Universitas Darussalam Gontor

CARA menjadi orang sukses dunia akhirat


Kesuksesan adalah sesuatu yang ingin dicapai semua orang. Namun bagaimana cara untuk meraihnya? Berikut beberapa cara menjadi orang sukses baik di dunia maupun akhirat. Semoga  bermanfaat.

9 Kunci menjadi orang sukses dunia akhirat

Berikut 9 cara menjadi orang sukses dunia akhirat yang disarikan dari Al-Quran dan hadits.

Kita perlu memahami hakikat dari kesuksesan sebelum kita dapat mencapainya
Kita perlu memahami hakikat dari kesuksesan sebelum kita dapat mencapainya

1. Memahami arti dari sukses yang sebenarnya

Langkah pertama yang penting kita lakukan adalah menentukan apa definisi dari kesuksesan yang ingin kita tuju. Apakah yang dimaksud dengan kesuksesan? Apakah orang sukses adalah orang yang terkenal? Atau memiliki banyak harta? Atau memiliki kekuasaan yang sangat kuat?

Hal-hal tersebut bisa jadi bagi sebagian orang adalah tolak ukur dari sebuah kesuksesan. Namun sebenarnya kesuksesan adalah seseorang yang selama hidupnya dapat beriman kepada Allah, meninggal dalam keadaan husnul khatimah, serta mendapat ampunan dan ridha dari Allah SWT. 

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Mu’minuun ayat 1:

قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman

Dan dalam surat Ali Imran ayat 102 Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri) ”. [Ali Imran/3 : 102]

Dan Allah menegaskan dalam surat Al-Fajr Ayat 27-30

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ

فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ

وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْࣖ


Artinya:

Wahai jiwa yang tenang!

Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.

Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,

dan masuklah ke dalam surga-Ku.

2. Menguatkan keimanan

Sebagaimana disinggung dalam point yang pertama, keimanan merupakan salah satu indikator kesuksesan seseorang di dunia maupun akhirat. Secara lebih gamblang, Allah menjelaskan tentang keimanan dalam surat Al-Mu’minuun. 1-11

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ

qad aflaḥal-mu`minụn

Sungguh beruntung orang-orang yang beriman,

الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلٰو تِهِمْ خَاشِعُوْنَ

allażīna hum fī ṣalātihim khāsyi’ụn

(yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya,

وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ ۙ

wallażīna hum ‘anil-lagwi mu’riḍụn

dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,

وَالَّذِيْنَ هُمْ لِلزَّكٰوةِ فَاعِلُوْنَ ۙ

wallażīna hum liz-zakāti fā’ilụn

dan orang yang menunaikan zakat,

وَالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حٰفِظُوْنَ ۙ

wallażīna hum lifurụjihim ḥāfiẓụn

dan orang yang memelihara kemaluannya,

اِلَّا عَلٰٓى اَزْوَاجِهِمْ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُمْ فَاِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَۚ

illā ‘alā azwājihim au mā malakat aimānuhum fa innahum gairu malụmīn

kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela.

فَمَنِ ابْتَغٰى وَرَاۤءَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْعٰدُوْنَ ۚ

fa manibtagā warā`a żālika fa ulā`ika humul-‘ādụn

Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ ۙ

wallażīna hum li`amānātihim wa ‘ahdihim rā’ụn

Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya,

وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَوٰتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ ۘ

wallażīna hum ‘alā ṣalawātihim yuḥāfiẓụn

serta orang yang memelihara salatnya.

اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْوَارِثُوْنَ ۙ

ulā`ika humul-wāriṡụn

Mereka itulah orang yang akan mewarisi,

الَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ الْفِرْدَوْسَۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

allażīna yariṡụnal-firdaụs, hum fīhā khālidụn

(yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.


menolong orang lain akan membantu kita meraih kesuksesan
Menolong orang lain akan membantu kita meraih kesuksesan

3. Banyak menolong dan bersedekah

Kekuatan manusia dalam bekerja dan berusaha sangatlah terbatas. Untuk itu, salah satu cara menjadi orang sukses dunia akhirat adalah dengan mencari pertolongan dari Allah. Salah satu cara untuk mendapatkan pertolongan Allah adalah dengan “menolong Allah”. 

Dalam al-Quran Surat Muhammad Ayat 7, Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ

yā ayyuhallażīna āmanū in tanṣurullāha yanṣurkum wa yuṡabbit aqdāmakum

Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Selain itu, kita juga harus banyak berinfaq di jalan Allah, yang bisa diwujudkan dalam bentuk bersedakah ataupun berwakaf. Allah SWT berfirman:

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

maṡalullażīna yunfiqụna amwālahum fī sabīlillāhi kamaṡali ḥabbatin ambatat sab’a sanābila fī kulli sumbulatim mi`atu ḥabbah, wallāhu yuḍā’ifu limay yasyā`, wallāhu wāsi’un ‘alīm

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.


disiplin waktu cara menjadi orang sukses dunia akhirat
Disiplin waktu, salah satu kunci kesuksesan

4. Memiliki disiplin waktu yang baik

Tidak diragukan lagi, seorang yang sukses tentunya harus memiliki disiplin waktu yang baik. Islam sendiri telah mengajarkan dan melatih pemeluknya untuk selalu berdisiplin waktu. Salah satunya adalah dengan menepati waktu shalat.

Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa 103:

اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا 

 innaṣ-ṣalāta kānat ‘alal-mu`minīna kitābam mauqụtā 

Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. 

5. Meninggalkan hal-hal yang tidak berguna

Seorang yang ingin mencapai kesuksesan di dunia dan akhirat tentunya tidak boleh menyia-nyiakan waktu, tenaga dan pikirannya untuk sesuatu yang tidak mendukung tekadnya untuk mencapai kesuksesan. Dalam tuntunan Islam pun disebutkan bahwa tanda baiknya keislaman seseorang adalah saat ia dapat meninggalkan hal yang tidak berguna.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:«مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ». حَدِيْثٌ حَسَنٌ, رَوَاهُ التِّرْمِذِي وَغَيْرُهُ هَكَذَا.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara tanda kebaikan keIslaman seseorang: jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2318 dan yang lainnya)

6. Mencari mentor yang dapat menuntun untuk menjadi orang sukses

Dalam perjalanan menuju kesuksesan, terkadang seseorang tidak tahu kemana ia harus melangkah dan apa yang harus ia lakukan. Untuk itu, seseorang memerlukan mentor yang dapat membimbingnya, memberikan pengarahan, mengajarinya ilmu dan skill yang dibutuhkan, serta memberinya peringatan jika ia ternyata berjalan ke jalan yang Allah. 

Allah SWT berfirman Dalam surah an-Nahl ayat 43, “fas`alu ahla adz-dzikri inkuntum laa ta’lamuun.” Artinya, “Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.

Menjalani proses menuju kesuksesan harus dilakukan dengan sabar
Menjalani proses menuju kesuksesan harus dilakukan dengan sabar

7. Bersabar dalam menjalani proses

Allah telah menetapkan sunnatullah bahwa untuk mencapai sebuah kesuksesan diperlukan sebuah proses. Tentunya untuk menjalani sebuah proses, kita harus melewatinya dengan kesabaran.

Allah menegaskan dalam surat Al-Ashr bahwa manusia sesungguhnya merugi, kecuali yang beriman, berbuat baik, dan saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran.

Lebih lanjut lagi, Allah memerintahkan kita untuk meminta pertolongan dengan sabar dan shalat. Dalam Al-Baqarah 45, Allah berfirman:

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ

wasta’īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, wa innahā lakabīratun illā ‘alal-khāsyi’īnDan

Artinya: mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,

8. Tidak menzhalimi orang lain

Menjadi bangkrut tentu bukanlah tujuan orang yang berusaha menjadi sukses. Lalu apakah definisi dari orang bangkrut? Dalam sebuah hadith Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang bangkrut adalah orang yang banyak menzhalimi orang lain. Beliau bersabda:

وعن أبي هريرة رضي الله عنه، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال‏:‏ ‏”‏‏:‏أتدرون من المفلس‏؟‏‏”‏ قالوا ‏:‏ المفلس فينا من لا درهم له ولا متاع فقال‏:‏ ‏”‏إن المفلس من أمتي يأتي يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة، ويأتي قد شتم هذا، وقذف هذا وأكل مال هذا، وسفك دم هذا، وضرب هذا، فيعطى هذا من حسناته، وهذا من حسناته، فإن فنيت حسناته قبل أن يقضي ما عليه، أخذ من خطاياهم فطرحت عليه، ثم طرح في النار‏”‏ ‏(‏‏(‏رواه مسلم‏)‏‏)‏‏.‏

Apakah kalian mengetahui siapakah orang yang mengalami bangkrut (al-muflis)?

Para sahabat menjawabOrang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki sepeserpun dirham dan harta benda,”

Rasulullah bersabda, Sesungguhnya orang yang mengalami kebangkrutan dari kalangan umatku adalah orang yang datang pada Hari Kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun, pada saat yang sama, dia juga memikul dosa dari mencaci si fulan, menuduh si fulan berzina, dan memakan harta si fulan, dan menumpahkan darah si fulan, memukul si fulan (ketika masih hidup di dunia).

Karena itu, sebagian pahala kebajikannya diberikan kepada si fulan. Sebagian lagi kepada si fulan. Dan ketika kebajikan-kebajikannya telah habis, sebelum dia dapat melunasi kesalahan-kesalahannya, maka kesalahan-kesalahan orang-orang itu diambil untuk kemudian ditimpakan kepada orang tadi. Maka, dia pun dilemparkan ke dalam neraka.

9. Makan dari harta yang halal

Jika ingin sukses di dunia dan akhirat, jauhilah harta haram. Jangan makan dengan cara mencari keuntungan dari membuka aib orang lain, bermain judi, memakan riba, apalagi korupsi dan mencuri.

من ستر مسلمًا ستره الله يوم القيامة‏”‏ ‏(‏‏(‏متفق عليه‏)‏‏)

Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat. (Muttafaq Alaih)

إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ المُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ المُرْسَلِيْنَ فَقَالَ {يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا} وَقَالَ تَعَالَى {يَا أَيُّهَا الذِّيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ} ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌوَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَه

Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (thayyib), tidak menerima kecuali yang baik (thayyib). Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin seperti apa yang diperintahkan kepada para Rasul. Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih.’ (QS. Al-Mu’minun: 51). Dan Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.’ (QS. Al-Baqarah: 172). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan seseorang yang lama bepergian; rambutnya kusut, berdebu, dan menengadahkan kedua tangannya ke langit, lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, wahai Rabbku.’ Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram, bagaimana mungkin doanya bisa terkabul.” (HR. Muslim, no. 1015)

Kesimpulan cara menjadi orang sukses dunia akhirat

Dari penjelasan di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa untuk meraih kesuksesan dunia akhirat kita harus menguatkan keimanan dan ketaqwaan kita; melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Menurutmu, apa cara menjadi orang sukses yang terbaik? Adakah langkah-langkah untuk menjadi orang yang sukses yang belum tercantum di tulisan ini? Tuliskan pendapatmu di kolom komentar ya.

Penulis: M. Taufiq Affandi

Artikel Terkait Cara Menjadi Orang Sukses:

Ustadz Dr. Setiawan Bin Lahuri: Milikilah mimpi, meskipun itu jauh

Kekuatan Doa dan Mujahadah

Taufiq Affandi

Taufiq Affandi

Leave a Replay