Cara Menumbuhkan Semangat Belajar ala Gontor

Cara Menumbuhkan Semangat Belajar ala Gontor

Motivasi dalam belajar merupakan hal yang sangat vital dalam proses belajar seorang pelajar, baik itu di level pendidikan dasar, menengah maupun perguruan tinggi. Tanpa memiliki semangat ataupun motivasi dalam belajar, seorang murid tidak akan dapat meningkatkan keilmuannya. Oleh karena itu, mengetahui cara menumbuhkan semangat belajar menjadi sangat penting baik bagi seorang pendidik maupun bagi pelajar itu sendiri.

5 Cara Menumbuhkan Semangat Belajar

Berikut lima dari sekian banyak cara yang diterapkan di Gontor dalam menumbuhkan semangat belajar:

cara menumbuhkan motivasi belajar dengan keikhlasan guru

1. Memiliki Jiwa Keikhlasan dalam Mendidik

Dalam falsafah pendidikan yang sering digaungkan di Gontor, disebutkan bahwa “Metode lebih penting daripada materi, guru lebih penting daripada metode, dan ruh guru lebih penting daripada guru itu sendiri. Ruh guru, dengan segala keikhlasannya yang terpancar dalam kesungguhan dan kerja kerasnya dalam mendidik, akan mengalirkan energi yang membangkitkan semangat pelajar.

Keikhlasan juga merupakan sumber datangnya hidayah. Dalam surat Yasin ayat 21 Allah berfirman:

اتَّبِعُوْا مَنْ لَّا يَسْـَٔلُكُمْ اَجْرًا وَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ

Artinya: Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Dengan mendapat petunjuk dari Allah, seorang pendidik dapat menemukan berbagai cara untuk menyampaikan materi dengan menarik, menemukan celah kekurangan yang perlu ia tingkatkan, serta mengetahui kelebihan dari dirinya dan muridnya yang dapat dimaksimalkan.

cara menumbuhkan semangat belajar - mendoakan

2. Selalu Mendoakan Murid

Pimpinan Gontor, KH Abdullah Syukri Zarkasyi dalam satu kesempatan menjelaskan bahwa seorang guru sejati adalah yang selalu mendoakan muridnya. Dengan kata lain, guru yang tidak pernah mendoakan muridnya perlu dipertanyakan keguruannya. Kemampuan kita sebagai manusia untuk menggerakkan hati orang lain sangatlah terbatas. Kerja keras dan berbagai cara apapun yang dilakukan seorang guru untuk menumbuhkan semangat belajar pada muridnya tidak akan dapat berhasil jika Allah SWT tidak membukakan hati murid tersebut.

Dalam surat Al-Qashash ayat 56 Allah berfirman:

اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

Artinya: Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

Terbukanya hati seorang murid untuk cinta dan tamak kepada ilmu adalah ibarat terbukanya hati seseorang kepada hidayah. Tanpa berdoa kepada pemilik dan pembolak-balik hati, maka usaha kita hanyalah ibarat pungguk merindukan bulan.

kreatif cara menumbuhkan semangat belajar

3. Kreatif dalam Mengajar

Di antara cara menumbuhkan semangat belajar yang juga perlu dicoba adalah dengan melahirkan ataupun mempelajari ide-ide baru dalam menyampaikan materi kepada pelajar. Menjadi kreatif bukanlah selalu berarti menggunakan berbagai peralatan canggih dan mahal. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ulum dan Mardhiyyah (2018) dan dimuat di jurnal At-Ta’dib yang diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor ditemukan bahwa penggunaan peralatan audio visual sebagai alat bantu mengajar tidak memiliki efektivitas setinggi yang diharapkan. Seorang guru ataupun dosen kreatif adalah dia yang mampu menggunakan berbagai sarana yang ada dengan maksimal dan dengan cara yang unik.

Meskipun demikian, bukan berarti seorang guru lantas ketinggalan zaman. Seorang guru yang memiliki alat canggih di tangannya harus dapat menggunakannya dengan kreatif dan bukannya menjadi tergantung dengan alat tersebut sehingga ‘tertipu’ dengan ‘ilusi’ bahwa menghadirkan alat canggih dapat serta merta membuat murid semangat belajar.

Dalam ujian Praktek Pengayaan Lapangan pada kegiatan kepramukaan di Gontor, seorang adika kelas 3 intensif dan 4 harus dapat menyampaikan materinya dengan dukungan alat bantu peraga yang kreatif, menarik namun juga efektif. Kemampuan ini diasah lagi saat kelas 5 pada KMD (Kursus Mahir Pembina Pramuka Tingkat Dasar), dan dimatangkan lagi saat kelas 6 pada Ujian Praktek Mengajar.

4. Mengaitkan Pelajaran dengan Kehidupan Nyata

Salah satu langkah penting untuk memotivasi pelajar adalah dengan menunjukkan kepada mereka kapan mereka akan membutuhkan ilmu tersebut. Terkadang seorang siswa tidak mengerti mengapa ia harus belajar matematika, biologi, fisika, ataupun statistik. Karena ia tidak merasa bahwa ilmu tersebut penting, ia tidak memiliki semangat untuk belajar.

Oleh karena itu, saat guru berada di kelas, hendaklah ia meluangkan waktu 5-10 menit untuk memberikan ilustrasi bagaimana kelak ilmu itu dapat ia gunakan dalam kehidupannya atau bagaimana ilmu itu terkait dengan keilmuan lain yang disukainya.

Lalu bagaimana jika tidak ada cukup waktu di kelas? Guru dapat memanfaatkan waktu untuk bertemu di luar kelas. Di Gontor, dengan sistem pendidikan 24 jam, salah satu momentum yang sering dimanfaatkan untuk pertemuan guru dan santri dan menyampaikan motivasi belajar adalah saat muwajjah (belajar terbimbing) baik di pagi hari (05.30-06.00) maupun di malam hari (20.00-21.30).

perpustakaan sebagai lingkungan pendukung motivasi belajar

5. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Kondusif

Tidak dapat kita sangkal bahwa lingkungan di mana kita berada akan mempengaruhi pola pikir, sikap dan tingkah laku kita. Hal ini semakin kental terasa bagi pelajar yang berada pada usia pembentukan. Jika seorang siswa ataupun mahasiswa dalam kesehariannya di dalam maupun di luar kelas selalu bersama-sama dengan orang yang mencintai ilmu, dan berada dalam suasana pendidikan yang kondusif, maka semangat belajarnya akan lebih tinggi dibandingkan mereka yang tinggal di lingkungan yang penuh dengan distraksi.

Dekan Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor, Al-Ustadz Dr Agus Budiman dalam hasil penelitiannya menyampaikan bahwa merekayasa lingkungan untuk mendukung proses belajar dapat memotivasi seorang penuntut ilmu untuk belajar dengan lebih baik. Di antara keunggulannya adalah “jumlah sumber belajar yang berada di lingkungan ini tidaklah terbatas”.

Untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, diperlukan peranan aktif baik dari pendidik maupun peserta didik. Lingkungan yang kondusif mencakup hal yang kecil seperti cara berpakaian, cara berbicara hingga hal-hal yang lebih besar.

Di Gontor, falsafah pendidikan yang ditanamkan dan diterapkan adalah; “Apa yang dilihat, didengar dan dirasakan adalah pendidikan”. Dengan demikian, siswa ataupun santri selalu berada dalam miliu pendidikan yang kondusif.

Epilog

Apa yang disebutkan dalam tulisan ini hanyalah beberapa cara dari sekian banyak cara untuk menumbuhkan semangat belajar. Hal yang perlu digarisbawahi bahwa mengetahui cara menumbuhkan semangat belajar tentu tidaklah sama dengan menguasainya. Hanya mengetahuinya saja tanpa pernah mempraktekkannya tentu tidak dapat merubah apa-apa. Mempraktekkan sekali juga tentu akan berbeda hasilnya dengan mempraktekkan berkali-kali dan dengan istiqamah. (M. Taufiq Affandi / Ed. Ahmad Kali Akbar, M. Pd)

Frequently Asked Questions

Setelah berbagai cara, masih ada satu atau dua pelajar yang tidak memiliki semangat belajar. Apa yang dapat dilakukan seorang guru ataupun dosen?

Terkadang ada siswa ataupun mahasiswa yang memiliki masalah di luar kelas yang mengganggu perasaan dan emosinya hingga ia tidak memiliki semangat belajar. Seorang pendidik dapat membantu dengan mencoba komunikasi secara personal dengan pelajar yang bersangkutan. Pendidik dapat membantu memberikan solusi atas permasalahan tersebut atau setidaknya memberikan perhatian terhadap pelajar tersebut. Di Gontor, peranan ini terutama dimainkan oleh seorang wali kelas yang setiap hari bertemu dengan santrinya dan dapat melihat jika terdapat perubahan gelagat pada santri yang bersangkutan.

Bagaimana memulai membangun lingkungan yang kondusif untuk belajar?

Dimulai dari keteladanan, dan kemudian didukung dengan disiplin. Tanpa ada keteladanan dan disiplin, maka lingkungan akan susah terbentuk.

Adakah tips terkait kreativitas dalam mengajar?

1) Perbanyak berkomunikasi dengan pendidik lain untuk mendapatkan ide, 2) Baca berbagai buku maupun sumber di internet, konfirmasikan dengan pendidik lain untuk mendapat masukan 3) Pastikan kreativitas tersebut tidak melanggar nilai ataupun norma yang ada.

Apakah anda memiliki pengetahuan ataupun pengalaman dalam meningkatkan motivasi belajar pada diri sendiri maupun pada orang lain? Tuliskan pengalaman anda di kolom komentar.

Artikel Terkait Cara Menumbuhkan Semangat Belajar:

Bagaimana membuat murid percaya pada Guru?

Penjelasan Ilmiah kenapa Murid harus Percaya kepada Guru

Ternyata Bahasa Arab di Gontor Diajarkan untuk Tujuan ini

Dr Dihyatun Masqon: Bahasa Arab, Bahasa Peradaban dan Budaya

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *