Gontor adalah perguruan Tinggi Pesantren, yang mencetak para Ulama mundzirul qoum di tengah masyarakat,” tutur beliau.

“Jurusan atau Prodi apapun, kalian harus menjadi seorang ulama,” tegas beliau. Beliau lalu mencontohkan seorang anggota MIUMI yang mengambil bidang Gizi. “Beliau menjadi ulama yang dapat menentukan halal tidaknya makanan. Maka jadilah ulama dibidang yang akan kalian geluti.”

Beliau juga menekankan perihal ibadah. “Inti dari Perguruan tinggi pesantren adalah menjalankan seluruh syariat. Jangan sampai nilai akademis tinggi tetapi nilai ibadah rendah, orang seperti itu tidak akan sukses di masyarakat,” papar beliau.

Selanjutnya beliau mengingatkan bahwa UNIDA Gontor adalah tempat mengembangkan Ilmu pengetahuan. Hal ini sebagaimana amanat wakaf Gontor bahwa Unida Gontor harus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan agama dan umum dengan tetap berbasis agama dan syariat. “Karena itu di sini mahasiswa di prodi umum tetap harus menjalankan tahfidz, serta menguasai  bahasa arab yang merupakan bahasa al-Quran.”  

Beliau juga menegaskan agar seluruh mahasiwa menguasai Ilmu Fardu Ain, yaitu ilmu yang harus dimiliki setiap muslim yang yang terkait dengan ahkam di dalam rukun islam.

Beliau mengulas kembali tentang nilai kepesantrenan di Gontor yaitu Panca jiwa yang merupakan sebuah implementasi dari aqidah. “Orang yang beraqidah akan ikhlas mengerjakan sesuatu. Itulah cerminan dari keimanan dan itu adalah ruh dari perguruan tinggi pesantren.”

“Disini kita belajar, berilmu, beriman, dan berakhlaq. Ketika menjadi alumni UNIDA Gontor kelak, semuanya saja harus bisa menjadi imam dan khatib tanpa terkecuali alumni prodi umum maupun agama. Orang yang menjadi alim kadang bukan karena belajar, tetapi karena berceramah membagikan ilmunya dan diberi pertanyaan, dari pertanyaan itulah dapat belajar.

Dan di akhir tausiyah, beliau bernasihat, “Jadilah ulama, sekelas apapun, baik ulama kampung ataupun ulama kantor, paling tidak kita dipanggil di masyarakat dengan sebutan Ustadz; itulah proteksi bagi kita dari berbuat dosa besar ataupun kecil.” (Agma Arjuna/Ed. Taufiq Affandi)

Zukhrufi Izza

Zukhrufi Izza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *