Ustadz Mujtaba: Metode Menghafalkan Al-Qur’an

Ustadz Mujtaba: Metode Menghafalkan Al-Qur’an

Bagi kita yang merupakan kaum muslimin, menghafalkan Al-Qur’an merupakan suatu perbuatan yang sangat mulia dipandangan Allah Subhanahu Wa Ta’aalaa. Namun, pada kenyataannya, menghafalkan Al-Qur’an tidak semudah membalikkan kedua telapak tangan. Menghafalkan Al-Qur’an tidak bisa dilakukan secara sembarangan, karena Al-Qur’an merupakan Kalam Ilahi. Maka berikut ini adalah pemaparan tentang metode menghafalkan Al-Qur’an yang di jelaskan oleh al-Ustadz Muhammad Shohibul Mujtaba, M.Ag. dalam Kajian Indah pada hari ke-14 Ramadhan (19/05/2019) di Masjid Jami’ Universitas Darussalam Gontor :

  • Memiliki Motivasi

Dengan memiliki motivasi, seorang muhafidz akan lebih semangat dalam menghafalkan serta menjaga hafalannya. Motivasi tersebut dapat kita dapatkan dengan membaca hadits-hadits dan ayat-ayat Al-Qur’an, baik tentang keutamaan-keutamaan menghafalkan Al-Qur’an maupun tentang kemuliaan Al-Qur’an.

  • Sesuai dengan Tata Cara Menghafal Al-Qur’an yang Benar

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan dalam menghafal Al-Qur’an, diantaranya :

Memiliki niat yang benar. Ketika akan mulai menghafal Al-Qur’an, jangan sampai terbesit di dalam hati untuk menghafalkan Al-Qur’an hanya karena ingin dipuji, ingin kuliah keluar negeri, ingin disebut muhafidz Al-Qur’an, dan sebagainya. Karena semua itu termasuk perbuatan riya’. Maka, niatlah menghafal Al-Qur’an agar mendapat petunjuk dan keridhoan dari Allah Subhanahu Wa Ta’aalaa.

Mencari kondisi dan tempat yang baik. Ketika seseorang ingin menghafalkan Al-Qur’an, maka agar mempermudahnya untuk menghafalkan dan menjaga hafalannya ia harus memiliki situasi, kondisi, dan tempat yang memungkinkan.

Memiliki teman yang baik. Memiliki teman yang baik akan mempermudah seseorang dalam menghafalkan Al-Qur’an. Terlebih jika mempunyai teman sesama penghafal Al-Qur’an, kita dapat saling mengingatkan, berlomba-lomba dalam menghafalnya, saling menguji, dan lain sebagainya.

Menjauhi maksiat. Sudah menjadi suatu kebutuhan bagi muhafidz Al-Qur’an untuk menjauhi maksiat. Karena maksiat akan menghambat proses menghafal Al-Qur’an. Selain itu, Imam Waqi’i berkata :

الْعٍلْمُ نُوْرٌ وَنُوْرُ الله لَا يُهْدَى لِلْعَاصِى


“Ilmu itu adalah cahaya dan cahaya Allah tak akan diberikan kepada orang-orang yang bermaksiat.”

Al-Qur’an merupakan sumber segala ilmu dan ilmu itu adalah cahaya. Sedangkan, cahaya Allah Subhanahu Wa Ta’aalaa tak akan diberikan kepada orang-orang yang bermaksiat.

  • Harus Mengetahui Adab dengan Al-Qur’an

Seorang penghafal Al-Qur’an haruslah mengetahui bagaimana cara dan adab memuliakan Al-Qur’an. Mulai dari menyentuhnya, membacanya, dan menghafalnya. Diantara adabnya ialah berwudhu terlebih dahulu sebelum membacanya, membacanya di tempat yang suci, menghadap kiblat, memegangnya dengan kedua tangan, dan sebagainya.

  • Mulailah Menghafal

Cara menghafal Al-Qur’an agar terus melekat di dalam ingatan dan tidak mudah lupa adalah dengan melakukan 3T 1M, yaitu tasmi’/talqin, tafahhum, tikror, dan terakhir, 1M yaitu muroja’ah.

Tasmi’/talqin. Ada perbedaan antara tasmi’ dan talqin. Tasmi’ ialah jika merasa bacaan Al-Qur’an kita dirasa sudah benar dari tajwid serta makhraj huruf nya. Maka, kita membacakan hafalan kita kepada seorang guru, sedangkan guru tersebut yang membenarkan atau mengoreksi. Adapun, talqin yaitu ketika bacaan Al-Qur’an kita dirasa belum lancar, maka seorang guru membacakan ayat Al-Qur’an kepada kita dan kita mengikutinya.

Tafahhum, yaitu memahami isi Al-Qur’an. Karena dengan memahami apa yang kita baca akan memperkuat hafalan supaya tidak lupa. Tafahhum dapat dilakukan dengan membaca kitab tafsir atau belajar kepada seorang guru. Jika sulit memahami makna kandungan ayat yang kita baca, minimal kita mengetahui artinya.

Tikror, yaitu mengulangi ayat sebelumnya yang sudah dihafalkan ketika proses menghafalkan Al-Qur’an. Contohnya kita menghafal surah Ar-Rahman dan sudah hafal dari ayat ke 1-5. Maka, ketika menambah hafalan ayat ke 6 dan seterusnya, ayat 1-5 yang sudah kita hafal ikut dibaca.

Murojaah, adalah mengulang-ulang hafalan. Maksud mengulang-ulang hafalan disini adalah mengulangnya di keseharian kita, seperti ketika sholat sunnah, ataupun ketika sedang waktu kosong dan waktu bersantai.

Itulah metode menghafalkan Al-Qur’an yang telah dijelaskan oleh Al-Ustadz Muhammad Shohibul Mujtaba, M.Ag. yang in syaa Allah bermanfaat dan bisa diamalkan. [M. Raffi Fauzi/Ed:Muhamad Fikrul Umam]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *