Benchmarking Telkom

PONOROGO – Telkom University berkunjung ke Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) guna studi banding (benchmarking) dan mengkaji tentang Wakaf dan Kewirausahaan di UNIDA Gontor. Wakil Rektor I UNIDA Gontor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Al-Ustadz Dr. Abdul Hafidz bin Zaid, M.A. menyambut dengan hangat rombongan Telkom University di Ruang Rektor pada Kamis, 18 November 2021.

Rombongan Telkom University terdiri dari: Dr. Dadan Rahadian, S.T., M.M., Wakil Rektor Bidang Akademik; Dr. Achmad Rizal, S.T., M.T., Direktur Akademik; Nurwidjajadi, S.T., M.M., Direktur Akademik; Murni Dwi Astuti, S.T., M.T., Kepala Bagian Perkuliahan Universitas dan Luar Prodi; Roosdiana Noor Rochmah, S.Si., M.T., Kepala Bagian Standar dan Layanan Akademik; Muhammad Muhaemin, S.E., Kepala Bagian Akuntansi; Raswyshnoe Boing K., S.T., M.T., Kepala Bagian Anggaran; Ratna Astuti Nugraheni, S.T., M.T., Kepala Urusan Standar, Metode dan Teknologi Pembelajaran; dan, Muhammad Al-Makky, S.Kom., M.T., Kepala Urusan Mata Kuliah Luar Prodi dan Rekognisi Pembelajaran Lampau.

Selain Bapak Wakil Rektor, beberapa kepala satuan kerja juga turut hadir pada agenda benchmarking ini. Diantaranya ialah Ahmad Saifulloh, Ph.D. (Kepala Sekretaris Universitas); Dr. Syamsuri, M.Sh. (Kepala Program Ta’hily (Kompetensi)/Kepala Program Magister Hukum Ekonomi Islam); Imam Haryadi, S.H.I., M.S.I. (Wakil Direktur Direktorat Kepesantrenan); Yoke Suryadarma, M.Pd.I. (Kepala Biro Kerjasama, Alumni dan Urusan Internasional); Mufti Afif, Lc., M.A. (Kepala Program Studi Ekonomi Islam); serta, beberapa staf dari Unit Usaha UNIDA Gontor dan biro lain yang terkait.

Agenda Benchmarking

Kepala Sekretaris Universitas, Ahmad Saifulloh, Ph.D., menjadi moderator agenda benchmarking ini. Acara dimulai dengan Welcome Speech dari Dr. Hafidz. “Inti dari semuanya adalah kemandirian. Semakin mandiri, semakin kita dapat melakukan segalanya sendirian,” papar Dr. Hafidz dalam sambutannya.

Selanjutnya, Dr. Dadan juga menyampaikan sambutan. “Kami memang sangat dekat dengan teknologi. Sedangkan, di sini sangat lekat dengan Syariah nilai-nilai Islam). Kami berfikir bagaimana kita bisa membuat kolaborasi. Seperti joint-degree atau membuat program studi yang memiliki keunggulan, misalnya, Program Studi Kewirausahaan Berbasis Wakaf.” ucap Dr. Dadan. “Jadi, kami berfikir dua kekuatan/keunggulan itu, satu teknologi dan satu Syariah (nilai-nilai Islam), suatu saat nanti bisa menjadi keunggulan bersama.”

Kemudian, acara dilanjutkan dengan diskusi, tanya jawab, sharing knowledge dan sharing experience. Beberapa program menjadi pembahasan menarik, seperti student exchange, course, joint-degree dan double-degree.  Kedua belah pihak saling memberikan tanggapan guna mencapai tujuan realisasi kerjasama dan kolaborasi yang bermanfaat untuk ummat. (Muhamad Fikrul Umam/Ed: Taufiq Affandi)

Muhamad Fikrul Umam

Muhamad Fikrul Umam

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *