UNIDA Gontor Fotografi Hadiri Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia (JFMI)

UNIDA Gontor Fotografi Hadiri Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia (JFMI)

Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia (JFMI) merupakan ajang silaturahmi antar komunitas/organisasi fotografi mahasiswa seluruh Indonesia, tempat saling berbagi ilmu fotografi serta saling mengenal budaya dan kekhasan dari suatu daerah yang terpilih menjadi tuan rumah JFMI. JFMI telah terlaksana di 8 kota yaitu Yogyakarta, Bandung, Malang, Surabaya, Lombok, Lampung, Makasar, Solo dan Cirebon.

jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia (JFMI) merupakan ajang silaturahmi antar komunitas/organisasi fotografi mahasiswa seluruh Indonesia, tempat saling berbagi ilmu fotografi serta saling mengenal budaya dan kekhasan dari suatu daerah yang terpilih menjadi tuan rumah JFMI. JFMI telah terlaksana di 8 kota yaitu Yogyakarta, Bandung, Malang, Surabaya, Lombok, Lampung, Makasar, dan Solo. Memasuki JFMI ke – 9 tahun 2016 Cirebon sebagai tuan rumah merupakan bentuk kepercayaan dari seluruh komunitas/organisasi fotografi mahasiswa Indonesia pada saat Musyawarah Nasional Forum JFMI 8 Kota Solo. Terpilihnya kota Cirebon sebagai tuan rumah JFMI 9 merupakan ajang untuk mempromosikan kebuayaan serta pariwisata yang di miliki Cirebon dan sekitarnya dalam kancah nasional, serta bentuk kesiapan dari Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) KLISE Fotografi Unswagati Cirebon selaku pelaksana kegiatan ini. Mengangkat tema “Diversity Shines Here” yang artinya keberagaman bersinar di sini. Secara geografis Kota Cirebon berada pada 6’41 LU 10’33’ BT / 6,683′ LU 108,55′ BT atau dipesisir pantai utara Jawa. Dengan luas hanya 37,38 Km2 Kota Cirebon berbatasan langsung dengan Kabupaten Cirebon, Kuningan, Majalengka dan Indramayu. Terdapat perbedaan kontur yang signifikan pada lima wilayah pada satu karisidenan ini. Sejarah berdirinya Cirebon berperan besar terhadap perkembangan kebudayaan dan tradisi yang masih bertahan hingga kini. Keanekaragaman itu pula yang menjadikan Cirebon bermukim berbagai etnis seperti Jawa, Sunda, Tiong Hoa, India, Arab dan lainnya. Keanekaragaman yang berpadu indah dalam wujud budaya tradisi dan kehidupan masyarakatnya. Bahkan, ada dua bahasa daerah pokok yang digunakan masyarakat untuk berkomunikasi sehari-hari yakni: Bahasa Cirebon dan Bahasa Sunda.

Sebanyak 400 peserta dari berbagai universitas negeri dan swasta di Indonesia, mengikuti “Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia (JFMI) ke-9 Cirebon” yang berlangsung selama 3 hari mulai Selasa hingga Kamis (18-20 Oktober 2016). Kegiatan tahunan yang tujuan utamnya yakni guna mempererat tali silaturahmi antar komunitas fotografi mahasiswa se Indonesia itu kali ini digagas oleh Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) Fotografi ‘Klise’ Unswagati Cirebon.

Ketua Panitia kegiatan, M. Khasbie Fikri menerangkan, dalam pelaksanannya agenda kegiatan tidak hanya menggelar acara seremonilal semata melainkan di dalamnya juga diisi dengan pendalaman materi tentang ilmu fotografi. Pihaknya, kata Fikri, sengaja mendatangkan dua orang pemateri dari kalangan fotografer senior asal Jakarta yakni Setiadi Darmawan yang ahli dalam bidang fotografi pariwisata dan budaya Indonesia serta Ray Bachktiar yang ahli dalam bidang fotografi eksperimental.

“Ratusan peserta yang datang ke sini dari berbagai kampus. Bukan hanya kampus yang ada di Pulau Jawa saja, melainkan dari Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, Maluku serta Ternate, juga turut hadir dalam agenda tahunan ini,” katanya disela kegiatan.

Dari beberapa ukm yang ada di Indonesia UKm UFO Unida gontor ponorogo juga ikut serta menjadi salah satu peserta ukm photografi yang mewakili dari ponorogo. Dari Ukm UFO Ponorogo ada empat perserta yang mengikuti JFMI 9 Cirebon, diantaranya 3 mahasiswa ilkom M.zainal marzuki Semester 5 dan Rosyid dan Bagus semester 1 dan 1 dosen dari ilkom Yaitu M.Rifa’I M. I. Kom. Dari terselenggaranya acaranya Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia (JFMI) 9 cirebon mahasiswa Unida bisa menjalin seduluran pecinta fotografi mahasiswa se Indonesia dengan berbagi ilmu danbertukar pendapat dengan sesame pecinta foto, meskipun mahasiswa UFO baru lahir dan masih baru belajar dalam keilmuan fotografi mereka mempunyai niat yang kuat untuk belajar bersungguh sungguh demi membawa nama dan bendera UFO (Unida fotografi) muncul ke permukaan di jajaran UKM-UKM fotografi mahasiswa seindonesia.

Harapannya setelah terselenggalanya Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia (JFMI) 9 cirebon mereka bisa membuat wadah FORKOM (forum komunikasi mahasiswa Fotografi) diwilayah ponorogo dan bergabung dengan UKM fotografi yang ada di ponorogo seperti UNMUH ponorogo dan STAIN ponorogo. Karena denga adanya sebuah wadah Forkom dengan sesame pecinta fotografi di ponorogo kami bisa solid dan saling kerjasama dan berbagi ilmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *