Want to Publish on Islamic Communication? The Deadline is Approaching

“The deadline for article submission on Islamic Communication is approaching,” said Harda Armayanto, Executive Editor of Tsaqafah Journal. “We are expecting to see novel and innovative approach to value based communication.”

For authors who are interested to submit the article to the Tsaqafah (Accredited by DIKTI), Tsaqafah pleased to inform that the topics for next publishing as bellow:

  1. Qur’anic Studies, submission deadline: August 31th, 2016
  2. Islamic Political Thought, submission deadline: February 28th, 2017
  3. Islamic Jurisprudence, submission deadline: August 31th, 2017
  4. Contemporary Islamic Discourses, submission deadline: February 28th, 2018
  5. Tasawuf, submission deadline: August 31th, 2018
  6. Da’wah and Islamic Communication, submission deadline: February 28th, 2019
  7. Islamic Civilization, submission deadline: August 31th, 2019
  8. Islamic Economics, submission deadline: February 28th, 2020
  9. Islamic Theology, submission deadline: August 31th, 2020
  10. Islamic Philosophy and Epistemology, submission deadline: February 28th, 2021
  11. Islamic Education, submission deadline: August 31th, 2021

Tsaqafah is journal of Islamic civilization published by University of Darussalam Gontor. It is semi annual journal published in May and November for the developing the scientific ethos. Editors accept scientific articles and result of research in accordance with its nature as a journal of Islamic Civilization, such as: Islamic Philosophy, Islam and Contemporary Issues, Religious Studies, Islamic Science, Islamic Economics, Islamic education, Qur’anic Studies, Islamic Law, and Islamic Ethics. Tsaqafah has been indexed by Crossref, DOAJ, Google Scholar, Moraref, IPI, ISJD, ect.

Editorial Board of Tsaqafah includes

  • Ahmed Akgündüz, (SCOPUS ID : 34871408000); Islamitische Universiteit Rotterdam, Netherlands
  • ⁠⁠⁠Akhmad Affandi, (SCOPUS ID: 55747792800); International Shariah Research Academy for Islamic Finance (ISRA), Malaysia
  • Azhar Arsyad, (SCOPUS ID: 56405558400); UIN Makassar, Indonesia
  • Mahmud Kabir Hassan, (SCOPUS ID : 7401625839) University of New Orleans, United States
  • Osman Bakar, (SCOPUS ID: 9336168600), Universiti Brunei Darussalam, Brunei Darussalam
  • and many more qualified scholars.

Read more: https://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/tsaqafah

Commucation Festival, Sebagai Ajang Dakwah di Bidang Komunikasi

Comunication Fesival

UNIDA Gontor – “Comunication Festival” adalah acara yang diselenggarakan satu tahun sekali oleh Program Studi  Ilmu Komunikasi Universitas Darussalam Gontor. The Power of Comunication” merupakan jargon yang diusung pada acara yang  dilaksanakan kedua kalinya. Acara tahunan ini diadakan untuk mengembangkan kreatifitas mahasiswa dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang komunikasi. Acara yang berlangsung selama 4 hari tersebut telah menarik perhatian mahasiswa, peserta tidak hanya berasal dari mahasiswa ilmu komunikasi saja, melainkan dari program studi lain bahkan mahasiswa dari kampus eksternal juga ikut berpartisipasi dalam lomba maupun seminar.

“Acara ini sangat menarik, sebagai sarana praktek dalam bidang yang telah di pelajari”, ungkap salah satu peserta dengan latar belakang SMK Mlarak. Acara ini diselenggarakan selama 4 hari berturut-turut dengan berbagai macam topik pembahasan.

Di hari pertama, tema yang diselenggarakan adalah seni jurnalistik dengan dua pembicara berpengalaman, Al-ustadz Ferry Indrasukma dengan latar belakang wartawan Jawa Pos di era 1990-an dan Al-ustadz Deden Mauli Drajat sebagai penulis buku “Catatan dari Istanbul”. Acara yang berlangsung dengan durasi  selama 3 jam tersebut tidak membuat audience merasa bosan, karena diselingi dengan praktek cara penulisan berita dan jurnal di penghujung acara. Namun, semua praktek  yang telah dilakukan bukan hanya semata praktek, tetapi juga membuahkan hadiah bagi penulis yang tulisan nya dianggap baik oleh para pembicara.

“Ketika foto berbicara”, adalah tema pada topik yang di selenggarakan Communication Festival di hari ke-3. Pada workshop yang ketiga ini, para audience semakin besar dalam berpartisipasi di acara tersebut, ini dibuktikan dengan banyaknya foto yang di pajang di sekitar tempat workshop yang telah dikirimkan oleh para peserta kepada panitia penyelenggara. Pembicara yang didatangkanpun juga menarik, mereka adalah orang yang berkategori expert dalam bidang fotografi, Pak Ahda Multaqi dengan pelbagai macam pengalaman dibidang fotografi dan juga Pak Rifa’I M.I.Kom., sebagai Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Darussalam Gontor dengan spesifikasi fotografi. Diakhir sesi, pengumuman para pemenang diselenggarakan dengan pembagian hadiah langsung oleh Pak Ahda Multaqi. Para pemenang merasakan raut wajah kegembiraan setelah menerima penghargaan langsung oleh senior dalam spesifikasi fotografi.

Pada hari penutup, topik pembicaraan yang dibahas banyak mengundang  perhatian mahasiswa ilmu komunikasi kampus-kampus eksternal. Salah satunya adalah para mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. Short Movie dan Vidgram, itulah topik yang di bahas dihari ke-4 atau hari terakhir sekaligus penutup dari semua acara yang telah di selenggarakan selama 4 hari terakhir. Pembicara yang di datangkan oleh para panitiapun juga berasal dari ibu kota Indonesia, tepatnya dari IKJ (Institut Kesenian Jakarta), Pak Hanief Jerry dan Juga salah satu dosen lokal sebagai direktur dari Gontor TV, Al –Ustadz Taufiq Affandi, M.Sc. Acara juga di meriahkan dengan pembahasan beberapa Short movie dan juga Vidgram. Banyaknya konten movie yang dikirimkan oleh para peserta menambah ketidaksabaran para audience untuk menunggu pembahasan movie satu persatu. Di penghujung acara, pembagian hadiah dilaksanakan dengan penuh sumringah, juara 3 di peroleh tim mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Dan untuk juara kedua di raih oleh tim Akhof dari mahasiswa semester 7 universitas Darussalam Gontor. Untuk juara Pertama diraih oleh tim Curup dari mahasiswa semester 1 ilmu komunikasi universitas Darussalam Gontor.

Dengan usainya acara di dari ke-4, berakhir sudah rentetan acara Communication Festival 2017  yang kedua. Walaupun keluh kesah masih tersirat di dalam diri masing-masing panitia, tetapi secara tidak langsung , rona wajah masing-masing individu mencerminkan kebahagian yang tiada batas  inilah yang disebut “the power of communication”.