Rektor UNIDA Gontor Menjadi Pemateri Pada Webinar Antarabangsa Ketamadunan Ilmu Siri 2 Yang Diadakan Oleh UiTM

Ustadz Hamid menjadi pemateri di webinar antarabangsa

Ponorogo – Rabu, 22 Dzulqo’dah 1443/22 Juni 2022, Rektor Universitas Darussalam (UNIDA Gontor) menjadi pemateri pada Webinar Antarabangsa  Ketamadunan Ilmu Siri 2: Falsafah dan Isu-Isu Semasa yang diadakan oleh Akademi Pengajian Islam Kontemporari (ACIS) Universiti Teknologi Mara (UiTM), Cawangan, Perak dengan Kerjasama Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.

Webinar ini dilakukan dengan pembagian 2 slot. Pada Slot 1, diisi oleh pemateri Prof. Madya Dr. Afandi Mat Rani, Dekan Akademi Pengajian Islam Kontemporari (ACIS), Universiti Teknologi MARA dengan tajuk: Tradisi Keilmuan Islam Masa Kini yang dimoderatori oleh Dr Ahmad Rozaini Ali Hasan. Pada Slot 2, diisi oleh Pemateri Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil, Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dengan Tajuk: Aliran Ideologi semasa dan Implikasinya terhadap Epistimologi yang dimoderatori oleh Dr. Norazmi Anas.

Pada Pembahasannya, Bapak Rektor UNIDA Gontor mengawali dengan Aliran Ideologi yang dilemma barat modern. Dari sinilah bermunculan Abstraction, futuristik, individualisasi, liberalisasi dan sekularisasi. Sehingga Worldview Barat Postmodern antara lain, nihilism, relativisme, anti otoriti, pluralisme dan liberalisme.

Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. menjadi pemateri di webinar Antarabangsa.

Beliau juga menyampaikan bahwa Kebenaran itu relatif, maka tidak ada satu kebenaran yang ekslusif pada zaman Postmodernisme. Plurarisme adalah anak dari relativisme. Susan laemmle, Dekan Fakultas Keagamaan Universitas California selatan mengungkapkan “All spiritual path are finally leading to the same sacred ground” yang berarti bahwa didalam aliran Pluralisme, Semua jalan spiritual akhirnya mengarah ke tanah suci yang sama.

Pada akhir sesi pembahasan, Prof Hamid memaparkan Penelitian seorang Doktor bergelar Ph.D tentang Pluralis yang mengutip dari Muqsith Ghazali, seorang pakar hubungan antar agama asal Indonesia dalam buku Argument Pluralisme Agama, Membangun Toleransi Berbasis al-Qur’an, antara lain:

1. Kafir (kufr) dalam al-Ma’idah ayat 17 tidak berlaku untuk semua orang Kristen, itu hanya untuk sekte Ya’qubiyah Najran. Rashid Ridha berpendapat bahwa sebagian besar pemeluk Protestan Eropa percaya bahwa Yesus hanyalah seorang Nabi dan bukan Tuhan.

2. Agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad sama dengan agama para Nabi lainnya, tetapi masing-masing Nabi memiliki syariatnya masing-masing, jadi kedatangan Nabi Muhammad bukan untuk meniadakan syariat lainnya.

3. “Kita harus mencari titik temu agama-agama dari tujuan semua syariah” 4. Tujuan syariat (mereka) boleh sama, tetapi bentuk syariatnya mungkin berbeda… syariat adalah jalan menuju keselamatan atau Tuhan. Jalan menuju tuhan tidak tunggal. Allah memberikan banyak jalan menuju perdamaian”.

Terdapat salah satu Pertanyaan dari peserta antara lain, “disamping ancaman ideologi-ideologi asing, perpecahan dalaman antara aliran-aliran mazhab diantara para agamawan juga kelihatannya semakin mengelirukan masyarakat. Mohon sedikit panduan daripada Prof. untuk mencapai titik kesatuan dlm menghadapi perbedaan-perbedaan aliran dalam masyarakat muslim sendiri”.

Prof Hamid pun menjawab “Kadang-kadang kita hanya permasalahkan masalah Furuiyyah. Seperti masalah perihal membaca Qunut dan lain sebagainya. Padahal Imam Syafi’i saja tidak membaca karena menghormati orang hanafi dll. Ini adalah masalah syariah yang mudah diselesaikan. Berbeda dengan masalah akidah yang lebih rumit. Kita harus bersatu karna memiliki akidah yang sama (wa taawanuw ala’ l birri wattaqwa)”.

Webinar ini dilaksanakan secara online dengan Platform Aplikasi Webex. Webinar ini dihadiri oleh 215 peserta. Bapak Rektor menutup pembahasannya dengan menyampaikan bahwa Akhlak adalah puncak dalam beribadah. Karena Akhlak merupakan beribadah dalam tingkat ihsan yang lebih baik dari Ibadah Mahdoh. (Red. Fahmi Akhyar F./Ed. Adrian Rizky p.)

Adrian

Adrian

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *