Universitas Darussalam Gontor

nyali ajaran penting kiai syukri

Oleh: Al-Ustadz Hariyanto Abdul Jalal

Dalam perjalanan ke Poso menuju Gontor kampus 13 dari kota Palu, tahun 2008, beliau, KH. Dr. Abdullah Syukri Zarkasyi, memberi kesempatan saya untuk ikut dalam rombongan menghadiri acara pembukaan Proses Belajar Mengajar KMI bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Di dalam satu mobil, posisi saya di belakang beliau, tiba-tiba pak Kyai bertanya : “Hariyanto, apa kekuranganmu?” Haah, pertayaan yang tidak mudah tapi harus cepat dan tegas dijawab. Guman dalam hati. Inilah pertanyaan seorang pendidik, seorang kyai yang ingin tahu kejujuran dan tingkat kesadaran santrinya. “

Dengan agak bingung dan khawatir salah, saya harus segera menjawabnya. “Afwan ustadz, kekurangan saya banyak sekali ustadz, kurang membaca, kurang istiqomah, kurang fokus, kurang ibadah, dan masih banyak ustadz, afwan”. Jawab saya. “Salah!, bukan itu kekuranganmu, kamu tidak tahu kekuranganmu!!. NYALI, itu kekuranganmu, Nyalimu yang kurang. Itu yang membuat apapun yang kamu miliki jadi lemah.

Pernyataan beliau, tentu mengagetkan, nyaris tidak pernah terlintas di fikiran, bahwa sumber utama kelemahan mental siapapun dalam menghadapi perjuangan hidup ini adalah NYALI, atau keberanian. Berani dalam memulai, berani dalam memgambil keputusan hidup, berani bertanggungjawab dan menanggung segala resiko.

Dari mana atau bagaimana orang bisa memiliki nyali? Kyai Syukri menjelaskan dengan detail bahwa seseorang bisa bernyali bila dia menguasai masalah, ibarat dalam mengajar, seorang guru yang menguasai materi pelajarannya, dia akan mengajar dengan penuh rasa percaya diri, berani menatap muridnya, asyik dan nyaman selama mengajar. Bahkan tidak akan merasa capek atau membosankan. Sebaliknya, guru yang kurang memguasai masalah, disamping tidak bernyali di hadapan muridnya, dia akan merasa tersiksa, akan terus melihat jam kapan segera bel dan bisa cepat keluar.

Dalam kepemimpinan khususnya, kyai Syukri menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki nyali yang tinggi dan berani menanggung resiko, karena sepintar apapun seorang pemimpin bila tidak memiliki keberanian dalam mengambil keputusan, langkah dan tindakan, tentu sulit akan bisa memberikan rasa aman, tenang dan kepastian kepada yang dipimpinnya.

Karena itu, pemimpin harus selalu belajar, dan banyak belajar tentang apa saja, terlebih tentang apa yang sekarang dan yang akan datang dibutuhkan, memperluas wawasan, mengembamgkan visi hidupnya, tidak boleh merasa cukup apalagi bersombong diri dengan apa yang dimiliki.

Luasnya wawasan dan kuatnya dalam menguasai permasalahan tentu akan menambah kuatnya kepribadian, menumbuhkan bijakan dalam pengambilan langkah dan keputusan.

Inilah beberapa cuplikan pelajaran, ajaran, motivasi sang Kyai, inspirator bagi semua yang ingin mendapatkan kebaikan dan keberkahan hidup. Selamat Jalan Kyai, guru besar, guru kehidupan, Kyai Gontor yang penuh kesemangatan , kyai Gontor yang penuh keberanian. Kyai yang penuh ketulusan ila akhiri hayatihi. Insyaallah min ahli al-jannah bersama para syuhada, was shiddiqiin wan nabiyyin wal ulama al ‘amiliin. Amin ya Rabbal Alamiin.

Hibatul Wafi

Hibatul Wafi

Leave a Replay