Universitas Darussalam Gontor

Mengontrol Hawa Nafsu Dengan Mengingat Kematian

Dr. Syamsuri, M.Sh

“Orang cerdas bukanlah siapa yang paling tinggi IQ nya, tetapi orang cerdas adalah siapa yang paling banyak mengingat kematian” begitulah perkataan al-ustadz Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil yang dikutip oleh al-ustadz Dr. Syamsuri, M.Sh dalam ceramah singkat subuh berdurasi 24 menit di mesjid Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor pada Ahad, 18 April 2021.

Berdasarkan kutipan perkataan di atas, al-ustadz Dr. Syamsuri menjelaskan mengenai tiga sifat nafsu manusia yang diabadikan Allah SWT dalam Al-Qur’an; Nafsu al-Lawwamah, nafsu amaroh bi suu’ dan nafsu muthmainnah.

Ringkasnya, Nafsu al-Lawwamah merupakan nafsu yang mengarahkan diri ke arah penyesalan setelah melakukan keburukan, hal ini ditandai dengan munculnya rasa penyesalan setelah melakukan kemaksiatan dan cenderung menyelahkan bahkan mencela diri sendiri. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Qiyamah ayat 2, “Dan Aku bersumpah demi jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).”

Nafsu amaroh bi suu’ merupakan nafsu yang mengarahkan diri kepada keburukan seperti melakukan kemaksiatan kecil ataupun besar, mendzolimi makhluk disekitarnya dan cenderung terbiasa melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan oleh agama dan norma-norma sosial yang berlaku. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Yusuf ayat 53.

Nafsu muthmainnah merupakan sifat jiwa yang memperoleh ketenangan karena kebajikan yang dia lakukan dalam kesehariannya. Hal ini ditandai dengan merasa tentramnya diri dengan mengingat Allah SWT dan bertobat kepada-Nya, maka itulah jiwa yang dalam keadaan tenang atau mutmainnah.

Muncul sebuah pertanyaan yang menyatakan, “bagaimana caranya agar kita mampu mengendalikan nafsu dan senantiasa tidak mengikuti nafsu amaroh bi suu’?”. Jawabannya adalah memperbanyak mengingat kematian. “Sekeras-kerasnya hati manusia, akan menjadi lembut ketika dia mengingat kematian. Oleh karena itu, agar kita konsisten dalam menuruti Nafsu muthmainnah maka hendaklah kita memperbanyak mengingat kematian” pesan al-ustadz Dr. Syamsuri diakhir ceramah singkat subuh yang beliau sampaikan.

Hibatul Wafi

Hibatul Wafi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *