Universitas Darussalam Gontor

KH. Akrim Mariyat

Oleh: Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed

Tujuan dari penciptaan manusia itu tidak lain dan tidak bukan adalah untuk semata-mata beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Kata ibadah memiliki makna yaitu tunduk, merendah dan mengagungkan sesuatu untuk mendapatkan keridhaannya.

Dengan kata lain, ibadah itu adalah taat dan patuh terhadap kehendak sesuatu yang diagungkan itu. Ketaatan terhadap sesuatu itu tampaknya ada juga terhadap suatu benda atau hal lainnya yang dipercaya memiliki kekuatan atau kuasa sebagaimana yang disebutkan oleh al-Quran.

Ayat al-Qur’an juga telah menyebutkan bahwasannya ada yang tunduk terhadap hawa nafsunya. Hal ini dimisalkan oleh beliau dalam kultumnya yaitu dengan perumpaan orang yang lebih tunduk mengikuti hawa nafsunya ketimbang menjawab panggilan Allah dan beribadah, karena sama saja ia menuhankan hawa nafsunya.

Allah perintahkan kita untuk mendirikan sholat supaya selalu mengingatnya. Setiap apapun yang kita lakukan dengan berdzikir maka akan menjadi ibadah.

Dalam menuntut ilmu juga dicatat sebagai ibadah, karena semakin berilmu seseorang maka semakin banyak yang tidak diketahuinya, semakin mendalam maka semakin dalam juga yang tidak diketahuinya.

Sampai saat ini pun sebagai contohnya adalah tata surya yang tidak diketahui oleh ilmuan manapun bintang yang terjauh. Ini disebabkan oleh keterbatasan ilmu manusia, setelah menemukan suatu bintang, maka masih ada lagi di belakangnya.

Makna ibadah sangat luas sekali, semua lini kehidupan ini dapat dimaknai dan diartikan sebagai ibadah. Sebagai contohnya adalah buang hajat yang apabila disyukuri maka itu akan menjadi sebuah kenikmatan, dan dari kenikmatan setelah buang hajat itu disyukuri, maka nilainya adalah ibadah.

Ketika kehidupan ini dan segala yang di dalamnya tidak disyukuri seperti misalnya keadaan, makanan dan lain sebagainya, nilainya bukan lagi ibadah, namun berbalik menjadi maksiat.

Hakikat hidup ini sederhana, namun yang membuatnya tidak sederhana itu adalah keinginan yang berbagai macamnya di luar kebutuhan. (Adrian)

Hibatul Wafi

Hibatul Wafi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *