UNIDA Gontor Raih 3 Juara pada Acara SUKARABIC 2019

UNIDA Gontor Raih 3 Juara pada Acara SUKARABIC 2019

UNIDA Gontor – Delegasi UNIDA Gontor meraih 3 juara pada acara SUKARABIC (Sunan Kalijaga Arabic Competition) 2019, pada Kamis-Jumat, 12-15 September 2019 di UIN Sunan Kalijaga, Yogjakarta.

Diantara penghargaan yang diraih adalah juara 1 lomba baca berita, juara 3 lomba puisi dan juara umum untuk kategori khirab. Beberapa delegasi yang meraih juara antara lain ; Juara 1 baca berita atas nama Harist Furqon/PBA 3, juara 3 Puisi atas nama Raden Adiyawarman/HI 7. Juara umum Khirab diraih delegasi UNIDA Gontor karena kekompakkan, kerjasama, dan solidaritas antar peserta dalam 1 delegasi selama perlombaan berlangsung. Sementara Juara umum diraih oleh Pondok Pesantren An-Nuqoyah, Sumenep, Madura.

Terdapat 6 cabang perlombaan diantaranya puisi, baca berita, pidato, ghina ‘aroby, debat dan arabic essay. UNIDA Gontor sendiri mengirimkan 14 delegasi dengan rincian 2 peserta puisi, 2 peserta baca berita, 2 peserta pidato, 2 peserta ghina ‘aroby dan 2 tim debat.

Peserta yang mengikuti acara ini terdiri dari universitas dan pondok pesantren di Indonesia, bahkan dari negri jiran, Malaysia. Dengan mengikuti acara ini diharapakan peserta dapat mengetahui seberapa layak skill berbahasanya dan sebagai ajang bertukar pikiran antar peserta umtuk dapat meningkatkan kemampuannya.

Pelepasan Delegasi SUKARABIC 2019

Persiapan untuk mengiriman delegasi, terbilang panjang. Dewan Mahasiswa dari Bagian Bahasa melakukan proses seleksi 1 bulan sebelum pemberangkatan, dengan 2 kali proses penyeleksian. Seleksi pertama untuk cabang lomba puisi, baca berita, ghina ‘aroby, dan arabic essay, sementara seleksi yang kedua dilakukan 2 minggu setelah seleksi pertama untuk cabang lomba debat dan pidato.

Mayoritas peserta yang terpilih adalah dari mahasiswa semester 1, dengan tujuan untuk memperkenalkan kepada mereka tentang perlombaan, menambah wawasan dan pengalaman. Selain itu juga sebagai langkah untuk kaderisasi agar kedepannya delegasi yang dikirimkan bisa berkelanjutan.

Melihat kemampuan peserta yang masih awan, dilakukan karantina intensif selama 1 pekan. Waktu pelaksanaan karantina adalah pada pagi hari, siang, dan malam hari di Gedung terpadu lantai 5 serta ruang transit Gedung terpadu lama lantai 1.

Selain dari pada pengalaman mengikuti perlombaan, ternyata peserta dari UNIDA Gontor mendapatkan pengalaman yang jauh lebih berharga, yaitu mengisi kultum subuh di Masjid Baitu Naim, Mergangsan, Wirogunan, Yogyakarta yang berlokasi didekat tempat tinggal delegasi. Selain itu pada sore hari juga berkesempatan untuk mengajar TPA di Masjid yang sama. “Kita juga menjadi guru ngaji untuk masyarakat sekitar selama 7 hari”, ungkap Ali Faturahman selaku pedamping peserta.

Dengan mengikuti acara ini, diharapkan dapat menumbuhkan semangat peserta delegasi untuk terus mengasah bakatnya, dan dapat mengispirasi mahasiswa untuk ikut andil mengaharumkan almamater UNIDA Gontor melalui skill, karya dan inovasi yang dimiliki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *