Universitas Darussalam Gontor

Hadist selain sebagai wasilah untuk memahami makna atau nilai-nilai ayat alqu’an. Hadist juga merupakan pendoman hidup yang lansung dari baginda nabi Muhammad SAW melalui perantara para sahabat nabi yang ‘alim, muttaqin  dan karya mereka yang waadih (jelas), wa multazim (terpercaya). Oleh karena itu, hadist akan sangat membantu umat muslim di kehidupan sehari-hari dan masa yang akan datang, sehingga akan terpecapainya khasanah dunia wa akhirot.

Allah telah berfirman, “niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan”. (QS. Al Mujadilah : 11). Sebagaiman Ibnu Abbas pernah mengatakan bahwa sesungguhnya para ulama’ mempunyai derajat-derajat diatas orang-orang mukmin sebanyak 700 derajat, yang jarak antara dua derajatnya adalah perjalanan 500 tahun.

Sungguh betapa mulia sekali orang-orang yang berilmu dan yang mengisi waktunya untuk meningkatkan nilai dirinya dengan ilmu. Rasulullah SAW bersabda, “para ulama’ adalah pewaris para Nabi”. Dan juga pernah bersabda, “Manusia yang paling utama adalah orang mukmin yang alim serta bermanfaat jika dibutuhkan. Jika ia tidak dibutuhkan, maka ia pun mencukupi dirinya”.

WASILAH SEMANGAT BELAJAR

Berikut, 10 hadist keutamaan ilmu dan ulama, dari kitab Matan Lubalul Hadist, Karya Jamaluddin bin Kamaluddin As Suyuthi :

  1. Nabi Muhammad SAW berkata kepada Ibnu Mas`ud RDH : “Ya Ibnu Mas`ud, dudukmu (walaupun sebentar) di majlis ilmu, walaupun tanpa memegang pena dan menulis satu hurufpun adalah lebih bagus daripada memerdekakan 1000 raqabah (budak), pandanganmu terhadap orang alim lebih bagus daripada 1000 kuda yang kamu sedekahkan di jalan Allah (sabilillah), salam-mu kepada orang alim lebih bagus daripada ibadah 1000 tahun”.
  2. Nabi Muhammad SAW bersabda: satu orang faqih (tahu hukum syariah) yang ahli wira`i (menjauhkan diri dari perbuatan yg dilarang syariah), bagi syetan itu lebih berat daripada 1000 ahli ibadah yang bodoh, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan ahli wira`i.
  3. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Keutamaan orang `alim (yang mengamalkan ilmunya) mengalahkan `abid (ahli ibadah) adalah bagaikan rembulan (bulan purnama) yang mengalahkan semua bintang-bintang”.
  4. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa berpindah tempat untuk menuntut ilmu (syariat) maka dosanya diampuni sebelum dia melangkah.
  5. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Mulyakanlah para ulama karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang mulya yang dimulyakan di sisi Allah SWT”
  6. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa setelah melihat wajah orang alim merasa bahagia, walaupun hanya sekali lihat saja, maka Allah SWT meciptakan dari pendangan tersebut seorang malaikat yang akan memintakan ampunan bagi orang tersebut hingga hari kiamat”.
  7. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa memulyakan orang alim maka dia benar-benar telah memulyakanku dan barang siapa memulyakaknku maka dia benar benar telah memulyakan Allah dan barang siapa memulyakan Allah maka tempat kembalinya adalah surga”.
  8. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidurnya orang alim lebih utama daripada ibadanya orang bodoh”.
  9. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa mempelajari satu bab ilmu (saja), baik diamalkan maupun tidak, maka itu saja sudah lebih baik daripada shalat sunat 1000 raka`at “.
  10. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa berkunjung (atau berziarah) kepada orang alim maka dia seperti mengunjungiku, barang siapa bersalaman dengan orang alim maka dia seperti menyalamiku, barang siapa duduk bersama orang alim maka dia seperti duduk bersamaku di dunia, barang siapa duduk bersamaku di dunia maka aku akan mendudukannya bersamaku di hari kiamat”

Sumber :

Kitab Matan Lubalul Hadist, karya Jamaluddin bin kamaluddin As SuyuthiKitab Ihya’ Ulumuddin, karya Imam Ghazali

Au. Muhammad Said Abrori/PBA 3/Ed. Riza Nurlaila, M.Pd.

Ahmad Kali Akbar

Ahmad Kali Akbar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *