Rapat Koordinasi Staf UNIDA Gontor dan Pembagian Jadwal UAS Tahun Ajaran 2019-2020/1440-1441

Rapat Koordinasi Staf UNIDA Gontor dan Pembagian Jadwal UAS Tahun Ajaran 2019-2020/1440-1441

UNIDA Gontor – Rapat koordinasi staf serta pembagian jadwal bagian untuk ujian akhir semester genap (UAS) UNIDA Gontor tahun ajaran 2019-2020/1440-1441 alhamdulillah telah terlaksana dengan izin dan rahmat Allah SWT pada hari Sabtu malam (28/03/20). Dalam kesempatan ini, acara dipimpin langsung oleh Al-Ustadz Sunan Autad Sarjana, Lc. selaku pembimbing staf UNIDA Gontor yang membuka acara ini secara resmi. Lalu disambung dengan sambutan Bapak Wakil Rektor II UNIDA Gontor, Al-Ustadz Setiawan Bin Lahuri, M.A. yang telah memberikan banyak petuah dan wejangan sebagai kebutuhan penguatan mental dan peng-recharge hati setiap individu daripada anggota staf.

Mengutip perkataan dari pidato Bapak Kyai Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal pada kesempatan pengarahan ujian tulis santri beberapa pekan yang lalu, Al-Ustadz Setiawan menyampaikan bahwa setiap poin-poin dalam sajak mahfudzot ightanim khomsan qobla khomsin hanyalah bersifat sementara.

  • Syababaka, ketampanan dan kecantikan kita tidak akan bertahan lama,
  • Shihhataka, kita tidak dapat menjamin untuk selalu hidup sehat secara terus-menerus,
  • Ginaaka, kekayaan kita tidaklah berarti apa-apa dan hanya sementara,
  • Faraaghaka, waktu kosong kita akan sudah mulai terisi seiring dengan bertambahnya umur, kewajiban, dan tanggungjawab yang sudah Allah SWT tentukan porsinya masing-masing,
  • Hayataka, dan tidak terasa bahwa pada hakikatnya hidup yang telah kita jalani hingga detik ini telah berjalan begitu cepat.

Maka dari itu selagi kita dapat berbuat dan beramal lebih, hendaklah kita pandai-pandai mengisi waktu kosong kita dengan amalan yang baik dan bermanfaat. Penyikapan ini berbanding lurus dengan istilah unik yang terdapat di Gontor yaitu ar-rohatu fii tabaaduli al-a’maal yang berarti pergantian pekerjaan dari yang satu ke pekerjaan yang lain adalah hakikat sesungguhnya dari kita beristirahat.

Yang sering kita dapati saat ini adalah banyaknya manusia yang berlomba-lomba bekerja dan berusaha untuk bagaimana menggapai hidup yang aman, nyaman, nan tentram. Dan kiranya sudah melupakan bagaimana kiat-kiat menuju kematian yang husnul khotimah.

Dalam kasus beberapa bulan terakhir ini tentang penyebaran virus covid-19, yang sudah mengeluarkan banyaknya kebijakan baru dari berbagai bidang pihak berwenang berupa social distancing atau physical distancing, telah menimbulkan berbagai macam fenomena yang sangat memprihatinkan untuk kemaslahatan sosial. Dengan melihat segala keadaan ini, maka sudah menjadi kewajiban kita sebagai seorang muslim untuk tetap ikhtiyar, tawakkal, berperilaku baik, menjunjung tinggi nilai-nilai agama, dan selalu melakukan sesuatu tetap pada jalannya. Tentu saja tindakan preventif dan do’a yang selalu termunajatkan sudah menjadi prioritas kita saat ini.

Di akhir pidato Bapak Wakil Rektor II, beliau menyampaikan satu hadist riwayat Muslim dan satu kutipan pesan dari perkataan Bapak Kedokteran Pertama Islam, Ibnu Sina terkait bagaimanakah layaknya sikap kita menghadapi wabah yang tengah bergejolak akhir-akhir ini, adapun hadits tersebut adalah:

وَعَنْ أبي يَحْيَى صُهَيْبِ بْنِ سِنَان قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله ﷺ: عَجَباً لأمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لأِحَدٍ إِلاَّ للْمُؤْمِن: إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خيْراً لَهُ. رواه مسلم

Artinya:

Dari Abu Yahya, Shuhaib bin Sinan RA, berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh unik urusan orang yang beriman itu. Semua urusannya, baik baginya. Hal itu hanya dimiliki oleh orang yang beriman. Jika dia memperoleh kegembiraan, dia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ditimpa kesulitan, dia bersabar, dan itu baik baginya.” (Riwayat Muslim)

Lalu untuk kutipan perkataan Ibnu Sina adalah:

الوَهْمُ نِصْفُ الدَاءِ

الإِطْمِئْنَانُ نِصْفُ الدَوَاءِ

الصَبْرُ نِصْفُ الشِفَاءِ

Artinya:

Kekhawatiran adalah separuh penyakit

Ketenangan hati adalah separuh obat

Kesabaran adalah separuh kesembuhan

Semoga dengan adanya semua fenomena yang tengah terjadi ini, semakin mendekatkan dan memahamkan diri kita akan perintah dan larangan Allah SWT yang belum kita pelajari sebelumnya, dan semoga kita termasuk golongan hamba-Nya yang senantiasa diberikan petunjuk dan hidayah min haitsu la yahtasib hingga hari akhir kelak. Allahumma Aamin. (zue).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *