Ingin Mengunjungi UNIDA Gontor? Berikut Prosedurnya

Bagi teman-teman dari Pondok Pesantren ataupun Perguruan Tinggi yang ingin mengunjungi Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor), berikut prosedur yang perlu diperhatikan;

  1. Sebulan sebelum kunjungan, kirimkan surat permohonan kunjungan kepada Rektor Universitas Darussalam Gontor. Surat mohon untuk dapat diemailkan ke rektorat@unida.gontor.ac.id (Jika mengirimkan via pos, harap tetap mengirimkan versi pdf/jpg nya ke email di atas ya)
  2. Hubungi kontak person UNIDA Gontor, Ustadz Allam (0812 3783 7092) via WA ataupun telpon.
  3. Surat permohonan akan diajukan kepada Rektor. Selambat-lambatnya sepekan setelah surat diterima, kami akan memberi kabar terkait kunjungan tersebut. Jika belum mendapat kabar, silakan kontak kembali kontak person kami.
  4. Jika terdapat pergeseran waktu ataupun perubahan jumlah rombongan, mohon diinformasikan setidaknya sepekan sebelum kunjungan.
  5. Tiga hari sebelum kunjungan, mohon jalin komunikasi kembali dengan kontak person, untuk memastikan everything is ok.

Nah, itu dia prosedur untuk berkunjung ke UNIDA Gontor bagi teman-teman dari Pondok Pesantren maupun Perguruan Tinggi. Gampang kan?

Selamat datang di UNIDA Gontor, ahlan wa sahlan, dan… jangan lupa tersenyum saat berfoto bersama di berbagai titik yang instagramable 🙂

[Taufiq]

3 Hari di UNIDA Gontor, Ini Kata Mahasiswa Amerika

UNIDA Gontor – “UNIDA Gontor merupakan cerminan bagi budaya Indonesia, dan saya sangat tertarik sekali dengan kebudayaan yang dimilikinya,” ujar Trey Spadone utusan dari Colgate College di sela-sela Gala Dinner kegiatan School of International Training,  America di UNIDA Gontor. (26/2).

Hal ini merupakan sudah kali ke-6 bagi rombongan mahasiswa Amerika berkunjung di UNIDA Gontor. Kali ini, terdapat 19 mahasiswa yang berasal dari pelbagai Universitas di Amerika.

Gala Dinner SIT (School of International Training) di UNIDA Gontor berlangsung meriah, acara gala dinner merupakan acara puncak setelah mengikuti rentetan kegiatan di UNIDA Gontor selama tiga hari, yakni 25-27 Februari 2019. Pada Selasa malam, puluhan orang memadati ruang tengah Gedung Terpadu yang dihadiri oleh Wakil Rektor, Dosen, Mahasiswa dan peserta SIT.

Diawali dengan penampilan hadroh yang dibawakan oleh tim hadroh mahasiswa UNIDA Gontor, acara ini digelar bertujuan agar mereka mengenal lebih dalam terhadap kebudayaan di Indonesia. Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen sekaligus pembimbing kepanitiaan SIT, Dr. Khoirul Umam, M.Sc mengatakan bahwa di Indonesia memiliki keanekaragaman budaya, alam, dan suku bangsa, maka tak heran jika di UNIDA Gontor memiliki mahasiswa yang berbeda-beda yang datang dari seluruh penjuru Indonesia.

Selain itu untuk memeriahkan gala dinner malam lalu, maka ditampilkanlah penampilan dari band lokal kampus, yakni Dimensi UNIDA Gontor dengan tampilan yang sangat memukau.

Di sela-sela acara, Direktur Akademik SIT sekaligus yang menemani perjalanan para peserta SIT, Dr. Ni Wayan Ariati mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih untuk seluruh civitas akademika UNIDA Gontor yang telah memberikan kesempatan untuk belajar lebih dalam mengenai kebudayaan di Indonesia.

“Kami dan teman-teman peserta SIT berharap agar bisa kembali lagi di lain kesempatan untuk belajar di UNIDA Gontor,” harap Dr. Ary.

Ia pun juga menyampaikan kisah perjalanan yang berawal dari Bali kemudian menuju Yogyakarta, Mantingan, Siman, Malang dan akan berakhir kembali ke Bali.

Gala Dinner dimeriahkan juga dari tarian Nusantara, diantaranya tari Malulo, tari Kentongan Banyumas, dan menyanyikan beberapa lagu. Suasana semakin meriah ketika peserta SIT menyanyikan lagu bersama dengan judul “Di Sini Senang Di Sana Senang” menggunakan bahasa Indonesia di acara tersebut.

Ridho Ramazani selaku Supervisor panitia SIT menjelaskan, suksesnya acara dan berjalannya acara dikarenakan bantuan dari teman-teman panitia yang telah berusaha semaksimal mungkin mengerahkan tenaganya agar acara ini dapat berjalan baik dan lancar. Ridho pun mengucapkan rasa terima kasih kepada segenap kawan-kawan panitia yang telah membantu acara ini.

Acara SIT diadakan setiap semester, sejatinya adalah bentuk kerja sama dan pertukaran pemikiran serta pengenalan kebudayaan yang terdapat di UNIDA Gontor dan secara umumnya mencangkup seluruh Indonesia.

“Kami akan sangat senang sekali jika dapat datang kembali semester depan,” ucap Dr. Ary. [Tonny Ilham / Ed. Taufiq]

 

Berita TerkaitS

22 Mahasiswa/i Amerika Pelajari Islam dan Pondok Pesantren di UNIDA Gontor
Dua Hari Pertama di Brunei, Berikut Kegiatan Mahasiswi UNIDA Gontor
Hafidz Qur’an Dan Qori Internasional,  Fatih Seferagic Kunjungi UNIDA Gontor

 

 

 

Kaligrafer Internasional: Indonesia teraktif dalam ijazah khat, diikuti kemudian oleh negara…

Syekh Belaid Hamidi mengadakan kunjungan ke Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor , pada selasa Pagi, 15 Januari 2019 didampingi oleh Muhammad Nur, Lc Pendiri Markaz Khat Pondok Modern Darussalam Gontor

Kunjungan kali ini membicarakan  tentang keutamaan dan pembelajaran khat dengan metode dengan sistem Ijazah yang sudah berjalan pembelajarannya di Markaz Khat Pondok Modern Darussalam  Gontor dan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor,  penyebaran di Indonesia dan di berbagai Negara di Dunia, perlombaan khat dalam taraf Internasional.

“Indonesia adalah salah satu negara teraktif dalam penyebaran khat dengan sistem ijazah. Diikuti kemudian oleh Singapura,” papar beliau dalam silaturahim dengan Rektor UNIDA Gontor Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi

Pertemuan Syekh Belaid Hamidi dengan Rektor dan Wakil Rektor UNIDA Gontor

Syekh Belaid Hamidi mengatakan “Al-Khattu Makhfiyyun fi Ta’limil Ustadz” yang menjelaskan bahwa pembelajaran Al-Khat harus melalui guru. Syekh Belaid Hamidi juga mengungkapkan bahwa selain Allah memerintahkan untuk membaca (Iqra), Allah juga mengajari manusia dengan pena (Alladzi ‘allama bil qolam). Dengan cara menulis ayat-ayat Allah dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam hingga merasuk ke hati.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga memberi motivasi kepada Mahasiswa UNIDA Gontor untuk terus mendalami khat, karena hal tersebut merupakan kekayaan peradaban Islam. Motivasi beliau dapat dilihat dalam video berikut: