UNIDA Gontor bisa! Sukses Membangun Bisnis Startup

UNIDA Gontor bisa! Sukses Membangun Bisnis Startup

UNIDA Gontor – Perkembangan jual-beli hari ini sudah berbeda dengan jual-beli di tahun sebelumnya. Para konsumen pun beralih kepada penjualan maupun pembelian secara praktis, hal ini dikarenakan berkembangnya bisnis berbasis teknologi. Hanya dengan mengklik pada laman yang dituju kemudian mengikuti instruksi dari lamannya, maka barang dengan mudah didapatkan. Tidak hanya kemudahan yang didapatkan melalui daring, efisiensi waktu pun juga jauh lebih cepat.

Seminar dengan tema Build Your Start Up for Islamic Millenial Generation merupakan bagian dari kegiatan penambahan pengetahuan dan wawasan dalam dunia kewirausahaan. Acara tersebut merupakan bagian dari rentetan acara UNIDA Islamic Entrepreneur Bootcamp yang diadakan selama 2 hari yakni 10-11 Maret 2019 di UNIDA Gontor.

Pendiri OPPAL, Abdul Halim menyampaikan bahwa dalam catatan Forbes orang terkaya sedunia pada hari ini lebih mulai didominasi oleh pemilik sistem teknologi online. Misalkan; Sergey Mikhailovich Brin dan Lawrance Edward Page pendiri Google, Jack Ma CEO Ali Baba, Mark Elliot Zuckerberg CEO Facebook, William Henry Gates III atau Bill Gates CEO Microsoft Corp. dan lain-lain. “Investasi terbesar hingga hari ini adalah pada startup berbasis teknologi tinggi,” ujar Halim, saat memaparkan materinya, Ahad, (10/3).

Halim juga memaparkan untuk menjadi startup harus bisa membaca lingkungan sekitar, dan mengetahui kebutuhan pangsa pasar masyarkat saat ini. Dalam hal ini, ia memnyampaikan tiga hal yang membuat orang tertarik mendirikan startup, yakni little money to start, big return, dan early retirement.

Ia juga menyarankan di dalam memulai startup harus memiliki partner yang baik dan hebat agar dapat memudahkan jalannya startup. “Kalian sendirilah yang bertanggung jawab dalam menjalankan startup untuk menjadi sukses,” pesan Halim.

Di seminar tersebut Head of Marketing at Pawoon, Deddy Purwanto menyampaikan bahwa untuk membangun startup berskala besar harus memiliki pribadi yang kuat dan tidak pernah mengeluh. Karena untuk memberikan kepercayaan kepada para investor harus bisa menyakini usaha yang akan dikembangkan agar para investor membantu startup usahanya.

Ia pun menyampaikan 5 kunci untuk sebuah ide yang bagus, “1. Passion, 2. Project, 3. Reflect, 4. Critiques, 5. Expand,” ujarnya.

Ia pun mengutarakan problematika yang terjadi terhadap startup adalah fokus yang berlebih pada pengembangan produk di awal. Sebuah perusahaan besar kadang menunggu lama dalam menjalin hubungan serius dengan pelanggan. “Seharusnya kita harus fokus terhadap pelanggan bukan pengembangan produk.”

Hal serupa yang diungkapkan oleh CEO Warung Pintar, Sofian Hadiwijaya yang telah memiliki pengalaman jatuh bangunnya sebuah usaha yang dikembangkannya. Ia memulai startup dengan membangun 5 perusahaan setelah berkali-kali belajar dari kegagalan startup yang dibangunnya.

“Jika talent digabungkan dengan effort maka akan menghasilkan skill, dan jika skill digabung dengan effort maka akan menghasilkan achievement,” ujar Sofian.

Sebelum membangun sebuah startup harus diawali dengan gertakan kemauan kemudian dilanjutkan dengan praktek. Sofian pun memotivasi mahasiswa UNIDA Gontor untuk menjadi pengusaha yang baik dan sesuai dengan syariat Islam.

Terkait startup yang akan dijalankan oleh mahasiswa UNIDA Gontor Dr. Ir. Muhammad Ridho Zarkasyi, M.M. menambahkan dengan program selama 5 bulan, adapun peserta akan direkrut dari mahasiswa UNIDA Gontor hingga seleksi akhir. Ia pun menyampaikan juga bagi peserta yang berhasil lulus dalam program ini akan dipertemukan dengan para investor.

“Salah satu target yang harus tercapai adalah menciptakan entrepreneur Islam dengan dasar nilai-nilai syari’at Islam,” harap Ir. Ridho.

Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. dalam pembukaannya menyampaikan bahwa Gontor memiliki spirit yang tinggi dalam hal entrepreneurship. Oleh karena itu entrepreneurship di UNIDA Gontor merupakan bagian dari kurikulum intra dan ekstrakulikuler. (Tonny Ilham)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *