Workshop Pengembangan Karir Dosen UNIDA Gontor

Workshop Pengembangan Karir Dosen UNIDA Gontor

UNIDA Gontor – Dalam rangka mengembangkan jabatan fungsional dosen UNIDA Gontor, Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK) UNIDA Gontor mengadakan workshop pengembangan karir bagi seluruh dosen. Pada Sabtu, 14 Maret 2020, di aula CIOS UNIDA Gontor. Dr Setiawan Lahuri berkenan membuka acara kali ini. Sekaligus memberikan pendahuluan. Yakni tentang pemantauan kepemilikan jabatan akademik. Apalagi, sepanjang bertambahnya jumlah dosen. Hal ini perlu bisa diurus melalui fakultas. Agar diseleksi, untuk koordinasi lebih lanjut ke BAUK.

Pengembangan karir menjadi penting. Hal ini harus juga diketahui oleh masing-masing dosen. Apalagi yang sudah lebih dari 4 tahun. Perlu segera mengurus berkas terkait. Dan mencari info terkait. Karena ini dalam rangka kontribusi kepada kampus. Karena, jabatan fungsional membantu akteditasi Universitas. Inilah perlunya meniatkan diri untuk kemanfaatan yang lebih luas. Agar diri sendiri turut mendapat manfaat, juga instistusi.

Pemateri kali ini adalah Prof Dr Achmadi Susilo, M.S. Yang merupakan asesor di LLDikti 7 Jawa Timur. Skala ideal jumlah guru besar di kampus seharusnya 10%. Ini ideal dari Dikti.

Ada beberapa hal penting yang harus diketahui: 1) persyaratan administrasi. 2) aturan baru tentang JaFa dosen. 3) implementasi aturan (baru) tentang JaFa. Yang mengusulkan di awal mula adalah kepala prodi. Lantas menuju ke dekan. Lalu diadakan review internal oleh tim internal. Lantas diadakan rapat senat; untuk diberi pengantar ke rektor.

Hal ini bisa dimulai dari tertib administrasi. Misalnya, saat di awal tahun ajaran mendapat SK mengajar dan lainnya. Ditata dalam satu map. Lantas berkas lain seperti kepanitiaan dan karya tulis, turut pula dikumpulkan. Di akhir semester, dapat direkap ke komputer dan diusulkan.

Di PAK tahun 2019 lebih banyak berurusan tentang karya tulis. Jurnal dan berbagai kriterianya. Untuk ‘loncat’ jabatan, loncatan diperlukan. Misalnya, dari kum point 100 dianjurkan ke 300. Lalu dilanjutkan ke 550. Dan seterusnya.

Ada tiga jenis kenaikan pangkat. 1) kenaikan secara reguler. 2) kenaikan dengan loncat. 3) kenaikan pangkat dalam JaFa yang sama. Karena beda jumlah kum.

Beberapa hal penting yang bisa dimulai adalah mengurus kelengkapan administrasi secara pribadi. Lalu tetap mengadakan tridarma perguruan tinggi secara konsisten. Hal ini akan membantu untuk memudahkan pengusulan jabatan fungsional.

Dalam hal karya ilmiah, perlu mewaspadai plagiasi. Karena, karya ilmiah sebagai syarat untuk kenaikan jabatan fungsional memilki beberapa poin yang berbeda. Misalnya jurnal terakreditasi Sinta atau Internasional. Selain itu, kita bisa memanfaatkan peraturan yang memudahkan. Misalnya, menjadi penulis korespondensi atau penulis utama.

Karya ilmiah yang sudah di-HKI kan tidak dapat digunakan untuk syarat khusus. Dosen yang sedang tugas belajar juga diperbolehkan mengajukan. Dengan syarat dan ketentuan tertentu. Bahkan, hasil penelitiannya dapat dinilai jika dipublikasikan. Apalagi jika karyanya publish di jurnal bereputasi; yang mana dapat menunjukkan liearitas pendalaman bidang ilmunya.

Jurnal memiliki klasifikasi tertentu. Juga nilai kredit masing-masing. Sehingga, perlu dicermati saat kita membutuhkan angka yang diperlukan untuk menuju kenaikan jabatan tertentu.


Penulis: M. Taqiyuddin, M.Ag, dosen Pendidikan Bahasa Arab Universitas Darussalam Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *