UNS Tutup Rangkaian Workshop PKU VIII di Solo

UNS Tutup Rangkaian Workshop PKU VIII di Solo

SURAKARTAWorkshop yang digelar di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Ahad (22/2) pagi, menjadi aktivitas terakhir Program Kaderisasi Ulama (PKU) VIII Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor di Kota Solo dan sekitarnya. Kali ini, tema yang disampaikan menyangkut permasalahan pluralisme dan multikulturalisme di Indonesia, ditambah pembahasan lain tentang relasi Islam dan negara. Peserta yang hadir memenuhi ruang pertemuan yang disediakan panitia. Mereka begitu antusias menyimak pemaparan tiga pemateri yang dihadirkan PKU.

Pembicara pertama tentang pluralisme dalam pandangan agama-agama di Indonesia, Abdul Wahid, menjelaskan dampak buruk paham yang menyamakan agama-agama ini. Ia memaparkan asal muasal munculnya paham ini yang tampak sebagai pahlawan perdamaian pembawa misi toleransi. Namun, di balik itu tersembunyi sebuah tujuan untuk menghilangkan nilai-nilai kebenaran dari suatu agama. Sehingga, tidak boleh lagi ada agama yang mengaku sebagai satu-satunya yang memiliki kebenaran. Untunglah, gerakan pluralisme di Indonesia ditentang keras setiap agama yang memandang betapa berbahayanya paham pengusung relativitas kebenaran ini, terutama Islam.

Sedangkan Ahmad Sofyan Hadi, sebagai pembicara kedua, menyampaikan pengaruh paham multikulturalisme pada pendidikan Islam saat ini merayap pelan-pelan tanpa disadari. Hal ini bisa terjadi dengan dalih-dalih toleransi yang kebablasan. Orang-orang sudah tidak mengindahkan batasan toleransi yang tidak boleh merambah ranah keyakinan. Akhirnya, seorang muslim pun ikut-ikutan perayaan Natal atau terlibat dalam doa lintas agama. Multikulturalisme ini sangat berpotensi mengikis sedikit demi sedikit keimanan umat Islam.

Adapun tentang relasi Islam dan negara, Cecep Supriadi, pembicara terakhir, mengatakan secara tegas bahwa Islam sama sekali tidak bisa dipisahkan dari kehidupan bernegara. Islam tidak mengenal sekularisasi atau sekularisme karena Islam adalah agama yang menyatu dengan segala sisi kehidupan, tak terpisahkan. Demikian pula halnya dengan negara, Islam sangat berperan dalam mewujudkan negara yang ideal dan menciptakan masyarakat yang madani.

Acara berlangsung sukses dan mendapatkan apresiasi lebih dari dosen-dosen dan para mahasiswa-mahasiswi UNS. Mereka berharap PKU bisa hadir kembali pada tahun berikutnya, karena kajian berwawasan pemikiran dan peradaban Islam seperti ini memang sangat diperlukan umat, terutama masyarakat muslim Solo dan sekitarnya. Ini juga merupakan sebuah upaya untuk menciptakan umat Islam yang militan demi berhadapan dengan proyek kritenisasi yang makin marak belakangan ini.*elk

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *