AICIF Bahas Peran Keuangan Sosial Islam dan Perkuat Pembangunan Ekonomi

AICIF Bahas Peran Keuangan Sosial Islam dan Perkuat Pembangunan Ekonomi

UNIDA GONTOR – Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan ASEAN Universities Conference Islamic Finance (AICIF 7th 2019), Pada tanggal 3-4 Desember 2019.

Acara ini sukses diselenggarakan, dalam penyelengaraannya UNIDA Gontor bekerja sama dengan the International Council of Islamic Finance Educators (ICIFE), Mindanao State University (MSU) Philippines, International Islamic University of Malaysia (IIUM), Universitas Islam Negeri Sunan kalijaga (UINSA) Yogyakarta, Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Fathoni Thailand University dan Tazkia University College of Islamic Economics Sentul Bogor,

Sebelumnya, pada 2018, AICIF diadakan di Hotel New World Makati Manila, Philipina, 14-15 November tahun lalu. Konferensi Internasional pada tahun ini mengangkat tema “Revival Of Islamic Social Finance To Streghthen Economic Development Toward A Global Industrial Revolution”.

Tujuan dari diselenggarakannya acara ini adalah sebagai salah satu langkah univesitas melalui akademisinya untuk mendiskusikan masalah-masalah keuangan sosial masyarakat muslim dan juga menyoroti peran keuangan sosial Islam dalam memperkuat pembangunan ekonomi, serta konsekuensi dari kebangkitan keuangan sosial Islam yang muncul dalam revolusi industri global.  Sehingga pada konferensi ini banyak mempertemukan para akademisi, pembuat kebijakan, pakar dan para praktisi ekonomi Islam global khususnya di wilayah ASEAN.

Selain itu, yang tidak kalah penting dari rangkaian acara ini untuk memperkuat hubungan antara Universitas-universitas yang terlibat di Negara-negara ASEAN yang menyediakan program keuangan sosial Islam dan kemudian mengedepankan solusi yang memungkinkan untuk pengembangan tersebut.

Pada Hari pertama, konferensi ini dibuka langsung secara resmi oleh Presiden Universitas Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal didampingi oleh Rektor Universitas Darussalam Gontor, Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. dengan menghadirkan keynote Speech untuk babak awal Prof. Dr. Monzer Kahf (Profesor, Islamic Finance & Economic, Istanbul Sabahattin Zaim University, Turkey) dan juga Prof. Khalaf Solaman Soleh Alnemari (professor in Islamic economy Umm Al-Qura University Saudi).

Dalam sambutannya KH. Hasan merasa senang dan bersyukur dengan dihelatnya AICIF di UNIDA Gontor, beliau juga sedikit menjelaskan jika Pondok Modern Darussalam Gontor dari dulu juga selalu menanamkan disetiap jiwa para santrinya menjadi entrepreneur muslim yang siap terjun dimasyarakat guna membantu membangkitkan perekonomian Islam.

Dalam kesempatannya yang sama  Rektor UNIDA Gontor Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. menambahkan, bahwa beliau menyadari bagaimana masyarakat muslim begitu merasakan dampak dari kondisi ekonomi global yang tidak menentu ditengah peran besar dari ekonomi kapitalis dan sosialis, besar harapan Prof. Amal,  jika ekonomi Islam mampu mengambil peran dalam mengatasi keguncangan ekonomi kontemporer.

“Ada dua system ekonomi di dunia yaitu kapitalis dan sosialis, saat ini ekonomi sosialis telah runtuh dan kapitalis pun sudah mulai masa kemundurannya juga, satu-satunya solusi akan kondisi ini adalah ekonomi Islam termasuk juga keuangan Islam” jelasnya.

“Penerapan ekonomi bagi saya adalah bukan hanya pada syariah namun juga termasuk bentuk ibadah kepada Allah SWT”, papar Guru Besar dalam bidang Ilmu Aqidah.

Beliau juga sedikit menambahkan jika UNIDA juga telah mengembangkan  pusat studi AWQAF International atau ICAST (International Center of Awqaf Studies), sebagai bentuk kesiapan dan kesungguhan UNIDA dalam memajukan system ekonomi Islam.

Selanjutnya, pemateri pertama Prof. Dr. Monzer Kahf, menjelaskan mengenai peran Waqaf sebagai salah satu sektor keuangan Islam. Menurutnya untuk meningkatkan system waqaf ini dapat dilakukan melalui beberapa alternative diantaranya melalui membuat investasi awqaf untuk menghasilkan pendapatan untuk mendukung sosial relikus institusi,

Inovasi dalam fiqh dan manajemen awqaf yang baik dengan mencangkup seluruh kelas bukan hanya orang kaya saja, fleksibilitas untuk menginvestasikan kembali property awqaf,  meningkatkan hukum yang menjamin system waqaf dan lainnya.  Beliau juga menambahkan bahwa karakteristik waqaf sekurangnya tediri atas 4 hal, yaitu: Righteousness (birr), perpetuation/ Temporaly, Accumulation, Protection.

Sedangkan Prof. Khalaf Sulaiman Shalih Annimary menegaskan bahwa  keuangan Islam dapat membantu meningkatkan stabilitas sektor keuangan yang didasarkan pada kesetaraan dan pemerataan pendapatan dan kekayaan, sehingga hal ini dapat membantu mengurangi ketimpangan pendapatan diseluruh dunia, dan juga mempromosikan kesejahteraan bersama dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, berbeda halnya dengan keuangan konvensional.

Selain itu ada juga paparan hasil penelitian tentang keuangan dan ekonomi Islam, berupa diskusi panel, kelas pararel presentasi oleh peserta dalam negeri maupun luar negeri yang telah mengirimkan papernya. Setidaknya lebih dari 100 presentator hadir dalam acara ini. [Ragil/Ed. H. Wafi]

Artikel terkait:

Scarcity atau Kelangkaan, Pengertiannya dalam Ilmu Ekonomi

Gerakan Indonesia Sadar Wakaf Perdana di Kaltim: Tonggak Kebangkitan Ekonomi Ummat dan Bangsa

Makroekonomi Islam: Wujudkan Keadilan Sistem Ekonomi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *