Dosen UNIDA Gontor ini Raih Nilai Tertinggi dalam IELTS Reading, Berikut Rahasianya

dosen-unida-gontor

PONOROGO – Salah satu dosen Universitas Darussalam Gontor berhasil meraih nilai 9 dalam reading section tes IELTS. Nilai 9 adalah sebuah nilai tertinggi dalam ujian kompetensi berbahasa Inggris standar Internasional ini. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ahmad Saifulloh, Ph.D., sekretaris universitas, Rabu (18/5).

“Alhamdulillah, hasil tersebut menjadi motivasi bagi segenap civitas akademika UNIDA Gontor,” ungkap doktor lulusan University of Sydney yang merupakan salah satu pakar bahasa Inggris di Gontor ini.

Sebagaimana diketahui, IELTS adalah sebuah tes yang menguji kemampuan seseorang dalam berbahasa Inggris. Tes ini dimiliki secara bersama oleh tiga lembaga internasional; British Council, IDP IELTS Australia, dan Cambridge English.

Dosen yang mendapatkan nilai 9 tersebut adalah M. Taufiq Affandi, dosen Kelas Internasional Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor). Ditanya mengenai rahasia dibalik full-mark tersebut, dosen ini mengungkapkan beberapa rahasianya.

1. Doa

“Dalam menghadapi ujian seperti ini, pertolongan Allah adalah yang utama,” ungkap Taufiq. Sebelum memasuki ujian, ia mengaku memohon bantuan kepada jajaran rektorat, para dosen senior, serta keluarga, untuk membantu mendoakan kelancaran ujian ini.

“Banyak faktor langit yang tidak bisa kita kendalikan saat ujian. Bagaimana jika kita telah melakukan persiapan selama berbulan-bulan ternyata kita jatuh sakit? Tentunya persiapan kita tidak akan ada gunanya,” ungkapnya

2. Mengajar Bahasa Inggris

“Mengajar adalah metode belajar yang terbaik,” ungkap Taufiq. Di UNIDA Gontor, dosen lulusan Hamad Bin Khalifa University ini berkesempatan untuk mengajar dan juga menyusun buku text book persiapan IELTS.

Selain mengajar di kelas, dosen ini juga membantu mengajar secara informal mahasiswa ataupun dosen lain yang sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian IELTS maupun TOEFL.

3. Tekad yang kuat

Menghadapi ujian yang sangat komprehensif seperti IELTS membutuhkan persiapan matang yang panjang. Tanpa tekad yang kuat, kita bisa kehilangan semangat di tengah jalan. Demikian ungkap dosen yang juga merupakan guru KMI Gontor ini.

Tekad yang kuat juga membantu menguatkan mental saat ujian. Ketenangan dalam ujian sangat penting mengingat ujian akan membutuhkan peserta ujian untuk menjaga fokus dalam rentang waktu 3 hingga 4 jam.

4. Berusaha menjadi native speaker

Hal selanjutnya yang dilakukan oleh dosen ini adalah dengan berusaha menjadi native speaker. Hal ini dilakukan dengan membaca, mendengar, berbicara, dan menulis segala hal dengan bahasa Inggris dalam rentang waktu bertahun-tahun.

Dosen yang berkesempatan mengunjungi negara Inggris pada 2010 ini berkesempatan menjadi koordinator program pertukaran pelajar mahasiswa Amerika di UNIDA Gontor selama empat tahun terakhir. “Dari program tesrsebut, alhamdulillah kami berkesempatan untuk banyak berinteraksi dengan native speaker,” paparnya.

5. Disiplin

“Kami belajar dari KH Hasan Abdullah Sahal bahwa tiada keberhasilan tanpa disiplin. Untuk itu, dalam persiapan ujian ini pun, disiplin memegang peranan yang sangat penting,” ungkap Taufiq.

Selama rentang waktu tiga bulan, dosen universitas yang bersistem pesantren ini mengalokasikan waktu tiga jam setiap harinya untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian. “Pada sebulan terakhir, menjadi 5 jam setiap harinya,” pungkasnya. [Au. Ahmad Kali Akbar, M.Pd.]

Ahmad Kali Akbar

Ahmad Kali Akbar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *