Universitas Negeri Malang dan Bustanul Ulum Jember Terima Kedatangan PKU VIII

Universitas Negeri Malang dan Bustanul Ulum Jember Terima Kedatangan PKU VIII

MALANG–Didampingi seorang pembimbing, Harda Armayanto, M.A., Program Kaderisasi Ulama (PKU) VIII Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor menggelar workshop pemikiran dan peradaban Islam di Universitas Negeri Malang (UM), Selasa (17/2) pagi. Acara ini didukung Lembaga Penelitian dan Pengabdiankepada Masyarakat (LP2M) UM.

Ketiga pembicara dari PKU VIII yang dihadirkan pada workshop kali ini membawa tema tentang problematika pendidikan. Aqil Azizy, pembicara pertama, menyampaikan materi tentang liberalisasi kurikulum pendidikan. Ia memaparkan hasil penelitiannya terkait infiltrasi budaya Barat atau paham-paham semacam liberalisme, pluralisme, dan lain sebagainya di buku-buku pelajaran sekolah. Ia menemukan adanya upaya Barat untuk merusak akhlak generasi muda Indonesia, khususnya anak-anak muslim.

Sedangkan Ahmad Sofyan Hadi, pembicara kedua, membahas problem multikulturalisme dalam pendidikan agama Islam. Dalam pembahasannya, paham multikulturalisme ini telah menggiring umat Islam kepada toleransi yang kebablasan. Salah satu contoh akibat toleransi berlebihan itu, lahirlah praktik doa lintas agama yang dapat mengaburkan keyakinan seorang muslim, hingga berujung pada pengikisan nilai-nilai keimanan.

Pembicara terakhir, Saiful Anwar, menyampaikan tema yang sedikit berbeda, yaitu tentang problem pendidikan keluarga berwawasan gender. Saiful mengungkap adanya upaya kaum feminis untuk memasukkan paham-paham feminisme atau kesetaraan gender dalam ruang lingkup keluarga. Paham ini menuntut persamaan antara laki-laki dan perempuan, baik hak maupun kewajiban. Menurut Saiful, jika paham ini sampai diadopsi sebuah keluarga, maka tunggulah kehancuran keluarga tersebut.

Sementara di tempat lain, di Jember, workshop digelar di Pondok Pesantren Bustanul Ulum. Rombongan PKU di salah satu daerah Tapal Kuda ini dibimbing H. Badrun Syahir, M.A. dan Hasib Amrullah, M.A.

Di pesantren ini, PKU VIII diwakili dua orang anggotanya. Keduanya membahas tema yang berbeda. Salah satunya, M. Kali Akbar, memaparkan permasalahan hermeneutika yang sangat bertentangan dengan konsep takwil atau tafsir dalam Islam. Sedangkan pembicara kedua, Haryanto, mengupas pemikiran Nietzsche yang sangat mempengaruhi pemikiran orang-orang liberal saat ini. Pemikiran ini mengarah kepada nihilisme yang bisa berakibat pada ateisme alias kekufuran.

“Sebenarnya, munculnya kata-kata seperti ‘Tuhan membusuk’ dan ungkapan-ungkapan liberal lainnya terpengaruh pemikiran Nietzsche,” kata Haryanto.

Pemaparan peserta PKU VIII di kedua tempat tersebut mampu menarik perhatian para peserta yang hadir. Mereka sangat antusias mengikuti workshop. Mereka tersadarkan untuk lebih waspada terhadap paham-paham Barat yang benar-benar menyesatkan tersebut.*elk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *