UNIDA Gontor — Kegiatan Kuliah Umum OJK Mengajar: Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan bersama Universitas Darussalam Gontor berlangsung pada Kamis, 2 Juli 2026 di Hall Lantai 4 Gedung Terpadu UNIDA Gontor pada pukul 14.00 WIB, dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan industri keuangan nasional. Kegiatan ini mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Cerdas Berinvestasi Melalui Pasar Modal Syariah” sebagai upaya penguatan literasi dan inklusi keuangan di lingkungan akademik, khususnya dalam membentuk generasi muda yang memahami investasi secara legal, aman, dan sesuai prinsip syariah.
Acara diawali dengan pemutaran video edukatif mengenai pasar modal syariah, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Oh Pondokku. Dalam forum tersebut, UNIDA Gontor menegaskan peran strategisnya sebagai salah satu Universitas Islam Terbaik dalam mendorong lahirnya generasi investor yang cerdas dan bertanggung jawab. Selain itu, data yang disampaikan menunjukkan bahwa program edukasi pasar modal di kampus telah melahirkan sekitar 250 rekening efek mahasiswa, dengan target pengembangan hingga 500 investor baru sebagai bagian dari penguatan literasi keuangan. Istilah Universitas Islam Terbaik juga tercermin dari konsistensi kampus dalam menghadirkan edukasi keuangan berbasis nilai-nilai syariah dan akademik.

Rektor Universitas Darussalam Gontor, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., dalam sambutannya menegaskan pentingnya pemahaman keuangan di tengah perkembangan teknologi finansial yang semakin kompleks. Beliau mengingatkan mahasiswa untuk selalu mencari rezeki yang halal serta berhati-hati terhadap praktik investasi ilegal dan perjudian daring yang semakin marak. Pesan moral tersebut menjadi penguatan nilai etika dalam aktivitas ekonomi mahasiswa di lingkungan kampus.
Materi utama disampaikan oleh Hasan Fawzi selaku Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan, yang menekankan pentingnya prinsip legal dan logis dalam berinvestasi. Ia juga mengingatkan bahwa label syariah tidak otomatis menjamin keamanan suatu instrumen investasi tanpa verifikasi yang tepat. Sementara itu, Solihin dari OJK memperkenalkan literasi reksa dana serta strategi investasi Dollar Cost Averaging (DCA) sebagai pendekatan bertahap yang lebih stabil bagi investor pemula.
Dari sisi pasar modal, Iding Pardi selaku Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia menekankan pentingnya membangun dana darurat, meningkatkan aset, serta menghindari fenomena FOMO dalam investasi. Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tidak menggunakan dana pinjaman untuk aktivitas investasi. Data perkembangan investor yang terus meningkat menunjukkan tingginya partisipasi generasi muda dalam pasar modal nasional.

Selanjutnya, Satya Birawa dari KPEI menjelaskan mekanisme kliring dan penjaminan transaksi efek yang telah sesuai dengan prinsip syariah berdasarkan Fatwa DSN-MUI Nomor 138 Tahun 2020. Sedangkan Eqy Essiqy dari KSEI menegaskan peran penting sistem kustodian dalam menjaga keamanan dan transparansi penyimpanan efek investor.
Melalui kegiatan ini, UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik menegaskan perannya dalam membangun ekosistem literasi keuangan berbasis syariah yang berkelanjutan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan regulator diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya paham investasi, tetapi juga memiliki integritas, kehati-hatian, dan wawasan ekonomi yang kuat demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Penulis: Muhammad Fauzan Al Muhajir
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor