Warga Negara yang baik pada Pondok Pesantren

Warga Negara yang baik pada Pondok Pesantren

Pada sebuah negara tentu akan ada orang yang mendudukinya, itulah yang disebut dengan warga negara, supaya mereka hidup rukun tenang dan damai di aturlah undang-undang, warga negara yang melakukan aturan disebut warga negara yang baik. Warga negara yang baik melaksanakan kewajiban secara baik dan mendapatkan haknya serta dipergunakan dengan bijak. Pendidikan di pondok pesantren santri tidak hanya melaksanakan kewajiban negara berupa menaati aturan tetapi juga mematuhi aturan agama yang wajib maupun sunnah.

Pada tataran historis pondok pesantren merupakan pendidikan yang keberadaanya sudah lama ada di indonesia, yang eksistensinya teruji dari dahulu hingga sekarang. Pendidikan yang ada di pesantren menggunakan mata pelajaran umum dan pelajaran agama. Pada mata pelajaran umum sistem pembelajarannya di implementasikan dengan nilai-nilai dari agama islam supaya nilai yang terkandung berkaitan dengan unsur keislaman. Jika pendidikan dapat terlaksana dengan baik maka tujuan negara untuk membentuk warga negara yang baik (good citizen).

Budaya yang ada di pondok pesantren berpedoman terhadap dawuh kyai maka kyai adalah figur yang sangat di hormati dalam bidang ilmu keagamaan dan ilmu pendidikan. Seorang figur kyai dapat mengimplementasikan ilmu pendididikan umum dengan bidang ilmu agama islam, hal tersebut yang membuat pesantren memiliki keunggulan, karena nilai-nilai untuk menjadi warga negara yang baik koheren dengan nilai agama islam. 

Sistem dari pondok pesantren di UNIDA Gontor berpedoman terhadap pancajiwa yang  terbentuk terhadap pendidikan pesantren baik pada kurikulum, pendidikan maupun budaya dalam kehidupan sehari-hari. Isi dari Pancajiwa adalah (1) ikhlas, dalam kehidupan bernegara sifat ikhlas dapat menumbuhkan sikap jujur, adil, empati, setia dll. Apabila dalam kehidupan bermasyarakat dapat terlaksana sifat-sifat baik tersebut pasti akan membuat kehidupan bernegara yang lebih baik, (2) Sederhana, dalam kehidupan bernegara sikap sederhana atau hidup biasa saja tanpa berlebih-lebihan walaupun sebenarnya mampu, sikap sederhana atau tidak boros merupakan bagian yang diperlukan untuk membentuk warga negara yang baik dalam hal keuangan dan penghematan (3) Berdikari, sifat berdikari atau mandiri diperlukan dalam berbangsa dan bernegara. Bahkan di negara lain ada istilah wajib militer, apabila setiap warga negara mampu mengimplementasikan sifat berdikari maka secara tidak langsung sebuah negara dapat menjadi negara mandiri (4) Ukhuwah islamiah, persaudaraan yang kuat merupakan bekal dalam memperkuat persatuan dalam sebuah negara. Yang terpenting tidak muncul sifat chauvinisme. dan (5) Jiwa bebas, maksud dari jiwa bebas adalah belajar dan berfikir secara bebas tapi tetap berpatokan terhadap agama dan aturan negara .

Kelima sifat pancajiwa apabila tertanam dan terlaksana dalam kehidupan sehari-hari akan membentuk warga negara yang baik. Karena pembelajaran yang ada di pondok pesantren santri tidak hanya belajar teori yang pelaksanaanya hanya dikelas saja, akan tetapi santri juga belajar praktek dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pondok. Disini lah mengapa pendidikan di pesantren memiliki sisi lebih dibanding sekolah lain, dengan melihat sistem yang ada di pondok pesantren maka pembentuk warga negara yang baik dari pendidikan agama dan mata pelajaran umum ada pada pendidikan di pondok pesantren.

Penulis: Bekti Galih Kurniawan (Dosen UNIDA Gontor)
Editor: Ahmad Kali Akbar (Dosen UNIDA Gontor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *