Wajah Pendidikan di Era Pandemi

Wajah Pendidikan di Era Pandemi

Dewasa ini dunia digemparkan oleh adanya pandemi yaitu Covid-19. Hal tersebut membuat banyak sektor terhambat, salah satunya adalah pendidikan. Murid atau mahasiswa yang semula terbiasa belajar di sekolah atau kampus sekarang terganjal dengan adanya virus corona. WHO menganjurkan physical distancing untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. Keadaan ini membuat sistem pembelajaran berubah siap tidak siap menggunakan sistem daring. 

Keadaan pembelajaran secara daring (online) memang secara tidak langsung dipaksakan karena keadaan yang mendesak. Kondisi ini membuat semua sekolah dan kampus menggunakan aplikasi tatap muka seperti zoom, google meet  dan aplikasi non tatap muka (penugasan) seperti aplikasi google clasroom, schoology, edmodo, whatsapp group dll.

Di masa sekarang, guru atau dosen tidak hanya dituntut untuk mengajar secara langsung atau secara offline akan tetapi mereka juga dituntut untuk ahli dalam mengajar secara daring atau online. Pada penerapannya tentu ada hambatan atau kendala seperti perangkat elektronik baik dalam kepemilikan maupun penggunaanya. Tidak semua peserta didik mempunyai perangkat elektronik laptop maupun smartphone. Untuk menjalankan pun juga membutuhkan kuota yang tidak sedikit jumlahnya, karena setiap pelajaran harus online. Ditambah lagi dengan kondisi perekonomian yang juga terkena dampak dari pandemi ini yang secara langsung juga berimbas pada perekonomian wali murid atau wali mahasiswa. Menurut Kemenaker ada 3,05 juta pekerja baik itu formal maupun non formal yang terkena PHK. Bagi pengusaha atau pekerja yang tidak terkena PHK pun tetap mengalami dampak dari pandemi ini. Misalnya pedagang yang sepi pembeli, angkutan umum yang sepi penumpang, pekerja seni seperti event organizer dan wedding organizer yang banyak mendapatkan pembatalan pekerjaan.

Pemerintah sudah mencanangkan untuk berdamai dengan virus corona atau dalam bahasa sekarang disebut dengan new normal yang bertujuan untuk menjaga produktivitas kita dengan mematuhi aturan yaitu cuci tangan pakai sabun, selalu pakai masker, jaga jarak minimal satu meter, dan menghindari keramaian. Akan tetapi untuk sekolah dan kampus Kementrian Pendidikan belum mengeluarkan kebijakan resminya kapan boleh masuk secara langsung.

Hal berbeda datang dari kebijakan Kementrian Agama tentang diperbolehkanya santri kembali ke pondok pesantren dengan mengikuti anjuran protokol kesehatan Covid-19. Keputusan tersebut sesuai dengan surat Gubernur Jawa Timur bernomor 188/3344/101.1/2020, tanggal 29 Mei 2020 yang ditujukan kepada Bupati dan wali kota se-Jawa Timur dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Pemulangan santri ke pondok pesantren harus sesuai dengan protokol kesehatan, seperti surat keterangan bebas corona dan pemulangannya harus diantar menggunakan bus khusus. Dan sesampainya di pondok mereka harus melakukan tes kesehatan lagi dan setelah itu wajib karantina selama 14 hari.

Menurut Erdy Nasrul Redaktur Republika menyatakan Pondok pesantren mempunyai ciri khas tersendiri dalam mendidik santri ilmu tak hanya diajarkan dan selesai didalam kelas akan tetapi juga dipraktikan dalam keseharian.  Alasannya sederhana ilmu harus bermanfaat seperti pohon yang berbuah dan memberi manfaat kepada orang banyak.

UNIDA Gontor merupakan salah satu kampus dengan basic pesantren. Maka mahasiswa atau mahasiswinya dapat kembali ke kampus dengan menjalankan kaidah protokol kesehatan sesuai perintah di atas. Selama masa karantina 14 hari, mahasiswa/mahasiswi kuliah secara online. Setelah masa karantina selesai, mahasiswa dan mahasiswi dapat kuliah secara langsung dengan dosen. Sebuah kemudahan bagi mahasiswa/mahasiswi dan dosen UNIDA Gontor dapat kuliah secara langsung, ditengah pandemi dimana kampus-kampus yang lain tidak bisa melakukan kuliah secara langsung dan bertatap muka dengan dosen. Tetap jaga kesehatan dan semoga pandemi ini lekas berlalu.

Penulis: Bekti Galih Kurniawan (Dosen UNIDA Gontor)
Editor: Ahmad Kali Akbar (Dosen UNIDA Gontor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *