Wakil Grand Syaikh Al-Azhar Prof. Dr. Muhammad Adh-Dhuwainy: Jumlah Mahasiswa Indonesia di Al-Azhar Mendominasi

KAIRO – Ahad, 28 November 2021. Wakil Grand Syaikh Al-Azhar Prof. Dr. Muhammad Adh-Dhuwainy sangat gembira dengan kedatangan delegasi Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) yang dipimpin oleh Presiden Universitas Darussalam Gontor Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. dan Wakil Rektor I Bidang Kemahasiswaan dan Akademik Dr. Abdul Haifidz Bin Zaid, Lc., M.A.

Beliau memuji mahasiswa Indonesia yang belajar di Al-Azhar sebagai mahasiswa yang cinta ilmu dan rajin belajar. Hal ini terbukti dengan selalu masuknya mahasiswa Indonesia sebagai salah satu mahasiswa terbaik di setiap tahunnya.

Jumlah mahasiswa Indonesia saat ini adalah yang paling besar di antara seluruh mahasiswa asing di Al-Azhar (7500 mahasiswa)

Dalam kesempatan ini, beliau juga menerima perwakilan dari kader-kader Pondok Modern Darussalam Gontor penerima beasiswa Al-Azhar gelombang pertama yang berangkat ke Kairo pada tahun 2016. Di antara mereka terdapat dua mahasiswi yang mendapatkan nilai tertinggi di antara seluruh mahasiswa Al-Azhar di Kairo.


Dalam pertemuan bersama Wakil Grand Syaikh Al-Azhar Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A mengatakan bahwa sebagaimana diungkapkan oleh Grand Syaikh Al-Azhar dalam kunjungannya ke Indonesia, Gontor adalah bagian dari Al-Azhar di Indonesia.

Lanjut Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Kiai Amal mengucapkan terimakasih kepada Al-Azhar atas beasiswa yang selama ini diberikan kepada Gontor. Kader Gontor penerima beasiswa gelombang pertama telah lulus dengan predikat Mumtaz dan Jayyid Jiddan. Di antara mereka ada 7 orang yang melanjutkan studinya di jenjang S2. Sebagian dari mereka akan kembali ke Indonesia untuk mengemban risalah Al-Azhar dalam menyebarkan ajaran-ajaran Islam di seluruh penjuru Indonesia. Hadir dalam pertemuan ini pula 5 orang dari perwakilan kader-kader Gontor yang mendapatkan beasiswa.

Sebagaimana yang dipesankan oleh Grand Syaikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyib, beasiswa Al-Azhar untuk Gontor ini tidak hanya untuk fakultas-fakultas studi Islam, namun juga untuk fakultas keilmuan. Karenanya, Gontor mengirimkan beberapa kadernya untuk belajar di Fakultas Kedokteran.

Hal ini sesuai dengan rencana Gontor yang akan mendirikan Fakultas Kedokteran di UNIDA Gontor.

Dalam kesempatan ini, Kiai Amal juga berbicara tentang hubungan antara al-Azhar dengan pesantren di Indonesia telah terjalin sangat lama. Di antara yang hadir di sini adalah K.H. Lukman Alhakim Harits Dimyati salah seorang cucu dari mahasiswa Indonesia pertama yang belajar di al-Azhar, yaitu K.H. Abdul Mannan, Pendiri Pondok Pesantren Tremas, Pacitan.

Di akhir pertemuan, Kiai Amal menyerahkan cinderamata yang sangat spesial, yaitu lukisan tangan K.H. Hasan Abdullah Sahal bersama Grand Syaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyib. [Abdul Hafidz Bin Zaid/H. Wafi]

Hibatul Wafi

Hibatul Wafi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *