Universitas Darussalam Gontor

Ahmad Fuadi Kobarkan Semangat Mahasiswa UNIDA dengan Mantra “Man Jadda Wajada”

Ahmad Fuadi Kobarkan Semangat Mahasiswa UNIDA dengan Mantra “Man Jadda Wajada”

UNIDA Gontor“Kalau saya tidak di Gontor, saya tidak akan di sini. Saya tidak akan menulis novel, tidak akan ke 40 negara dan tidak akan mendapat banyak beasiswa”, kata Ahmad Fuadi saat menjadi pembicara Wisdom Speech di Darussalam Gontor, Ponorogo, Sabtu (23/12).

Seorang penulis novel mega bestseller Trilogi “Negeri 5 Menara”, Ahmad Fuadi, ber kesempatan menjadi pembicara dalam Seminar Wisdom Speech. “The Power of Man Jadda Wajada, Berkiprah dari Nasional Menuju Internasional”, menjadi tema yang disugukan oleh panitia dari Program Studi Hubungan Internasional. Seminar ini diadakan di Main Hall Gedung Terpadu Lantai 4 dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi sekitaran Ponorogo dan Madiun.

Ahmad Fuadi Berfoto Bersama dengan Peserta Wisdom Speech
Ahmad Fuadi Berfoto Bersama dengan Peserta Wisdom Speech

Pada momen kali ini, A. Fuadi berbagi banyak cerita dan motivasi. Mulai dari tempat kelahirannya, sampai ia bisa menjadi public speaker dan keliling dunia seperti sekarang ini. Ia juga banyak bercerita tentang pengalamannya mondok di Pondok Modern Darussalam Gontor.“Yang paling mempengaruhi itu, saya pernah di Gontor. Kalau saya tidak di Gontor, saya tidak akan di sini. Saya tidak akan menulis novel, tidak akan ke 40 negara, tidak akan mendapat banyak beasiswa”, ungkap A. Fuadi di tengah acara.

Ia pun sangat berterima kasih kepada ustadz-ustadznya yang dulu mendidiknya dengan sungguh-sungguh dan penuh keihkhlasan. Dari sini juga yang menumbuhkan impian-impiannya untuk mencari beasiswa dan pergi ke luar negeri. “Ketika itu saya sedang tobur (antre) mandi, dan seperti biasa Bagian Penerangan memutarkan siaran radio luar negeri. Sumber suara itu begitu jauh dari luar negeri sana. Saya bergumam, Ya Allah semoga suatu saat nanti saya bisa mendatangi dan berkunjung ke sumber suara itu. Dan betapa Kuasanya Allah, impiannya benar-benar menjadi kenyataan saat dia bekerja menjadi Wartawan Voice of America (VoA). Jangan remehkan impian, Allah Maha Mendengar”, pesannya.

Selain itu, ia pun bercerita pengalamannya dalam berburu beasiswa. Berburu beasiswa sudah ia mulai semenjak ia menjadi mahasiswa semester satu di Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Padjajaran. Puluhan beasiswa berhasil ia dapatkan. Seperti beasiswa ke Kanada, Singapura, London, dan lain-lain. Keyakinan dan selalu berfikir positif adalah kuncinya untuk mendapat semua beasiswa itu.

Terakhir yang ia sampaikan ialah motivasinya dalam menulis. Ia mengatakan bahwa ia bisa menjadi public speaker dan novelnya begitu inspiratif, sampai-sampai ada versi Bahasa Inggrisnya (The Land of 5 Towers) tak lain  karena menulis. Ibnu Rusyd, seorang ilmuwan muslim juga bisa terkenal dan berjasa karena bukunya “Bidayatul Mujtahid”. Maka ia pun menyarankan agar minimal menulis satu buku seumur hidupnya. Ia pun mengutip suatu perkataan, “Peluru bisa menembus satu kepala. Tapi, tulisan bisa menembus ribuan kepala”. [Fikrul]

Iqbal Munir

Iqbal Munir

Leave a Replay